Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
album Midas Wunderhorse dan Blue Weekend Wolf Alice
album Midas Wunderhorse dan Blue Weekend Wolf Alice (dok. Communion Recordings | dok. Dirty Hit)

Kamu sedang galau dan pengin dengar album apa hari ini? Kebetulan kalau kamu pencinta genre rock alternatif, ada beberapa rekomendasi album menarik yang rilis pada awal dekade 2020-an (2020-2025). Sayangnya, mereka gagal menarik perhatian penyelenggara Grammy Awards. Bisa karena kompetisi yang ketat atau faktor lain di luar kendali kita.

Tidak perlu kesal atau marah, Grammy memang salah satu penghargaan bergengsi, tetapi bukan satu-satunya tolok ukur kualitas suatu karya musik. Kamu bisa mengapresiasi album-album rock alternatif awal 2020-an terbaik berikut dengan mendengarkannya secara legal. Yuk, bahas satu per satu!

1. Blue Weekend (2021) - Wolf Alice

album Blue Weekend milk Wolf Alice (dok. Dirty Hit)

Blue Weekend adalah album ketiga band rock alternatif Inggris, Wolf Alice, yang paling disayangkan pendengar saat tahu mereka tak menyabet nominasi apa pun di Grammy Awards 2022. Padahal, di Inggris, mereka berhasil merebut beberapa nominasi bergengsi, termasuk Mercury Prize. Apalagi, album ini dirilis saat pandemik yang bikin penggemar begitu bersyukur.

Secara kualitas, kritikus mengamini keunggulannya. Album ini gak repetitif, seru didengar dan menunjukkan pertumbuhan positif serta kreatif dari dua album mereka sebelumnya, My Love Is Cool dan Visions of a Life.

Lagu terbaik: “Smile” dan “The Beach”

2. Preacher’s Daughter (2022) - Ethel Cain

album Preacher's Daughter milik Ethel Cain (dok. Daughters of Cain)

Album lain yang bikin penikmat musik kecewa karena gagal dapat nominasi Grammy adalah Preacher’s Daughter milik Ethel Cain. Album ini gak hanya kreatif dari segi aransemen, tetapi juga superior secara lirik dan storytelling-nya. Cain seperti sedang menguliti kehidupannya sendiri, yakni sesosok anak muda yang lahir dan besar di tengah komunitas agamais. Padahal, dirinya punya dorongan kuat untuk memberontak dan memilih jadi dirinya sendiri. Sebagai konteks, Ethel Cain adalah musisi transgender asal salah satu wilayah di negara bagian Florida, AS yang dikenal dengan komunitas agamanya.

Lagu terbaik: “American Teenagers” dan “Strangers”

3. MIDAS (2024) - Wunderhorse

album Midas milik Wunderhorse (dok. Communion Records)

Kalau kangen musik rock alternatif ala 90-an, silakan dengar album MIDAS milik band Inggris, Wunderhorse. Itu adalah album kedua mereka setelah Cub yang dirilis pada 2022. Wunderhorse memang perlahan merangkak ke ranah mainstream, setidaknya di pasar Inggris.

Pada 2025, mereka berhasil tampil di panggung besar di festival Glastonbury, menandai kesuksesan album ini. MIDAS berisi 10 lagu, tetapi susah mencari lagu yang buruk.

Lagu terbaik: “Silver” dan “Arizona”

4. Romance (2024)- Fontaines D.C.

album Romance milik Fontaines D.C. (dok. XL Recordings)

Fontaines D.C. memang meraih nominasi Grammy untuk kategori Album Rock Terbaik atas album ini, tetapi sayang mereka gagal menyabet pialanya. Padahal, secara kualitas dan inovasi, Romance adalah album yang layak dapat apresiasi lebih.

Untuk pertama kalinya, Fontaines D.C. keluar dari zona nyaman dan menyuguhkan kita dengan warna suara yang beda dari album-album mereka sebelumnya. Lebih optimistis dan gak terpaku pada pakem tertentu adalah beberapa karakter menonjol dari album ini. Mendengar Romance dijamin gak bikin bosan saking beragam dan uniknya tiap lagu.

Lagu terbaik: “Starbuster” dan “In the Modern World”

5. Everyone's a Star! (2025) - 5 Seconds of Summer

album Everyone's a Star! milik 5 Seconds of Summer (dok. Republic Records)

Seperti Fontaines D.C., band asal Australia 5 Seconds of Summer juga memakai pendekatan eksperimental dalam album baru mereka Everyone’s A Star. Tak seperti album-album mereka yang lalu, kamu bisa mendengar estetika musik pop-punk dan synth-pop 2000-an dalam karya yang satu ini. Mengingat Everyone’s a Star dirilis akhir tahun 2025, mereka belum bisa dapat nominasi Grammy 2026. Namun, apakah mungkin mereka nyempil dalam daftar nominasi tahun berikutnya?

Lagu terbaik: “NOT OK” dan "Everyone’s A Star”

Sudah tak perlu bingung lagi mau dengar apa hari ini sambil beraktivitas, kan? Pakai rekomendasi di atas untuk dapat semangat instan hari ini. Album rock awal 2020-an mana yang paling kamu suka dari kelima daftar di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team