Best New Artist merupakan salah satu kategori tertua di ajang Grammy Awards. Penghargaan ini sudah ada sejak penyelenggaraan Grammy Awards kedua yang digelar pada 1959 silam. Sejak saat itu, penghargaan ini menjadi penanda penting bagi musisi pendatang baru yang dinilai paling bersinar dalam setahun terakhir.
Namun, di balik prestise yang melekat pada penghargaan tersebut, tersimpan sebuah anggapan yang terus dibicarakan hingga kini. Banyak yang meyakini adanya “kutukan” Best New Artist, yang menyebut bahwa karier para pemenangnya justru akan meredup setelah membawa pulang piala gramofon emas tersebut.
Bahkan, alih-alih melesat semakin tinggi, sejumlah pemenang justru disebut kesulitan mempertahankan popularitas dan kesuksesan mereka di tahun-tahun berikutnya. Lantas, apa benar “kutukan” Best New Artist ini nyata? Atau hal tersebut cuma kebetulan saja? Yuk, mari kita bedah!
