Potret Sidharta Tata, sutradara yang akan menggarap film Zona Merah, saat ditemui usai press conference di Jakarta pada Rabu (1/4/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
Senada dengan Fajar, Tata menambahkan bahwa naskah dengan cerita dan karakter yang kuat menjadi alasan mengapa pihaknya begitu percaya diri dalam membuat film Zona Merah. Terlebih lagi, ia dan Fajar juga akan bekerja sama dengan tim yang turut menggarap serial Zona Merah, sampai jajaran produser memberikan ruang kebebasan dan mendukung penuh konsep kreatif yang akan dibawa ke dalam film.
"Naskah yang kami kembangkan ini secara cerita dan karakter begitu kuat, dan semua porsi horor, action, dan chaos menjadi paket komplit, didukung dengan drama yang kuat dan sentuhan komedi beserta romance yang akan membuat semua penonton bisa menginvestasikan perasaannya kepada para karakter," ujar Tata dalam wawancara tertulis secara eksklusif.
Tata pun menjelaskan, film Zona Merah hadir karena pihaknya merasa kisah tersebut harus ditonton dalam format layar yang lebih besar. Melalui konsep dan treatment yang akan diterapkan, film ini disebut Tata dapat mewujudkan pengalaman secara sinematik yang seru, tegang, dan menyenangkan kepada penonton. Ia bahkan tak ragu menyebut Zona Merah akan menjadi tontonan yang luar biasa dan salah satu sejarah dalam dunia perfilman di tanah air.
"Film bioskop yang bertema zombie ini akan menjadi terobosan baru di industri sinema Indonesia. Sebagai pemantik untuk ragam genre lainnya, sebagai pengisi hiburan di film bioskop Indonesia," tutup sutradara kelahiran 1985 itu.