cuplikan adegan dalam film Cujo (dok. Taft Entertainment/Cujo)
Adaptasi karya Stephen King seringkali diubah akhir ceritanya dari buku aslinya. Seperti halnya dengan Cujo. Tapi keputusan ini justru lebih baik karena cerita aslinya terlalu brutal, nih.
Novelnya bukan bacaan yang ringan, mengingat isinya yang sangat menyakitkan. Yap, di mana lagi kamu bisa menyaksikan seorang ibu terjebak di dalam mobil yang panas dan sesak bersama anaknya, sementara itu seekor anjing gila bernama Cujo menunggu di luar untuk memangsa. Ditambah lagi, mobil ini mogok.
Ibu beranama Donna ini pastinya akan melakukan apa saja untuk melindungi anaknya. Namun di akhir buku, suaminya menemukan Donna sedang memegang pemukul bisbol berlumuran darah. Di samping itu, anaknya yang bernama Tad Trenton meninggal karena sesak napas dan dehidrasi di dalam mobil. Jadi, agak mengejutkan ketika semua yang telah dialami Donna, suaminya malah melihat hal tersebut dan berkata, "Sudah berapa lama dia (Tad) meninggal, Donna?"
Namun dalam filmnya, Tad (yang diperankan Danny Pintauro) nyaris meninggal, tapi ia selamat. Sedangkan Donna (yang diperankan Dee Wallace) punya akhir yang bahagia setelah perjuangannya melawan anjing rabies tersebut. Dee Wallace sendiri memang meminta agar akhir cerita film tersebut lebih baik ketimbang cerita akhir dalam bukunya yang menyedihkan itu.
Bahkan Stephen King sendiri mengakui bahwa akhir cerita yang ditulisnya memang agak berlebihan. Menurut Dee Wallace dalam sebuah wawancara untuk podcast Still Here Hollywood, Stephen King menulis surat kepadanya dengan bilang, "Syukurlah kau tidak membunuh anak itu di akhir cerita. Aku belum pernah menerima surat kebencian sebanyak ini untuk karya lain yang pernah kubuat."