Nadya Arina Larang Jerome Lakukan Adegan Ciuman Pas Main Film Bareng

- Nadya Arina melarang Jerome melakukan adegan ciuman dengan pemain lain saat main film bareng
- Jerome Kurnia menekankan pentingnya profesionalisme dalam berakting bersama pasangan
- Beradu akting dengan pasangan bukanlah proses yang mudah, perlu menyesuaikan intensitas emosi agar chemistry di layar terasa natural
Jakarta, IDN Times - Pasangan kekasih Jerome Kurnia dan Nadya Arina bakalan comeback lewat film terbaru berjudul Penerbangan Terakhir. Mengangkat skandal perselingkuhan di dunia aviasi, film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026.
Saat media visit di kantor IDN, Rabu (7/1/2026), keduanya dengan nada antusias mengaku senang bisa terlibat dalam project yang sama lagi. Namun di balik itu, Nadya dan Jerome diam-diam juga menetapkan batasan-batasan yang harus dijaga selama kerja bareng, lho. Yuk, ikuti cerita lengkap mereka di bawah ini!
1. Nadya Arina larang Jerome adegan ciuman dengan pemain lain saat memutuskan untuk main film bareng

Nadya Arina mengaku bahagia bisa main film Penerbangan Terakhir bareng Jerome Kurnia. Sambil tertawa, Nadya berkelakar bahwa syuting bareng pacar sangat menyenangkan karena rasanya seperti sedang pacaran tapi dibayar.
Di balik itu, Nadya ternyata menetapkan batasan khusus yang harus dijaga oleh pasangannya saat memutuskan untuk main film bareng. Ia melarang Jerome beradegan ciuman dengan pemain lain.
“Gak boleh ada kissing scene dengan yang lain. Maksudnya karena ini project bareng aku. Tapi kalau dia punya project sendiri, gak apa-apa,” tegas Nadya Arina.
Menurut Nadya, terasa aneh ketika mereka bisa main film bareng, namun salah satu di antara mereka justru beradegan ciuman dengan yang lain. Kendati demikian, ia tak mempermasalahkan jika hal tersebut dilakukan di project film yang berbeda.
2. Jerome Kurnia tegaskan soal profesionalisme

Jerome Kurnia juga menetapkan batasan saat membintangi film yang sama dengan sang kekasih. Dalam hal ini, ia lebih menekankan soal pentingnya profesionalisme sebagai aktor.
“Kalau dari aku, apapun yang kita punya di luar, itu ditinggal dulu. Aku respect dia sebagai aktor dan dia juga respect aku sebagai aktor,” ucapnya.
Bagi Jerome, proses pendalaman karakter dan pengambilan adegan bisa dilakukan secara maksimal dengan sama-sama menempatkan diri sebagai sesama aktor.
Ia melanjutkan, “Kita punya cara kerja masing-masing. You do you (Kamu dengan caramu), I do me (Aku dengan caraku) tapi we do this together (Kita mengerjakan ini bersama).”
3. Jerome sebut main film bareng pasangan gak gampang

Jerome Kurnia menilai beradu akting dengan pasangan bukanlah proses yang mudah. Meski kedekatan di luar layar bisa membantu secara teknis, tetap saja, ia dan Nadya perlu menyesuaikan intensitas emosi agar chemistry di layar terasa natural serta sesuai dengan karakter yang ingin ditampilkan.
“Sebagai aktor, kita punya chemistry lagi yang harus kita bangun. Itu bisa membantu, tapi juga mempersulit, contoh ketika aku pegang pundak Nadya akan lebih mudah karena sudah sering. Tapi susahnya adalah ketika harus men-tone down atau men-tone up lagi emosinya supaya gak kelihatan seperti pasangan yang sudah lama,” jelas Nadya.
Nadya Arina pun sepakat dengan pernyataan Jerome. Ia setuju bahwa main film bareng pasangan gak serta-merta membuat mereka jadi lebih mudah membangun chemistry.



















