TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Film Animasi Hollywood yang Terinspirasi dari Budaya Asia

Salah satunya seri Kung Fu Panda, yang merilis film terbaru

adegan dalam film Kung Fu Panda 4 (dok. DreamWorks Animation/Kung Fu Panda 4)

Di tengah arus globalisasi yang tak terbendung, Hollywood terus mencari inspirasi dari berbagai penjuru dunia. Asia, dengan tradisi, seni, filosofi, dan nilai-nilai sosialnya yang kaya, telah menjadi sumber inspirasi yang tak ternilai. Tak heran jika dalam beberapa dekade terakhir, kita telah menyaksikan sejumlah karya yang mengambil inspirasi dari cerita rakyat, mitologi, dan sejarah Asia, khususnya dalam genre animasi.

Film-film animasi dengan latar budaya Asia tak hanya menghibur, tetapi juga mendidik, karena memperkenalkan audiens global ke kisah-kisah yang mungkin belum pernah mereka dengar sebelumnya. Beberapa judul berhasil menggabungkan animasi canggih dengan naratif yang kaya untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Salah satu contoh film animasi dengan budaya Asia paling terkenal adalah seri Kung Fu Panda. Film tersebut memadukan seni bela diri kuno China dengan humor dan karakter yang mengesankan.

Kung Fu Panda adalah salah satu dari enam film animasi yang akan penulis bahas dalam artikel ini. Masing-masing menawarkan jendela unik ke dalam kebudayaan Asia yang beragam dan memesona.

Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Kung Fu Panda 4, Petualangan Po Masih Berlanjut!

1. Turning Red (2022)

adegan dalam film Turning Red (dok. Pixar Animation Studios/Turning Red)

Turning Red merupakan karya yang menggabungkan keunikan budaya Asia dengan pesona animasi modern. Berlatar Toronto, Kanada, film ini mengisahkan Mei Lee (Rosalie Chiang),  gadis berusia 13 tahun yang berjuang antara memenuhi harapan keluarganya dan menemukan jati dirinya selama masa remaja.

Domee Shi (Bao), selaku sutradara, berhasil menghadirkan kisah yang relevan dan menyentuh. Ia memperlihatkan transformasi Mei menjadi panda merah raksasa ketika ia merasa terlalu bersemangat atau stres.

Selain menyuguhkan hiburan berkualitas, Turning Red juga memperkaya penonton dengan pengalaman budaya Asia yang kental, terutama dari tradisi Tionghoa. Dari penggambaran upacara leluhur yang dilakukan keluarga Mei di Toronto, hingga transformasi menjadi panda merah yang memiliki tempat dalam mitologi Tiongkok, film ini mengangkat elemen-elemen budaya yang mendalam. Pun, penggunaan gaya anime yang terinspirasi dari Jepang dalam animasinya menambahkan sentuhan ekspresif yang memperkuat emosi karakter dan cerita.

2. Mulan (1998)

adegan dalam film Mulan (dok. Walt Disney Animation Studios/Mulan)

Mulan membawa angin segar ke Hollywood dengan kisah epiknya yang lahir dari legenda China Kuno. Film ini berhasil merangkul esensi budaya Timur dalam balutan animasi Barat yang mengisahkan perjuangan seorang gadis muda dalam menggantikan ayahnya di medan perang. Dengan latar belakang historis yang mendalam dan visual menawan, Mulan mengajak penonton menjelajahi dunia penuh petualangan dan nilai-nilai kultural yang kaya.

Mulan tak hanya mengukir sejarah sebagai ikon pemberdayaan perempuan, tetapi juga mempererat hubungan antara Barat dan Timur. Film ini berhasil menyajikan kisah tradisional dengan cara baru, menghormati warisan aslinya sambil memberikan sentuhan modern. Kiprah Mulan di Hollywood telah membuka jalan bagi lebih banyak cerita yang terinspirasi dari kekayaan budaya Asia, membuktikan bahwa kisah-kisah dengan nilai universal bisa bersinar lewat berbagai perspektif.

