Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Manoj Punjabi Remake Film Korea Gonjiam: Haunted Asylum
Manoj Punjabi di konferensi pers "402: Rumah Sakit Angker Korea" di MD Place Tower 1, Jakarta, Kamis (16/4/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
  • MD Pictures resmi menggarap remake film Korea Gonjiam: Haunted Asylum berjudul 402: Rumah Sakit Angker Korea, dengan tujuan memperluas standar film horor Indonesia.
  • Manoj Punjabi menegaskan proyek ini sudah dimiliki sejak sebelum pandemi dan kini digarap bersama sutradara Anggy Umbara serta penulis Lele Laila untuk menghadirkan horor yang segar dan eksperimental.
  • Film ini diproduksi dengan bujet besar dan syuting di Korea, menandai upaya MD Pictures meningkatkan kualitas serta daya saing film Indonesia di pasar box office.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabar terbaru datang dari MD Pictures. Rumah produksi ini kembali mengembangkan proyek horor ambisius lewat remake film Korea Gonjiam: Haunted Asylum (2018). Berjudul 402: Rumah Sakit Angker Korea (2026), versi Indonesia ini digadang-gadang bakal menjadi salah satu langkah besar dalam memperluas standar film horor Tanah Air.

Di balik keputusan tersebut, produser MD Pictures, Manoj Punjabi, mengungkap sejumlah alasan kuat untuk menggarap 402: Rumah Sakit Angker Korea. Mulai dari kepemilikan IP sejak lama hingga ambisi menghadirkan horor dengan pendekatan baru yang lebih segar dan menantang.

1. Manoj Punjabi ungkap IP Gonjiam: Haunted Asylum sudah didapat sebelum pandemi

Manoj Punjabi di konferensi pers "402: Rumah Sakit Angker Korea" di MD Place Tower 1, Jakarta, Kamis (16/4/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Manoj mengungkap bahwa hak cipta atau IP film ini sebenarnya sudah dimiliki jauh sebelum pandemi COVID-19. Namun, perjalanan proyek ini tidak berjalan mulus karena sempat berpindah tangan sebelum akhirnya diproduksi.

"IP-nya kita sudah punya kalau gak salah sebelum pandemic. Dipindah tangan dari MD Group, ke sana ke sini, akhirnya kita putuskan untuk membuat film ini," ucap Manoj saat ditemui di MD Place Tower 1, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026).

Setelah melalui berbagai proses, Manoj merasa yakin proyek 402: Rumah Sakit Angker Korea berada di tangan yang tepat. Ia pun menggandeng Anggy Umbara sebagai sutradara dan Lele Laila sebagai penulis naskah sekaligus produser kreatif.

"Saya kira itu decision yang tepat, di-handle sangat baik, sesuatu yang beda. Nanti Anda akan lihat, dan juga banyak lagi surprises yang sangat menarik," tambah Manoj.

2. Tak cuma menakuti, Manoj ingin film horor yang next level

Manoj Punjabi di konferensi pers "402: Rumah Sakit Angker Korea" di MD Place Tower 1, Jakarta, Kamis (16/4/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Sebagai produser yang sudah lama berkecimpung di industri film, Manoj menyadari bahwa horor adalah genre yang sangat diminati di Indonesia. Bahkan, ia menyebut setengah dari penonton memiliki ketertarikan pada genre ini.

"Kita semua tahu horror sangat diminati oleh masyarakat kita. Berapa? 50%. Dan kelebihan MD (Pictures), salah satu strength-nya selain membuat drama, drama religi atau drama cinta, horror selalu jadi expertise kita," jelasnya.

Namun, baginya, membuat film horor tidak semata-mata hanya dengan mengandalkan formula lama. Ia ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dan lebih segar.

"Genrenya horror, tapi apalagi yang beda? Kalau kita ulang-ulang juga kan ga exited, kayak ga ada sesuatu yang baru untuk penonton dan masyarakat yang mencintai film Indonesia," lanjut Manoj.

Produser kelahiran Jakarta 53 tahun silam ini pun mengaku bahwa horor ala Gonjiam Haunted Asylum adalah genre favoritnya. Tak ayal kalau ia menaruh ekspektasi tinggi pada proyek ini.

"Saya exited, dan Gonjiam bagi saya (adalah) favorite genre saya. Karena konsep ini tuh susah dibikin. Gak ada formula yang biasanya dilakukan. Di sini ada eksperimental juga, dan sutradaranya berani bereksperimen. Nah, di situ saya lebih semangat, 'Oke, ayo'," tambahnya.

3. Sebut 402: Rumah Sakit Angker Korea digarap dengan bujet besar

Manoj Punjabi di konferensi pers "402: Rumah Sakit Angker Korea" di MD Place Tower 1, Jakarta, Kamis (16/4/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Salah satu alasan utama remake film Korea ini dibuat adalah karena pendekatan unik yang ditawarkan. Salah satunya adalah penggunaan gaya found-footage yang masih jarang dieksplorasi secara maksimal di Indonesia. Manoj juga menegaskan bahwa proyek ini bukan film dengan skala biasa.

"Ini kan syutingnya di Korea juga, jadi budgetnya bukan medium budget dengan all cast. So ini jadi tantangan, sesuatu yang baru," ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam industri film Indonesia, terutama untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing di pasar box office.

"Kita akan terus raise the bar sampai istilahnya film Indonesia ini... saya punya misi MD harus kontribusi terhadap box office film Indonesia. Dalam hal itu, kualitas yang akan berbicara," pungkasnya.

Editorial Team