Sally Hawkins dan Doug Jones dalam film The Shape of Water (dok. Searchlight Pictures/The Shape of Water)
Dibandingkan keenam judul di atas, film arahan Guillermo del Toro (Pan's Labyrinth, Pinocchio) ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Film ini bercerita tentang Elisa Esposito (Sally Hawkins), perempuan bisu yang bekerja sebagai pembersih di sebuah laboratorium rahasia pemerintah pada 1962. Elisa lalu jatuh cinta dengan makhluk amfibi humanoid (Doug Jones) yang ditangkap dan diteliti di laboratorium tersebut.
Elisa dan teman-temannya, Zelda dan Giles (Octavia Spencer dan Richard Jenkins), berusaha menyelamatkan makhluk tersebut dari ancaman Kolonel Richard Strickland (Michal Shannon), yang ingin membunuhnya untuk kepentingan militer. Mereka harus menghadapi berbagai rintangan, termasuk agen Soviet yang menyamar. Di sisi lain, Elisa dan makhluk tersebut juga harus mengatasi perbedaan budaya dan bahasa, serta menemukan cara untuk hidup bersama.
The Shape of Water adalah kisah dongeng yang berlatar belakang Amerika pada masa Perang Dingin. Film ini menggabungkan unsur-unsur romansa, komedi, thriller, dan horor, serta menampilkan efek visual yang memukau dan musik yang mengharukan. Film ini menjadi kejutan di Oscar 2018, dengan memboyong 4 penghargaan, salah satunya Best Picture.
Cinta terlarang adalah tema yang selalu menarik untuk diangkat dalam film. Film-film kelas Oscar di atas menunjukkan bahwa cinta bisa melewati batas-batas yang dibuat oleh masyarakat, agama, atau negara. Namun, cinta terlarang juga membawa konsekuensi yang tak mudah, seperti diskriminasi, kekerasan, atau bahkan kematian.
Omong-omong soal Oscar, tahun ini ajang bergengsi tersebut akan diadakan pada Minggu, 10 Maret 2024 di Dolby Theatre, Los Angeles, California, Amerika Serikat. Tahun ini, ada 10 film dari berbagai genre yang berlaga untuk memperebutkan Best Picture di Oscar 2024. Film mana yang kira-kira bakal bergabung dengan American Beauty dan The Shape of Water sebagai Film Terbaik Oscar?