potret Nadya Arina di kantor IDN, Jakarta, Rabu (7/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Sementara itu, Nadya Arina yang hadir sebagai pramugari bernama Tiara menilai bahwa dalam film Penerbangan Terakhir yang justru membara adalah konfliknya. Menurutnya, konflik di film ini jauh lebih panas dibandingkan adegan-adegan eksplisitnya karena berakar dari benturan emosi antarkarakter yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Menurut aku, konflikmya justru lebih panas jika dibandingkan adegan yang eksplisit. Aku sudah sempat review. Nanti kalau misalnya kita nonton filmnya, kita tuh kayak main game gitu. Ada tiga atau empat atau lima karakter, nanti tinggal kita menyesuaikan aja, kita tuh jadi siapa gitu. Aku yakin nanti penonton pasti ada yang merasa pernah jadi Deva, Tiara, posisi Nadia yang dimainkan sama Agni, posisi Nasya Marcella, dan yang lain-lain,” ujar Nadya Arina dengan nada antusias.
Nadya yakin penonton akan mudah terhubung dengan cerita film ini karena memotret situasi yang sebenarnya sering terjadi di sekitar kita. Ia menilai, meski berlatar di dunia aviasi, konflik yang dihadirkan justru sangat relevan dan bisa terjadi di lingkungan serta kalangan mana pun.