potret Bernadya (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Bernadya menyebut akan tetap fokus berkarya dan menikmati setiap tahapannya. Seiring perjalanannya, ia menyadari bahwa dalam bermusik, tidak ada rumus pasti untuk meraih kesuksesan.
“Lebih jadi tahu kalau gak ada formulanya. Nanti juga ada waktunya,” ujar Bernadya.
Kini, ia pun antusias untuk kembali melahirkan karya baru lewat album keduanya. Dalam presentasinya, Bernadya menyebut bahwa album yang belum bisa di-spill judulnya ini merupakan penanda era baru dalam perjalanan bermusiknya yang merepresentasikan versi dirinya yang sedikit lebih dewasa.
Sementara dari sisi musikal, Bernadya menjelaskan, arah album terbarunya ini berangkat dari nuansa nostalgia yang kerap dirasakan pendengar dari karyanya terdahulu yang dinilai memiliki atmosfer seperti musik band era 2000-an. Dari situlah ia kemudian menjadikan nuansa tersebut sebagai pijakan awal, termasuk dalam penggarapan single “Kita Buat Menyenangkan.”
“Kalau secara musik, berangkatnya dari Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan. Aku sempat baca orang selalu ngomong, 'Untungnya' terasa nostalgia gitu. Terasa seperti mendengarkan band tahun 2000-an. Terus aku, kenapa gak berangkat dari situ? Makanya kenapa Kita Buat Menyenangkan, awalnya arahnya ke sana.”
Meski begitu, Bernadya sendiri tak serta-merta memberi label nuansa musik era 2000-an pada album keduanya. Ia mengaku khawatir kalau eksekusi konsep yang diusung tidak tersampaikan dengan baik kepada pendengar. Oleh karena itu, ia merasa lebih nyaman jika album terbarunya ini disebut memiliki nuansa musik yang nostalgic dan katro.
“Aku pesimis, aku selalu takut kalau eksekusinya gak benar dan orang gak bisa nangkep maksud kita kalau kita ngomong 2000-an. Aku selalu ngomong ke produser, pokoknya aku penginnya terdengar katro gitu”.
Album kedua Bernadya ini sudah rampung sekitar 85 persen. Meski begitu, baik Bernadya maupun pihak label masih belum bisa mengungkapkan jadwal perilisannya. Jadi, kita nantikan saja update selanjutnya, ya.