Dirty War merupakan istilah yang dipakai untuk menjelaskan fenomena politik dan krisis keamanan yang terjadi di Argentina pada 1976—1983. Melansir laman History, fenomena tersebut dimulai dengan kudeta militer yang dilakukan untuk menjatuhkan Isabel Peron, wakil presiden yang secara konstitusional otomatis menggantikan Presiden Juan Peron yang meninggal karena serangan jantung.
Militer kemudian melakukan "pembersihan" dengan menculik dan melenyapkan politikus, aktivis, dan warga yang dianggap pro Peron dan beraliran politik kiri atau sosialis. Proses ini sering kali tidak konstitusional alias dilakukan semena-mena tanpa bukti konkret.
Tak hanya orang dewasa, korban Dirty War juga mencakup anak-anak. Fransisco Goldman dalam artikelnya untuk New Yorker berjudul "Children of the Dirty War" menyatakan bahwa anak-anak dari para korban penculikan tersebut diambil paksa, dihapus identitasnya, kemudian diadopsi oleh keluarga militer atau diserahkan kepada panti asuhan.
Sejarah mengerikan tersebut tentu tidak bisa dilupakan begitu saja. Apalagi oleh keluarga korban dan saksi mata. Ketika akhirnya rezim militer jatuh pada 1983, mulai muncul film-film yang mencoba menilik peristiwa pilu tersebut.
Berikut film yang ambil latar Dirty War di Argentina era 1976—1983.
