Apakah Lorong Waktu Akan Dibuat Panjang Seperti Para Pencari Tuhan?

Jakarta, IDN Times - Lorong Waktu kembali menyapa penonton setianya lewat sekuel terbaru berjudul Lorong Waktu 2. Sinetron ini menjadi kelanjutan dari Lorong Waktu (2025), yang merupakan versi regenerasi dari sinetron legendaris yang pertama kali ditayangkan di televisi pada 1999 dan sempat menjadi salah satu tayangan yang membekas di hati masyarakat Indonesia.
Digarap oleh Deddy Mizwar, yang juga dikenal sebagai kreator Para Pencari Tuhan (PPT), muncul pertanyaan apakah ke depannya Lorong Waktu juga akan memiliki cerita panjang yang berjilid-jilid seperti Para Pencari Tuhan? Lantas, apa kata Deddy Mizwar terkait pertanyaan tersebut? Simak berita selengkapnya di bawah ini.
1. Lorong Waktu belum tentu memiliki season yang panjang berjilid-jilid seperti PPT karena ceritanya terbatas

Dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times pada Selasa (24/2/2026), Deddy Mizwar mengungkapkan bahwa Lorong Waktu belum tentu akan dibuat panjang berjilid-jilid seperti Para Pencari Tuhan. Salah satu alasannya adalah karena keterbatasan cerita yang berkaitan dengan perkembangan usia para tokohnya, terutama karakter anak-anak yang sejak awal menjadi daya tarik utama sinetron tersebut.
“Belum tentu juga. Sinetron ini mengikuti kisah anak-anak kecil, yang kemudian sudah gede. Kita mesti cari tokoh lain lagi,” kata Deddy Mizwar saat dijumpai di production house-nya yang berlokasi di kawasan Jakarta Timur.
Menurut produser yang akrab disapa Pak Haji tersebut, seiring bertambahnya usia para karakter, maka pendekatan cerita juga perlu diubah agar tetap relevan.
2. Alasan regenerasi Lorong Waktu: Karena teknologi yang semakin canggih

Dalam wawancara kami yang berjalan santai setelah waktu berbuka puasa, Pak Haji juga berbagi cerita mengenai latar belakang keputusannya untuk melanjutkan kembali kisah Lorong Waktu ini setelah lebih dari dua dekade.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan zaman, khususnya kemajuan teknologi yang semakin canggih, menjadi salah satu faktor pendorong untuk menghadirkan kembali sekuel terbaru sinetron tersebut kepada penonton. Perubahan ini dinilai membuka ruang eksplorasi cerita yang lebih relevan dengan kondisi saat ini, tanpa meninggalkan pesan moral dan nilai religi yang menjadi ciri khasnya sejak awal.
“Ada lompatan teknologi. Labnya tadinya kan sederhana, pake panel-panel. Sekarang semuanya digital. Ada tempat bertanya lagi. AI kan?,” ungkap Deddy Mizwar.
Ia melanjutkan, “Tetapi di balik semua itu, tetap teknologi punya keterbatasan karena ada yang maha mengetahui. Dia cuma tau, tapi tidak maha mengetahui.”
3. Pertimbangkan unsur romantism untuk menggaet kalangan Gen Z

Nah, untuk menjangkau penonton yang lebih luas, terutama generasi muda seperti Gen Z, Deddy Mizwar pun mempertimbangkan penambahan unsur romantisme dalam cerita terbaru Lorong Waktu. Dinamika percintaan di antara karakter yang kini telah beranjak dewasa ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri yang membuat ceritanya menjadi semakin menarik untuk disaksikan.
“Sekarang ada bumbu percintaan kan ustaz Zidannya. Ada unsur romantism yang membuat penonton remaja juga jadi gereget,” ungkap Pak Haji sambil tertawa kecil.
Kendati demikian, Pak Haji menegaskan bahwa pengembangan elemen romansa tersebut tetap dirancang tanpa menghilangkan identitas Lorong Waktu.









![[QUIZ] Tebak Nama Tokoh TV yang Suka Muncul Pas Ramadan Ini!](https://image.idntimes.com/post/20220406/foto-cover-33c8d087c675a3e6c8f2ca8540a4b95d.jpg)








