- Blood, Sweat and No Tears (1989)
- Just Look Around (1992)
- Scratch the Surface (1994)
- Built to Last (1997)
- Call to Arms (1999)
- Yours Truly (2000)
- Life on the Ropes (2003)
- Death to Tyrants (2006)
- XXV Nonstop (2011)
- The Last Act of Defiance (2014)
- Wake the Sleeping Dragon! (2018)
Lou Koller, Vokalis Sick of It All Meninggal Dunia dalam Usia 59 Tahun

Lou Koller, vokalis Sick of It All, meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah berjuang melawan kanker esofagus selama dua tahun.
Lou Koller mendirikan Sick of It All pada 1986 bersama saudaranya, Pete Koller, dan mengawali karier lewat album Blood, Sweat and No Tears.
Selama hampir empat dekade berkarier, Lou meninggalkan deretan album ikonis bersama Sick of It All serta proyek sampingan Blood from the Soul.
Berita duka datang dari grup band hardcore punk rock, Sick of It All. Dilansir E News, Lou Koller vokalis Sick of It All meninggal dunia dalam usia 59 tahun. Berita duka tersebut disampaikan lewat akun Instagram resmi band pada Jumat (24/7/2026).
"Dengan kesedihan yang luar biasa, kami mengumumkan kepada keluarga hardcore kami di seluruh dunia tentang meninggalnya saudara kami Lou Koller," demikian bunyi kutipan pernyataan resmi Sick of It All tentang kematian sang vokalis, Lou Koller.
1. Lou Koller meninggal setelah berjuang melawan kanker

Menurut informasi yang beredar, Lou Koller meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker esofagus selama dua tahun. Kepergian Lou untuk selama-lamanya telah meninggalkan perasaan duka mendalam bagi Pete Koller, Armand Majidi, dan Craig Setari yang merupakan rekan almarhum di Sick of It All.
"Kami kehilangan seorang teman yang disayangi dan seorang frontman ikonik. Lou memiliki kekuatan untuk mengangkat semangat semua orang di pertunjukan kami dengan senyum dan komentar sarkastik, dan dia menaklukkan orang-orang di mana pun kami bermain, dari setiap budaya dan setiap sudut dunia," sambung pernyataan band.
Pada 2024 lalu, Lou mengumumkan bahwa dokter menemukan adanya tumor ganas pada kerongkongannya yang telah meluas sampai ke area perut. Setelah pengumuman itu, Sick of It All terpaksa membatalkan tur di Eropa dan mendorong komunitas musik hardcore bersatu dengan konser amal dan donasi.
Sebenarnya, Lou sempat mengumumkan pada Mei 2025 kalau ia sudah bebas dari kanker setelah menjalani kemoterapi terakhir. Walau begitu, penyakit tersebut rupanya kembali dialami Lou beberapa bulan kemudian.
"Perjuangannya sekarang sudah berakhir dan dia akhirnya bisa beristirahat. Semoga dia masih bisa melihat dan merasakan tanda indah dan positif yang ditinggalkannya di dunia."
2. Lou Koller membentuk Sick of It All pada tahun 1986

Sementara itu, Lou bersama saudaranya, Pete Koller, membentuk Sick of It All bersama drummer Armand Majidi di Queens, New York, pada tahun 1986 silam. Grup ini kemudian merilis album debut bertajuk Blood, Sweat and No Tears di tahun 1989.
Puncak kesuksesan komersial terjadi pada pertengahan tahun 1990-an. Album Scratch the Surface (1994) yang dirilis East West mendapat pujian kritis kala itu. Album mereka selanjutnya, Built to Last (1997), mencapai peringkat ke-32 di tangga lagu Billboard Heatseekers Albums.
Band ini kemudian menandatangani kontrak dengan Fat Wreck Chords dan terus merilis karya sampai tahun 2010-an. Pada 2020, Sick of It All berhasil menjual setidaknya setengah juta rekaman di seluruh dunia selama berkarier.
"Tahun ini seharusnya menandai ulang tahun ke-40 Sick of It All sebagai sebuah band, dan persahabatan, komitmen, dan semangat Lou selalu teguh sepanjang tahun," lanjut pernyataan resmi Sick of It All.
Selain itu, Lou sempat memulai side project-nya bersama Shane Embury, bassist Napalm Death, yang bernama Blood from the Soul dan merilis album debut bertajuk To Spite the Gland That Breeds dirilis pada 1993.
3. Diskografi Lou Koller semasa berkarya di blantika musik

Berikut rangkuman diskografi Lou Koller semasa hidup dan berkarya di blantika musik, antara lain:
Album studio bersama Sick of It All:
Bersama Blood from the Soul:
- To Spite the Gland That Breeds (1993)
Selamat jalan, Lou Koller. Karya-karyamu di dunia musik akan dikenang selalu oleh para penggemar.





















