Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Anime Sci-Fi Orisinal Netflix yang Layak Diapresiasi Lebih

5 Anime Sci-Fi Orisinal Netflix yang Layak Diapresiasi Lebih
adegan dalam serial The Orbital Children (dok. Netflix/The Orbital Children)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti lima anime sci-fi orisinal Netflix yang kurang populer namun punya konsep unik dan kualitas cerita kuat, seperti A.I.C.O. -Incarnation-, Levius, Eden, The Orbital Children, dan Exception.
  • Masing-masing anime menghadirkan tema berbeda, mulai dari bencana biologis, trauma perang, hubungan manusia-robot, hingga eksplorasi AI dan moralitas di luar angkasa dengan gaya visual khas masing-masing.
  • Penulis mengajak penonton untuk memberi apresiasi lebih pada deretan anime underrated ini karena menawarkan ide futuristik berani serta pesan emosional yang tak kalah menarik dari judul populer lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Genre fiksi ilmiah atau science fiction (sci-fi) dalam dunia anime selalu punya cara unik untuk memikat penontonnya lewat ide-ide futuristik yang penuh imajinasi. Di Netflix, sejumlah judul seperti Cyberpunk: Edgerunners, Ghost in the Shell: SAC_2045, hingga Pluto berhasil mencuri perhatian berkat kualitas cerita dan visualnya yang kuat. Deretan judul ini pun sering dianggap sebagai representasi terbaik anime sci-fi di platform tersebut.

Namun, di balik popularitasnya, masih banyak anime sci-fi orisinal Netflix lain yang justru kurang mendapat sorotan. Padahal, beberapa di antaranya menawarkan konsep yang gak kalah menarik, mulai dari biopunk yang menegangkan hingga drama robot yang emosional. Sayang banget kalau dilewatkan, berikut lima rekomendasi anime sci-fi orisinal Netflix underrated yang layak kamu apresiasi lebih!

1. A.I.C.O. -Incarnation- (2018)

adegan dalam serial A.I.C.O. -Incarnation-
adegan dalam serial A.I.C.O. -Incarnation- (dok. Netflix/A.I.C.O. -Incarnation-)

Mengusung tema bencana biologis, A.I.C.O. -Incarnation- berlatar Jepang tahun 2035, ketika dunia dihadapkan pada fenomena “Burst” yang memunculkan organisme buatan liar bernama Matter. Dua tahun berselang, seorang gadis remaja bernama Aiko Tachibana menemukan fakta mengejutkan kalau tubuhnya bukanlah tubuh asli, melainkan duplikat buatan yang menyimpan kesadarannya. Demi mengungkap kebenaran sekaligus menyelamatkan versi asli dirinya, Aiko pun bergabung dengan tim penyelam berbahaya bernama Divers dan nekat menembus zona terlarang menuju titik pusat bencana.

Sebagai salah satu anime orisinal awal di Netflix, A.I.C.O. -Incarnation- memang sempat tenggelam di antara rilisan lain yang lebih ramai dibicarakan. Padahal, anime ini digarap oleh Studio Bones, studio di balik My Hero Academia dan Fullmetal Alchemist, yang dikenal dengan animasi dinamis dan eksekusi aksi yang solid. Ceritanya pun dibuat tuntas tanpa menyisakan gantung di akhir cerita, sehingga menjadikannya popcorn anime yang memuaskan untuk ditamatkan dalam sekali duduk!

2. Levius (2019)

adegan dalam serial Levius
adegan dalam serial Levius (dok. Netflix/Levius)

Berlatar dunia pascaperang abad ke-19, Levius mengikuti Levius Cromwell, remaja yang kehilangan ayah dan lengan kanannya akibat perang, sementara ibunya masih terbaring koma. Dalam dunia ini, olahraga bernama Metalboxing jadi hiburan populer, di mana para petarung menggunakan anggota tubuh mekanik bertenaga uap untuk bertarung di arena brutal. Demi mencari tujuan hidup sekaligus melawan luka masa lalu, Levius pun terjun ke dunia tersebut dengan bimbingan pamannya, Zacks, sambil menghadapi lawan-lawan kuat termasuk petarung misterius bernama A.J. Langdon.

Perpaduan tinju dan teknologi mekanik canggih inilah yang menjadi daya tarik utama Levius. Pun secara tematik, anime ini gak sekadar menyajikan pertarungan, tapi juga mengangkat isu trauma perang, PTSD, hingga bagaimana manusia bisa “dikomersialkan” dalam sistem kapitalis. Walaupun punya konsep unik, sayangnya Levius kurang mendapat sorotan jika dibandingkan dengan anime martial arts Netflix lain seperti Kengan Ashura dan Baki yang lebih ramai secara promosi.

