Konferensi pers "Retrospektif: The Concert" di Midaz Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Sebagai pembuka, Afgan menjelaskan alasan di balik pemilihan kata "Retrospektif" sebagai tema besar konsernya kali ini. Menurutnya, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga perjalanan untuk melihat kembali berbagai fase kehidupan dan karier yang sudah dilaluinya.
"Artinya sendiri 'Retrospective' adalah melihat kembali ke belakang untuk mengambil nilai-nilai yang bisa kita pelajari dari semua hal yang sudah terjadi di hidup kita supaya, kita ke depannya bisa lebih clear lagi," ujar Afgan dalam jumpa pers di Midaz Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Meski dikemas megah, Afgan tetap ingin konser ini terasa intim dengan para penggemarnya, Afganisme. Ia mengaku bakal membagikan cerita perjalanan karier hingga sisi personal yang selama ini jarang diketahui publik. Karena itu, konser ini diibaratkan seperti membuka halaman demi halaman buku harian miliknya sendiri.
"Jadi feel-nya lebih personal gitu. Memang konsep dari konser ini lebih seperti baca buku jurnalnya Afgan," imbuh pemilik penyanyi kelahiran Jakarta 36 tahun silam ini.
Tak hanya Afgan, Erwin Gutawa yang ikut terlibat dalam konser ini juga membagikan pandangannya. Ayah dari Gita Gutawa tersebut ingin konser ini menjadi ruang bagi Afgan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai seorang performer.
"Jadi Afgan tanggal 18 Juli nanti lagi ber-statement mengenai dia, cerita retrospektif, dalam konteks musik. Nah, saya akan mengawal, untuk men-challenge dia, 'Okey, keluarkan kemampuan Anda sebaik-baiknya'," tambahnya.