3. Big Hero 6 (2014)

adegan dalam film Big Hero 6 (dok. Walt Disney Animation Studios/Big Hero 6)

Big Hero 6 adalah contoh sempurna dari bagaimana film animasi Hollywood dapat mengeksplorasi dan merayakan budaya Asia dengan cara inovatif dan menghibur. Film ini diangkat dari komik Marvel yang berlatar di kota fiksi San Fransokyo, yang merupakan perpaduan unik antara San Francisco dan Tokyo. Dengan karakter utama Hiro Hamada (Ryan Potter) dan robot ciptaannya, Baymax, film ini mengeksplorasi tema persahabatan, kehilangan, dan kekuatan inovasi.

Big Hero 6 tak hanya sukses secara komersial, tetapi juga berhasil memenangkan penghargaan Oscar untuk Best Animated Feature. Film animasi ini diapresiasi karena mampu menyajikan cerita menyentuh dengan latar belakang yang kaya akan nuansa Asia, seperti desain karakter dan elemen visual yang terinspirasi dari budaya Jepang. Dengan menggabungkan elemen-elemen tradisional dan futuristik, Big Hero 6 menawarkan sebuah pengalaman sinematik yang unik. Wajib ditonton sekali seumur hidup!

Baca Juga: 5 Villain Paling Kuat di Kung Fu Panda, Terbaru The Chameleon

4. Raya and the Last Dragon (2021)

adegan dalam film Raya and the Last Dragon (dok. Walt Disney Animation Studios/Raya and the Last Dragon)

Raya and the Last Dragon tampil menonjol dengan menggabungkan mitologi dan estetika dari berbagai budaya Asia Tenggara. Film ini mengisahkan perjalanan Raya (Kelly Marie Tran) dalam mencari naga terakhir untuk menyatukan kembali dunia Kumandra yang terpecah. Dengan karakter-karakter beragam dan pemandangan memukau, film ini menawarkan cerita yang menggugah tentang keberanian dan persatuan.

Salah satu elemen Asia Tenggara yang ditemukan di Raya and the Last Dragon adalah desain kostum para karakternya. Khususnya Raya, yang mengambil inspirasi dari berbagai pakaian tradisional Asia Tenggara, termasuk nón lá, topi tradisional Vietnam.

Selain itu, film ini juga kaya dengan sentuhan Indonesia di beberapa bagian, mulai dari wayang kulit yang ikonik, alunan musik gamelan, detail arsitektural seperti atap rumah gadang, hingga pedang Raya yang desainnya mengingatkan pada keris. Unik dan menarik!

5. Kubo and the Two Strings (2016)

adegan dalam film Kubo and the Two Strings (dok. Laika/Kubo and the Two Strings)

Kubo and the Two Strings membawa penonton ke dalam dunia mitologi Jepang penuh sihir. Melalui mata Kubo (Art Parkinson), anak laki-laki dengan kekuatan ajaib, kita diajak mengikuti perjalanan mengungkap misteri warisan keluarganya. Dengan shamisen di tangannya, ia memulai petualangan yang akan mengubah nasibnya selamanya.

Kubo and the Two Strings sarat dengan elemen budaya Asia, seperti penggunaan origami yang merupakan seni melipat kertas tradisional Jepang, dan shamisen, alat musik bertali yang sering dikaitkan dengan budaya Jepang. Selain itu, film ini juga mengambil inspirasi dari yokai dalam cerita rakyat Jepang, termasuk Gashadokuro, kerangka raksasa yang menakutkan. Kubo and the Two Strings tak hanya kuat dalam representasi budaya, tetapi juga menyampaikan pesan menggugah tentang pentingnya keberanian dan keluarga.

Verified Writer

Satria Wibawa

Movie and series enthusiast. Please, visit my IG: @satriaphile90 or my Letterboxd: @satriaphile to see my other reviews. Gracias!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya