Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Band Opening Act yang Lebih Terkenal dari Bintang Utamanya

5 Band Opening Act yang Lebih Terkenal dari Bintang Utamanya
Queen (facebook.com/Queen)
Intinya Sih
  • Banyak band legendaris seperti Led Zeppelin, AC/DC, The Doors, Queen, dan The Beatles memulai kariernya sebagai opening act sebelum akhirnya melampaui popularitas bintang utama yang mereka dukung.
  • Penampilan energik dan orisinal di panggung pembuka sering kali menjadi titik balik yang mengubah nasib band-band tersebut menuju kesuksesan global dan status ikonik dalam sejarah musik rock.
  • Fenomena ini menunjukkan bahwa posisi pembuka bukan sekadar formalitas, melainkan ruang lahirnya legenda baru yang mampu mengubah arah industri musik dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam sejarah musik rock, ada banyak kisah menarik tentang band yang awalnya hanya tampil sebagai pembuka konser, tapi akhirnya justru melampaui popularitas bintang utama yang mereka dukung. Dunia musik memang penuh kejutan. Kadang penonton datang untuk melihat headliner, tapi pulang dengan nama lain yang terus terngiang di kepala.

Fenomena ini membuktikan bahwa panggung pembuka bukan sekadar formalitas. Justru di sanalah sering lahir legenda baru. Dari era 1960-an sampai 1970-an, beberapa band rock klasik memulai langkah besarnya sebagai opening act sebelum akhirnya menjadi ikon global yang tak tergantikan.

1. Led Zeppelin

Led Zeppelin
Led Zeppelin (instagram.com/ledzeppelin)

Sebelum dikenal sebagai raksasa rock 1970-an dengan sound blues elektrik yang berat dan penuh energi, Led Zeppelin ternyata pernah menjadi band pembuka untuk Iron Butterfly. Saat itu, Iron Butterfly tengah berjaya lewat lagu epik mereka, “In-A-Gadda-Da-Vida,” yang berdurasi belasan menit dan jadi simbol era psychedelic rock.

Pada awal 1969, Led Zeppelin ikut tur dan tampil di beberapa konser, termasuk di Fillmore East, ketika album debut mereka mulai merangkak naik di tangga lagu. Menariknya, di konser-konser tersebut Led Zeppelin sudah membawakan lagu-lagu yang kelak jadi klasik seperti “Dazed and Confused.” Energi mereka di atas panggung perlahan mencuri perhatian penonton.

Seiring waktu, popularitas Led Zeppelin meledak hingga menjual puluhan juta album di Amerika Serikat saja. Sementara Iron Butterfly tak pernah lagi menyamai kesuksesan hit besarnya, Led Zeppelin justru menjelma menjadi salah satu band rock paling berpengaruh sepanjang masa.

2. AC/DC

AC/DC (instagram.com/acdc)
AC/DC (instagram.com/acdc)

Pada pertengahan 1970-an, AC/DC masih menjadi band hardcore asal Australia yang belum terlalu dikenal di luar negaranya. Mereka mendapat kesempatan emas ketika menjadi pembuka tur Eropa untuk Rainbow, proyek band bentukan Ritchie Blackmore bersama Ronnie James Dio.

Saat itu Rainbow sudah punya basis penggemar kuat, sementara AC/DC datang dengan materi dari album internasional perdana mereka, “High Voltage.” Namun setiap malam, penampilan AC/DC yang lugas, bertenaga, dan tanpa basa-basi justru mencuri perhatian. Bahkan Ronnie James Dio sendiri mengakui bahwa AC/DC sering mengalahkan mereka di atas panggung.

Tidak butuh waktu lama hingga AC/DC meroket lewat album-album akhir 1970-an dan menjadi ikon hard rock dunia. Sementara Rainbow tetap dihormati sebagai band cult, AC/DC berubah menjadi mesin hit global yang stadionnya selalu penuh.

3. The Doors

The Doors.
The Doors (facaebook.com/The Doors)

Sebelum dikenal luas, The Doors hanyalah band lokal Los Angeles yang menjadi house band di klub legendaris Whisky a Go Go. Saat itu, band Inggris Them yang dipimpin Van Morrison tampil sebagai headliner dalam tur Amerika mereka pada 1966. The Doors tampil sebagai pembuka tidak resmi dan bahkan sempat melakukan jam session bersama Them di akhir pertunjukan.

Setahun kemudian, The Doors merilis album debut yang langsung melejit. Lagu seperti “Light My Fire” membawa mereka ke puncak tangga lagu dan menjadikan Jim Morrison ikon era 1960-an. Sementara Them tak lagi mencetak hit besar di Amerika, The Doors justru menjadi fondasi penting dalam sejarah rock. Dari band pembuka klub, mereka berubah menjadi simbol pemberontakan satu generasi.

4. Queen

Queen.
Queen (facebook.com/Queen)

Di Inggris, Queen mulai mencuri perhatian lewat album “Sheer Heart Attack.” Namun di Amerika Serikat, mereka masih belum benar-benar dikenal. Pada 1974, Queen melakukan tur sebagai pembuka untuk Mott the Hoople, band yang saat itu lebih populer di pasar Amerika berkat lagu “All the Young Dudes.” Tur tersebut menjadi titik balik penting.

Penampilan panggung Queen yang teatrikal dan penuh karisma mulai menarik basis penggemar baru. Dalam waktu singkat, mereka tak lagi menjadi band pembuka. Lagu “Bohemian Rhapsody” melambungkan nama Queen hingga mampu menjadi headliner di arena besar. Ironisnya, tur sebagai supporting act itulah yang justru membuka jalan menuju dominasi global.

5. The Beatles

The Beatles (instagram.com/thebeatles)
The Beatles (instagram.com/thebeatles)

Banyak orang mengira ledakan popularitas The Beatles dimulai setelah tampil di “The Ed Sullivan Show” pada 1964. Padahal sebelum itu, pada 1963, mereka sudah ikut tur di Inggris sebagai band pendukung untuk Roy Orbison. Saat itu Roy Orbison adalah bintang besar Amerika dengan lagu-lagu hit seperti “Only the Lonely” dan “Crying.”

Namun sepanjang tur tersebut, antusiasme penonton terhadap The Beatles semakin menggila. Di beberapa kota, mereka bahkan dipromosikan menjadi co-headliner karena sambutan yang luar biasa. Fenomena Beatlemania pun mulai tak terbendung. Dari sekadar band pembuka, The Beatles menjelma menjadi grup paling berpengaruh dan terlaris sepanjang sejarah musik modern.

Kisah-kisah ini membuktikan bahwa status opening act bukanlah batas akhir. Justru di panggung pembuka itulah bakat besar sering ditemukan dan sejarah musik mulai berubah arah. Menurut kamu, band mana lagi yang pantas masuk daftar band pembuka yang akhirnya lebih terkenal dari bintang utamanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More