potret Anggun C. Sasmi di kantor IDN, Jakarta, Rabu (1/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Dalam agenda media visit di kantor IDN, Rabu (1/4/2026), Anggun C. Sasmi menjelaskan bahwa syuting film Para Perasuk dilakukan lebih dulu sebelum proyek internasionalnya. Hal ini pun membuatnya bisa merasakan pengalaman sebagai pendatang baru di industri film Indonesia sebelum akhirnya menghadapi standar produksi Hollywood lewat Reacher.
Ia melanjutkan, pengambilan gambar film Para Perasuk dilakukan dua tahun lalu, sekitar 2024, sementara syuting Reacher pada 2025. Nah, karena perbedaan waktu, pengalaman kedua project ini terasa sangat berbeda, terutama dari sisi kondisi cuaca.
“Itu kebalikan, syuting Para Perasuk kepanasan, syuting Reacher, dari kepanasan sampai kedinginan karena 6 bulan di Kanada,” ungkap Anggun C. Sasmi mengingat pengalaman syutingnya di dua project tersebut.
Selain perbedaan cuaca, menurut Anggun, hal yang terasa bisa dilihat dari cara syuting dan sistem produksi. Ia tak menampik bahwa produksi Hollywood memang lebih ketat dan profesional.
“Dan itu gila banget, maksudnya perbedaannya bukan cuma antara perbedaan suhu, tapi juga dari cara bermain, cara production, ini production Amerika kan,” lanjutnya.