Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Animasi Indonesia Lagi Naik Turun, Produser Garuda di Dadaku Deg-Degan
momen konferensi pers film Garuda di Dadaku pada Selasa (7/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • BASE Entertainment dan Kawi Animation merilis film animasi Garuda di Dadaku yang disutradarai Ronny Gani, menambah warna baru di tengah naik turunnya industri animasi Indonesia.
  • Produser Shanty Harmayn mengaku deg-degan jelang perilisan, namun yakin timnya sudah memberikan usaha terbaik untuk menghadirkan semangat cerita lama dalam format animasi modern.
  • Sutradara Ronny Gani menegaskan versi animasi ini membawa kisah berbeda dengan elemen baru seperti karakter Gaga, gaya komedi visual, serta sentuhan fantasi dan aksi olahraga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - BASE Entertainment dan Kawi Animation berkolaborasi meluncurkan film animasi terbaru bertajuk Garuda di Dadaku. Karya yang disutradarai oleh animator Ronny Gani ini memperkaya skena animasi di Indonesia sejak sempat diramaikan oleh Jumbo dan Pelangi di Mars.

Industri animasi Indonesia memang disebut sedang mengalami fase naik turun. Di tengah kondisi tersebut, perilisan film Garuda di Dadaku versi animasi pun ikut jadi sorotan. Di balik optimisme, rasa cemas ternyata tetap ada dalam hati produser Shanty Harmayn. Apa katanya?

1. Produser Shanty Harmayn blak-blakan masih merasa deg-degan

momen konferensi pers film Garuda di Dadaku pada Selasa (7/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Walau industri animasi sedang bergeliat, Shanty Harmayn mengakui bahwa tekanan saat merilis film pasti dirasakan tim produksi. Apalagi animasi masih jadi pasar yang terus berkembang di Indonesia.

"Pasti lah, ngerilis semua film pasti tertekan, laku apa gak. Atau jalan atau tidak," jawab Shanty saat ditemui media pada Selasa (7/4/2026).

2. Tim produksi sudah memberikan yang terbaik untuk Garuda di Dadaku

momen konferensi pers film Garuda di Dadaku pada Selasa (7/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Terlepas dari masih jarangnya animasi diproduksi sineas Indonesia, Shanty dan timnya yakin sudah memberikan usaha terbaik untuk menghidupkan kembali cerita Garuda di Dadaku dalam format baru. Pendekatan ini jadi cara mereka menjaga esensi cerita lama, sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda lewat medium baru.

"Cerita Garuda di Dadaku ini sudah pernah ada. Jadi bahwa kita tuh melanjutkan semangatnya. Kebetulan memang format berceritanya adalah animasi. Jadi yang kita lakukan adalah lakukan yang terbaik, dalam format animasi," ujar Shanty.

3. Sutradara Ronny Gani ungkap perbedaan Garuda di Dadaku versi live action dan animasi

momen konferensi pers film Garuda di Dadaku pada Selasa (7/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Walau diangkat dari IP Garuda di Dadaku yang terkenal, animasi ini mengangkat kisah yang berbeda. Fokus ceritanya menghadirkan berbagai elemen baru, termasuk karakter dan gaya komedi yang lebih eksploratif. Termasuk karakter Gaga, garuda cilik yang menemani Putra, sang tokoh utama.

Sutradara Ronny menuturkan, "imajinasinya, exaggeration-nya, dilebih-lebihkannya gitu. Komedi dengan visual, lebih ke slapstick, lebih ke visual komedi gitu. Jadi kita pun harus memasukkan elemen komedi, kita harus tetap komitmen dengan sports action-nya, dengan bolanya, terus ada elemen fantasi yang kita masukin di sana."

Lewat pendekatan ini, Garuda di Dadaku versi animasi pun digadang-gadang akan terasa lebih segar, dinamis, dan relevan dengan penonton masa kini. Kamu siap lihat tendangan Putra ditemani Gaga di bioskop pada 11 Juni 2026 mendatang?

Editorial Team