Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Leonardo DiCaprio dalam Catch Me If You Can.
Leonardo DiCaprio dalam Catch Me If You Can (dok. Amblin Ent/Catch Me If You Can)

Intinya sih...

  • Leonardo DiCaprio menolak peran Anakin Skywalker di Star Wars: Episode II karena merasa belum siap terjun ke blockbuster besar yang akan mengikatnya selama bertahun-tahun.

  • Glenn Howerton hampir mendapatkan peran Superman di Superman Returns, tetapi memilih bertahan di It’s Always Sunny in Philadelphia yang berkembang menjadi sitcom live-action terpanjang sepanjang sejarah televisi.

  • Angelina Jolie ditawari peran Nomi Malone dalam Showgirls oleh Paul Verhoeven namun ia menolak, dan film tersebut langsung dicap sebagai salah satu film terburuk sepanjang masa saat dirilis.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di Hollywood, satu keputusan bisa menentukan segalanya. Sebuah peran besar memang terdengar menggiurkan, apalagi jika datang dari franchise ternama atau sutradara legendaris. Namun kenyataannya, tidak semua peran impian berujung manis bagi karier seorang aktor. Beberapa justru berubah menjadi bumerang yang sulit dihindari.

Menariknya, ada aktor-aktor yang nyaris terjebak dalam peran semacam itu, tetapi memilih mundur di saat yang tepat. Entah karena insting atau jadwal yang tidak cocok, keputusan tersebut justru menyelamatkan mereka dari cap negatif yang bisa menghancurkan reputasi. Berikut lima aktor yang hampir saja mengambil peran paling fatal dan beruntung karena tidak jadi.

1. Leonardo DiCaprio – Star Wars: Episode II – Attack of the Clones (2002)

Leonardo DiCaprio dalam Catch Me If You Can (dok. Amblin Ent/Catch Me If You Can)

Saat Star Wars memasuki era prekuel, peran Anakin Skywalker menjadi incaran hampir semua aktor muda Hollywood. Leonardo DiCaprio termasuk yang diajak langsung berdiskusi oleh George Lucas untuk memerankan calon Darth Vader tersebut.

Namun, DiCaprio akhirnya menolak karena merasa belum siap terjun ke blockbuster besar yang akan mengikatnya selama bertahun-tahun. Keputusan itu terbukti sangat tepat. Anakin versi Hayden Christensen justru menuai kritik pedas sejak film dirilis, mulai dari dialog kaku hingga performa yang dianggap datar.

Di tahun yang sama, DiCaprio malah melesat lewat kolaborasi prestisius bersama Steven Spielberg di Catch Me If You Can dan Martin Scorsese di Gangs of New York.Sulit membayangkan ia bisa meraih proyek-proyek bergengsi itu jika harus terjebak dalam jadwal padat Star Wars.

2. Glenn Howerton – Superman Returns (2006)

Glenn Howerton dalam It's Always Sunny in Philadelphia (dok. FX Networks/It's Always Sunny in Philadelphia)

Karakter Superman sering dianggap membawa kutukan bagi aktornya. Dari tragedi George Reeves hingga kecelakaan Christopher Reeve, peran Clark Kent kerap dikaitkan dengan nasib buruk. Meski tidak ada kejadian tragis pada Brandon Routh, Superman Returns gagal total di box office dan praktis menghentikan momentum kariernya.

Sebelum Routh terpilih, Glenn Howerton sebenarnya hampir mendapatkan jubah Superman. Namun, jika ia menerima peran itu, kemungkinan besar ia harus meninggalkan It’s Always Sunny in Philadelphia (2005) yang baru memasuki musim awal.

Bertahan di serial tersebut justru menjadi keputusan emas, karena It’s Always Sunny berkembang menjadi sitcom live-action terpanjang sepanjang sejarah televisi, dengan basis penggemar yang sangat loyal.

3. Angelina Jolie – Showgirls (1995)

Angelina Jolie dalam Maria (dok. Netflix/Maria)

Angelina Jolie memang tumbuh dengan nama besar di belakangnya, tetapi kariernya dibangun lewat kerja keras dan pilihan peran yang cermat. Sebelum memenangkan Oscar lewat Girl, Interrupted (1999), Jolie sempat ditawari peran Nomi Malone dalam Showgirls oleh Paul Verhoeven. Jika ia menerimanya, citra dan momentum kariernya bisa saja hancur sebelum benar-benar terbentuk.

Showgirls langsung dicap sebagai salah satu film terburuk sepanjang masa saat dirilis. Elizabeth Berkley, yang akhirnya memerankan Nomi, kesulitan kembali ke film layar lebar dan kariernya tak pernah pulih sepenuhnya. Meski film ini belakangan mendapat penilaian ulang secara cult, peran tersebut tetap dianggap beracun. Jolie terbukti sangat jeli dengan menjauh dari proyek yang berpotensi merusak reputasinya.

4. Michael Douglas – Cutthroat Island (1995)

Michael Douglas dalam And So It Goes (dok. ASIG Prod./And So It Goes)

Tidak banyak film yang gagal begitu parah hingga menutup sebuah studio, tetapi Cutthroat Island berhasil melakukannya. Dengan anggaran lebih dari 100 juta dolar AS dan pendapatan box office yang memalukan, film bajak laut ini menjadi simbol kehancuran finansial Hollywood era 90-an. Para pemerannya, termasuk Geena Davis dan Matthew Modine, ikut terkena imbas besar.

Sebelum Modine resmi terlibat, peran William Shaw sempat hampir jatuh ke tangan Michael Douglas. Ia bersedia mengambilnya dengan beberapa syarat, tetapi perubahan naskah membuatnya mundur. Keputusan itu menyelamatkannya dari salah satu bencana terbesar dalam sejarah perfilman. Sementara itu, Geena Davis yang terikat kontrak justru mengalami penurunan karier drastis setelah film tersebut.

5. Val Kilmer – Soul Man (1986)

Val Kilmer dalam The Thaw (dok. Lionsgate/The Thaw)

Soul Man adalah contoh klasik film yang sejak awal sudah bermasalah. Komedi tahun 1986 ini mengangkat cerita kontroversial tentang seorang pria kulit putih yang menggunakan blackface demi mendapatkan beasiswa. Bahkan di zamannya, film ini sudah dianggap ofensif, dan seiring waktu reputasinya semakin memburuk.

Peran utama Mark Watson sempat ditawarkan kepada Val Kilmer, yang kala itu tengah naik daun berkat Top Secret! (1984) dan Real Genius (1985). Kilmer menolak, dan keputusan itu menyelamatkannya dari stigma besar yang menimpa C. Thomas Howell. Tanpa beban Soul Man, Kilmer bisa melanjutkan kariernya hingga membintangi film-film ikonik seperti Tombstone (1993) dan Heat (1995).

Di balik gemerlap Hollywood, tidak semua peran besar layak diambil. Lima aktor di atas membuktikan bahwa menolak sebuah proyek bisa sama pentingnya dengan menerima peran ikonik. Nah, menurut kamu peran fatal mana lagi yang seharusnya ditolak aktor Hollywood?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team