3. Eden (2021)

adegan dalam serial Eden
adegan dalam serial Eden (dok. Netflix/Eden)

Eden menawarkan pendekatan fiksi ilmiah yang lebih hangat dan emosional lewat kisah sederhana tentang hubungan antara manusia dan mesin. Berlatar di dunia bernama Eden 3 yang hanya dihuni oleh para robot setelah kepunahan umat manusia, ceritanya bermula ketika dua robot pekerja, A37 dan E92, secara gak sengaja menemukan bayi manusia bernama Sara dan memutuskan untuk merawatnya diam-diam. Dari sini, dimulailah petualangan Sara dalam mencari jati diri sekaligus mengungkap misteri hilangnya peradaban manusia.

Dibalut dalam format miniseri empat episode, karya sutradara kondang Yasuhiro Irie (Fullmetal Alchemist: Brotherhood) ini memang terasa sangat singkat dan punya pengembangan karakter yang agak terburu-buru. Meski begitu, jalinan ceritanya yang mencakup pencarian makna keluarga, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan ini tetap berhasil memberikan emotional damage yang cukup terasa. Dari sisi presentasi, Eden juga tampil memikat dengan perpaduan visual CGI dan latar 2D yang lembut, ditambah musik garapan Kevin Penkin (Made in Abyss) yang sukses memperkuat emosi di tiap adegan.

4. The Orbital Children (2022)

adegan dalam serial The Orbital Children
adegan dalam serial The Orbital Children (dok. Netflix/The Orbital Children)

Visual penuh warna dari anime Netflix ini mungkin terlihat menggemaskan, tapi jangan salah sangka karena topik yang diangkat cukup "berat". The Orbital Children menyuguhkan diskusi menarik soal AI Singularity, ramalan nasib umat manusia, hingga teknologi augmented reality yang terasa futuristik tapi tetap masuk akal. Setiap dialognya pun punya peran penting dalam mengungkap misteri besar, sehingga menuntut konsentrasi penuh yang mungkin membuat sebagian orang ragu untuk meliriknya.

Kisahnya sendiri berlatar tahun 2045 di stasiun luar angkasa komersial Jepang bernama Anshin yang mendadak jadi zona bahaya. Di sana, lima anak, Touya dan Konoha yang lahir di Bulan serta Mina, Taiyo, dan Hiroshi yang berasal dari Bumi, terjebak setelah kecelakaan besar akibat tabrakan komet. Tanpa kehadiran orang dewasa, mereka harus memutar otak dengan bantuan AI dan teknologi canggih demi bertahan hidup dari ancaman kehabisan oksigen. Mampukah mereka keluar hidup-hidup dari situasi genting ini?

5. Exception (2022)

adegan dalam serial Exception
adegan dalam serial Exception (dok. Netflix/Exception)

Untuk melengkapi daftar ini, ada Exception yang menggabungkan horor dan fiksi ilmiah dalam satu paket ketegangan yang intens. Anime ini berkisah tentang tim spesialis yang dikirim ke planet jauh untuk melakukan proses terraforming demi menyelamatkan umat manusia dari kepunahan. Konflik memuncak saat mesin cetak biologis mengalami malfungsi akibat badai matahari dan mengubah salah satu anggota tim, Lewis, menjadi sosok mengerikan yang mengancam nyawa kru lainnya.

Salah satu hal yang membuat Exception kerap dipandang sebelah mata adalah penggunaan animasi CGI dengan desain karakter dari Yoshitaka Amano (Gatchaman) yang terasa kurang mulus bagi sebagian penonton. Namun, di balik itu, anime ini sejatinya adalah whodunit luar angkasa yang menggali isu mendalam soal identitas, kemanusiaan, dan moralitas. Kamu bakal terus diajak menebak-nebak siapa sebenarnya sang pengkhianat di dalam pesawat, sampai akhirnya sebuah plot twist bikin kamu sadar kalau semuanya gak sesimpel yang terlihat.

Di balik popularitas anime sci-fi yang sudah lebih dulu dikenal, ternyata masih banyak judul underrated di Netflix yang menyimpan cerita menarik dan konsep yang gak kalah berani. Kalau selama ini kamu kelewatan, sekarang saatnya mereka masuk ke watchlist-mu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More