TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Isu Sosial yang Diangkat dalam Drama China The Hope

Tidak hanya tentang persaingan masuk perguruan tinggi

Pak Guru Lei Ming, Bu Guru Sang Xia, dan para siswa kelas 3-11 setelah melihat hasil tryout ketiga dan berhasil menembus nilai 500 poin dalam drama China The Hope (dok.Youku/The Hope)

Ujian masuk perguruan tinggi memang menjadi salah satu momen yang paling membuat banyak para siswa stress, dan hal tersebut tidak hanya berlaku bagi siswa di Indonesia saja. Para siswa di luar negeri pun juga sama stressnya, bahkan sampai diadaptasi ke dalam manga, anime, dan drama.

The Hope, merupakan sebuah bentuk drama adaptasi dari manga Jepang yang berjudul Dragon Zakura karya Mita Norifusa. Berkisah tentang guru yang memiliki teknik belajar baru dan juga lima siswanya yang berusaha berjuang agar dapat diterima di universitas tingkat pertama. Nyatanya drama ini juga banyak mengangkat isu sosial loh, ada isu sosial apa saja yang diangkat dalam drama ini, berikut listnya. 

Baca Juga: 10 Drama China Bertema Sekolah Wajib Kamu Tonton

1. Persaingan masuk perguruan tinggi

Siswa kelas 3-11 SMA Uji Coba Minglong bersama Bu Guru Sang Xia saat menyusun rencana untuk membantu menyelesaikan masalah Lei Ming dalam drama China The Hope (dok.Youku/The Hope)

Persaingan masuk perguruan tinggi menjadi salah satu isu sosial utama yang diangkat dalam drama yang dibintangi oleh Zhang Ruoyun ini. Dalam drama ini Zhang Ruoyun dikisahkan sebagai seorang guru yang berhasil lulus dari Universitas Qingbei, karena hal tersebut itulah ia percaya bahwa nasib seseorang dapat diubah jika ia berhasil masuk di universitas terbaik.

Tidak heran jika Lei Ming (Zhang Ruoyun) berusaha keras merekrut siswa untuk kelas sekolah percobaan, dan berhasil mendapatkan lima siswa yang bergabung dalam kelas percobaannya.

2. Pelecehan seksual

Chen Yushan ketika fokus belajarnya terganggu oleh ancaman dari ayah tirinya dalam drama China The Hope (dok.Youku/The Hope)

Isu sosial lainnya yang diangkat dalam drama ini adalah pelecehan seksual, dalam drama yang tayang melalui platform streaming online Youku ini juga menjadikan pelecehan seksual sebagai sub konflik bagi karakter Chen Yushan. Chen Yushan merupakan seorang anak perempuan yang mahir dalam bidang matematika, ia tinggal bersama dengan ibu dan ayah tirinya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, Chen Yushan justru baru menyadari bahwa ayah tirinya diam-diam menaruh kamera di kamarnya. Bahkan tidak jarang juga, ayah tirinya kerap kali memperlakukannya tidak seperti anaknya dengan berani menyentuh tubuh Chen Yushan. 

Baca Juga: 9 Rekomendasi Drama China yang Tayang Pada Paruh Kedua 2023  

3. Kesehatan mental anak

Shen Yao saat dituntut untuk mendapatkan nilai terbaik agar dapat masuk ke universitas tingkat pertama oleh ayahnya dalam drama China The Hope (dok.Youku/The Hope)

Selain pelecehan seksual, isu sosial lain yang diangkat dalam drama ini adalah kesehatan mental. Dalam drama ini juga dijelaskan mengenai karakter Sang Xia, yang mana ia merupakan seorang psikolog yang percaya bahwa dalam proses belajar kesehatan mental dapat berpengaruh besar.

Tidak hanya itu saja, dalam drama ini juga diceritakan karakter Shen Yao yang mana merupakan seorang siswa unggulan dan selalu mendapatkan juara pertama. Namun dibalik prestasi-prestasi yang ia raih, Shen Yao justru memiliki masalah kesehatan mental. Tidak jarang ia juga kerap menyakiti dirinya sendiri, dan selalu meminum obat penenang.

4. Pola asuh anak

Bu Guru Sang Xia dan Lei Ming ketika melakukan pertemuan dengan wali murid untuk membicarakan pola asuh anak dalam drama China The Hope (dok.Youku/The Hope)

Menariknya, drama yang memiliki total 30 episode ini juga mengangkat tema mengenai pola asuh anak. Dalam drama ini, diceritakan yang mana para siswa kelas percobaan memiliki tekanan yang besar, karena target yang diberikan oleh guru mereka Lei Ming.

Karena hal tersebut itulah Lei Ming dan Sang Xia berusaha membuat pertemuan dengan para wali kelas percobaan, dan berusaha meyakinkan para wali siswa tersebut bahwa anak-anak mereka mampu belajar dengan baik sehingga diterima pada universitas tingkat pertama. Tidak hanya itu saja, Lei Ming dan Sang Xia juga menjelaskan mengenai betapa pentingnya memberikan kepercayaan kepada anak dan juga tidak melakukan pendiktean kepada anak mengenai masa depan mereka. 

Verified Writer

Ade Oktiana

Its me

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya