Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Buku yang Pernah Dibaca Kak Ros, Ada Novel Bertema Cinta!
daftar buku yang pernah dibaca Kak Ros, kakak perempuan Upin dan Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
  • Kak Ros ternyata gemar membaca dan memiliki koleksi buku beragam, mulai dari legenda, resep masakan, hingga kisah fabel yang muncul di berbagai episode Upin & Ipin.
  • Beberapa buku yang dibaca Kak Ros mencerminkan sisi personalnya, seperti novel cinta remaja, karya Datuk Lat 'The Kampung Boy', serta buku resep Jepang untuk menyambut temannya.
  • Buku paling emosional bagi Kak Ros adalah 'Ros Puteriku', tulisan orang tuanya yang membuatnya sadar akan kasih sayang keluarga dan mengenang masa kecilnya dengan haru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rasanya, tak banyak orang yang tahu soal fun fact Kak Ros yang aslinya gemar membaca buku. Walau karakternya tidak sepenuhnya dipotret sebagai sosok nerdy dan anak kutu buku selayaknya Mei Mei, kakak perempuan Upin dan Ipin ini tetap diperlihatkan punya ketertarikan yang cukup besar terhadap berbagai buku bacaan.

Ada banyak momen singkat yang jadi bukti kalau Kak Ros suka mengisi waktu luangnya dengan membaca buku, meski di saat yang sama ia juga gemar mendengarkan musik atau bermain game di tablet. Bila ingin tahu berbagai judul buku apa saja yang pernah dibaca Kak Ros, kamu bisa menyimak daftarnya lewat artikel berikut ini!

1. Legenda Budak Kembar

Kak Ros membaca buku Legenda Budak Kembar di kursi ruang tamu (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Di poin pertama ada buku berjudul "Legenda Budak Kembar". Buku satu ini pernah terlihat dibaca Kak Ros pada episode "Kembara Kecil-Kecilan" sekaligus digenggamnya pada episode "Cari dan Simpan". Sayangnya, tidak diketahui sama sekali buku ini bercerita tentang apa, karena di dua episode tadi, bagian isi atau halaman bukunya tidak pernah diperlihatkan. Hanya sampul depannya saja yang terlihat cukup jelas, dengan potret latar tempat bernuansa senja serta siluet manusia dan pohon tak berdaun.

Kalau boleh menebak, mungkin buku ini berkisah tentang perjalanan inspiratif atau petualangan sepasang anak kembar beserta pesan moral yang terkandung di dalamnya. Walau bukan buku parenting, bisa jadi Kak Ros tertarik membacanya karena topiknya menyinggung sepasang anak kembar yang mengingatkannya pada Upin dan Ipin. Siapa tahu, ia juga berharap bisa mendapat sedikit pencerahan atau sudut pandang baru dari buku ini, yang dapat membantunya untuk memperlakukan kedua adiknya dengan lebih baik.

2. Resepi Masakan Jepun

Kak Ros sibuk membaca buku Resepi Masakan Jepun supaya pandai membuat Sashimi (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Kak Ros memang sangat perhatian sekali orangnya. Saking tak ingin mengecewakan sahabat penanya, Hideko, yang akan menginap di rumahnya beberapa hari. Kak Ros sampai rela-relain belajar bagaimana memasak sashimi, salah satu olahan ikan mentah khas Jepang. Ia melakukannya agar kawan luar negerinya itu dapat merasa nyaman dan tak perlu khawatir kelaparan bila kebetulan tak cocok dengan makanan yang biasa tersaji di rumahnya.

Namun, karena Kak Ros hanyalah remaja kampung biasa yang pastinya gak punya akses untuk pergi ke tempat kursus memasak makanan Jepang, akhirnya ia hanya mengandalkan buku "Resepi Masakan Jepun" yang kemungkinan dibelinya dari toko buku di sekitaran kawasan tempat ia tinggal. Isi bukunya tampak full color dengan foto ilustrasi sekaligus tahapan memasak yang tampak ringkas dan mudah diikuti.

3. Al-Kisah Nenek Kebayan

Kak Ros tengah fokus membaca buku Al-Kisah Nenek Kebayan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Kak Ros tampaknya memang punya selera bacaan yang cukup variatif dan gak melulu terpaku pada satu genre saja. Pada episode "Nenek Si Bongkok Tiga", ketika Upin dan Ipin tengah bersemangat menceritakan keseruan mereka bermain roleplay Nenek Kebayan, Kak Ros di saat yang sama rupanya juga tengah duduk santai sambil membaca buku "Al-Kisah Nenek Kebayan".

Kalau dilihat sekilas, isi bukunya tampak cukup tebal dan sepertinya termasuk tipe buku full teks dengan selipan ilustrasi kecil di beberapa bagian. Meski tak dijelaskan lengkap, namun dari menonton episodenya, penonton bakal mendapat sedikit bocoran sinopsis tentang Kisah Nenek Kebayan, yang digambarkan sebagai nenek tua baik hati yang suka bercerita, akrab dengan anak kecil, dan sukarela berbagi makanan.

4. Koleksi buku bertema cinta

Upin dan Ipin sempat kaget mendapati ada banyak buku bertema cinta di meja belajar Kak Ros (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Tak bisa dimungkiri, Kak Ros lagi-lagi hanyalah remaja yang sedang berada di fase mudah kasmaran dan mulai tertarik pada urusan percintaan. Selayaknya banyak anak perempuan yang gemar membaca buku-buku bertema cinta atau teen-lit, Kak Ros pun tampaknya turut memiliki ketertarikan yang sama. Pada episode "Jambatan Ilmu" musim ke-9, ada satu adegan yang memperlihatkan Upin dan Ipin tengah sibuk mengorek-ngorek koleksi buku milik Kak Ros yang berada di meja belajar kakak perempuannya itu.

Kedua bocah botak ini pun menemukan banyak judul buku, seperti "Cinta Abadi", "Cinta yang Satu", "Cinta Bersemi Jua", sampai "Apa Itu Cinta?". Semua sampul bukunya punya ciri khas yang mirip, yakni menghadirkan elemen seperti bunga mawar, simbol hati, sampai glitter effect di mana-mana. Sepertinya, koleksi bacaan milik Kak Ros ini merupakan novel remaja bergenre romansa yang memang umum digemari anak SMA seusia dirinya.

5. The Kampung Boy

Kak Ros jatuh cinta dengan buku-buku karya Datuk Lat dan memiliki semua koleksinya, termasuk buku the Kampung Boy (Anak Kampung) ini (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Pada episode "Kartunis Legenda" musim ke-16, penonton sempat diperlihatkan pada kegemaran Kak Ros dalam mengoleksi buku karya Datuk Lat. Ia bahkan memiliki semua serinya, termasuk buku "The Kampung Boy" edisi spesial yang dibubuhi tanda tangan langsung dari Datuk Lat. "The Kampung Boy" sendiri merupakan novel grafis autobiografi yang mengisahkan perjalanan masa kecil Datuk Lat di pedesaan Malaysia, lengkap dengan berbagai kenangan yang bikin nostalgia saat membacanya.

Kak Ros yang biasanya melarang adiknya menyentuh koleksi buku miliknya, justru di episode ini dengan sukarela membiarkan Upin dan Ipin melihat-lihat sekaligus membaca sebentar buku "The Kampung Boy" ini, karena ia berujar kalau cerita di dalamnya sangat menghibur dan sarat akan pengajaran. Di samping memiliki komik "Kembara Kembar Nakal" yang cerita dan ilustrasinya dibuat sendiri olehnya, Kak Ros rupanya juga turut mengidolakan sosok kartunis berbakat seperti Datuk Lat.

6. Sang Kancil vs Buaya

Kak Ros membaca buku Sang Kancil vs Buaya (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Walaupun fabel atau cerita dongeng hewan umumnya merupakan jenis bacaan yang lebih disukai dan difavoritkan anak-anak TK hingga SD. Terlebih, dahulu guru di sekolah juga sering memberi kita tugas untuk membaca buku-buku seperti ini. Nyatanya, Kak Ros pun ternyata masih suka sesekali menyimak kisah tentang hewan-hewan lucu yang telah menjadi cerita turun-temurun sejak lama.

Buktinya bisa kamu lihat pada episode "Penghibur Jalanan" musim ke-19. Tampak Kak Ros asyik berbaring di kursi ruang tamu sambil membaca buku "Sang Kancil vs Buaya" yang tokohnya terasa familier sekali karena memang berasal dari serial animasi produksi Les' Copaque lainnya, yaitu Pada Zaman Dahulu. Entah seperti apa format isi bukunya, apakah didominasi teks atau justru disajikan dalam bentuk komik bergambar. Yang jelas, Kak Ros tampak enjoy sekali dalam membacanya.

7. Ros Puteriku

Kak Ros tak kuasa menahan tangis usai membaca buku spesial bertajuk "Ros Puteriku" (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Ini adalah buku spesial yang berada di perpustakaan pribadi tersembunyi di rumah Opah. Walau ada banyak buku yang terpajang di sana, Kak Ros baru menemukan buku "Ros Puteriku" ini saat ia sudah beranjak dewasa. Buku tersebut berisi semacam diary yang ditulis langsung oleh ayah dan ibunya mengenai dirinya. Buku ini juga sempat dibaca oleh Upin dan Ipin, sampai-sampai mereka jadi tahu sekaligus menertawakan aib masa kecil Kak Ros yang rupanya dulu adalah anak nakal dan sulit dinasihati oleh orangtua.

Namun, berbeda dari reaksi kedua adiknya yang tampak begitu antusias melihat-lihat cerita masa kecil sang kakak yang tertulis di dalamnya, Kak Ros justru terlihat kaget sekaligus tak kuasa menahan tangis usai membaca isi buku tersebut. Rupanya, selama ini ia salah paham dan mengira kedua orangtuanya hanya lebih menyayangi Upin dan Ipin. Padahal, dirinya juga turut disayangi, yang dibuktikan dari betapa dalam dan personalnya isi buku itu.

Tulisan-tulisan di dalamnya sangat menyentuh hati karena benar-benar memperlihatkan sudut pandang kedua orangtuanya terhadap sosok Kak Ros kecil. Mak dan Abah (panggilan Kak Ros untuk kedua orangtuanya) bahkan mengingat begitu banyak detail kelakuan serta personality traits dirinya, hingga membuat Kak Ros merasa benar-benar diperhatikan dan disayangi.

Ya, meskipun faktanya mayoritas scene yang memperlihatkan Kak Ros membaca berbagai buku di atas hanya ditampilkan sekilas saja, bahkan sebagian bukunya tidak pernah diperlihatkan isi ataupun bocoran ceritanya. Namun, hal itu memang wajar, mengingat sebagian besar episode Upin & Ipin tidak berfokus pada kesukaan Kak Ros dalam membaca. Meski begitu, pastinya tetap menarik mengetahui bahwa kakak perempuan Upin dan Ipin ini rupanya cukup rutin membaca buku, bahkan memiliki koleksi buku fisik yang lumayan banyak di rumahnya. Semoga saja, hobi Kak Ros dalam membaca buku ini juga bisa ikut menginspirasi kamu untuk lebih rajin membaca juga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article