Indra Pramujito setelah acara konferensi pers "Sekawan Limo 2" di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu (20/5/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Konferensi pers film ini terasa berbeda karena para cast hadir mengenakan cheongsam dan changshan, pakaian khas etnis Tionghoa. Dalam kesempatan itu, Indra Pramujito yang berperan sebagai Andrew menjelaskan makna di balik visual para pemain di atas panggung.
"Temen-temen di sini, selamat sore. Anda semuanya bisa menyaksikan kalau di panggung ini adalah bentuk atau seharusnya orang Indonesia itu. Bisa dilihat, Bayu yang orang Jawa, Firza yang orang Jawa, menggunakan baju cheongsam yang merupakan baju khas etnis Tionghoa," ucapnya.
Setelahnya, Indra menyoroti tragedi Mei 1998 yang dialami etnis Tionghoa di Indonesia. Menurutnya, sekuel Sekawan Limo (2024) ini tidak hadir untuk membuka luka lama, melainkan mengajak penonton untuk tidak melupakan sejarah yang pernah terjadi.
"28 tahun yang lalu, di bulan Mei, ada sebuah tragedi yang sangat berat sekali yang dilalui oleh etnis Tionghoa di Indonesia. 28 tahun kemudian, di bulan yang sama, film Sekawan Limo rilis dengan mengangkat satu tema, yaitu etnis Tionghoa," jelas Indra secara gamblang.
Ia kemudian menegaskan bahwa sejarah tidak boleh dihapus begitu saja dari ingatan publik.
"Film ini mengajarkan kita untuk jangan pernah melupakan sejarah. Jangan pernah ada pemutihan sejarah. Kita harus belajar dari sejarah. Jangan ada etnis, suku, atau ras lagi yang dikambinghitamkan nantinya. Jangan ada kekerasan, jangan ada pemerkosaan. Dan juga, dari saya pribadi mungkin negara harus minta maaf atas kejadian yang pernah terjadi dan juga mengakui kesalahan yang sudah pernah terjadi," kata Indra.
Tak hanya itu, Indra juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Tionghoa di Indonesia untuk berani keluar dari trauma masa lalu dan tetap mencintai negeri ini.
"Untuk etnis Tionghoa yang ada di Indonesia pun, saya akan memberikan input yaitu kita juga harus berani untuk sembuh dari warisan trauma itu dan kita jangan eksklusif dalam bergaul. Jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia," kata aktor kelahiran Surabaya 38 tahun silam ini.