TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Pesan Moral yang Tersajikan dalam Film Captain Fantastic

Film yang memiliki banyak sudut pandang akan kehidupan

Captain Fantastic (dok. Netflix/Captain Fantastic)

Captain Fantastic merupakan sebuah film yang menceritakan keluarga yang memilih hidup di dalam liar dibandingkan hidup di perkotaan untuk menghindari busuknya modernisasi. Keluarga tersebut mengutamakan pendidikan dengan cara banyak membaca buku, dan mengasah keterampilan fisik dengan cara berlatih kardio setiap harinya. Mereka memiliki kehidupan yang sangat disiplin dengan membuat jadwal kegiatan di setiap harinya.

Film yang disutradari dan ditulis oleh Matt Ross ini dirilis pada tahun 2016. Dari sedikit film yang ia garap, Captain Fantastic merupakan film terbaiknya selama ia menjadi sutradara. Film ini juga turut dibintangi oleh bintang Hollywood seperti Viggo Mortensen, Kathryn Hahn, Steve Zahn, Erin Moriarty dan George MacKay.

Film yang bergenre drama ini menyajikan beberapa pesan moral tentang kehidupan. Apa sajakah itu? Mari simak ulasan berikut.

1. Hargai setiap perbedaan

Captain Fantastic (dok. Netflix/Captain Fantastic)

Keluarga yang tinggal di alam liar ini memanglah berbeda dengan keluarga-keluarga biasanya. Mereka tidak mengenal perkembangan teknologi dan merasa aneh terhadap hal tersebut yang ini tampak pada saat mereka mengunjungi rumah Harper, adik dari sang ibu yang sudah meninggal dunia. Sebaliknya, Harper juga merasa aneh dengan sikap mereka yang sudah terbiasa dan memilih tidur di halaman rumahnya dibandingkan di dalam rumah.

Salah satu konflik yang terdapat dalam film ini ialah ketika sang ibu hendak dikubur, keluarga ini menentang untuk dikuburkan secara Katolik, yang mana ini ialah agama dari keluarga sang ibu. Keluarga ini ingin mewujudkan keinginan sang ibu yang ingin jasadnya dibakar sesuai dengan keyakinan sang ibu, yaitu Buddha. Perbedaan ini menimbulkan konflik yang mana jika semua pihak menghargai perbedaan, tidak akan terjadi konflik seperti ini.

2. Jangan meremehkan orang lain

Captain Fantastic (dok. Netflix/Captain Fantastic)

Pada saat keluarga ini mengunjungi rumah Harper, Harper keluarga ini karena mereka tinggal di tengah-tengah hutan belantara yang tidak tersentuh teknologi dan karena anak-anak dari keluarga ini tidak menempuh pendidikan layaknya anak-anak yang lain. Namun, berkat kebiasaan mereka yang sering membaca buku, mereka mampu mengalahkan anak-anak dari Harper ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pendidikan.

Sebaliknya, sang ayah yang bernama Ben meremehkan cara asuh dari keluarga sang ibu saat anak-anaknya disuruh untuk menetap di rumah kakek mereka. Ben merasa anak-anaknya akan menjalani hidup yang tidak ideal. Namun ternyata perlakuan Ben terhadap anak-anaknya lah yang lebih membahayakan mereka.

Baca Juga: 5 Pelajaran Hidup dari Sepasang Sandal, Remeh tapi Tangguh

3. Uang bukanlah segalanya

Captain Fantastic (dok. Netflix/Captain Fantastic)

Kehidupan pada zaman sekarang tidak luput dari uang. Terkadang jika kita ingin membuang air kecil di tempat umum saja harus menggelontorkan uang walaupun sedikit. Namun, banyak hal dapat kita lakukan yang membuat kita tidak harus mengeluarkan uang.

Kehidupan Ben dan anak-anaknya sangat jauh dari kata uang. Mereka hanya memanfaatkan alam untuk latihan fisik dan berburu untuk mendapatkan makanan. Pendidikan yang baik mereka dapatkan bukan dari sekolah yang dibutuhkan uang untuk masuk kesana. Hal ini menunjukkan bahwa jika uang bukanlah segalanya untuk kita apabila kita menginginkan sesuatu.

4. Beri kesempatan, lalu menilai

Captain Fantastic (dok. Netflix/Captain Fantastic)

Kesempatan adalah hal yang layak didapatkan oleh semua orang. Melewati kesempatan juga menjadi waktu kita untuk menilai baik buruknya dari seseorang. Maka dari itu, kesempatan merupakan hak dari semua orang yang layak didapatkan, bahkan terkadang kesempatan kedua juga dapat menjadi hak.

Ben selalu memberi kesempatan terhadap anak-anaknya untuk mengeksplorasi banyak hal. Walaupun gagal, mereka selalu diberikan kesempatan demi mencapai potensi terbaik mereka. Setelah diberi kesempatan, Ben lalu menilai apakah mereka mampu atau tidak menjadi apa yang ia mau.

Baca Juga: 10 Pelajaran Hidup dari Naruto yang Bisa Membuatmu Sukses

Verified Writer

Muhammad Farras Syah

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya