Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cerita Stranger Things yang Layak Jadi Serial Spin-Off

poster serial Stranger Things
poster serial Stranger Things (dok. Netflix/Stranger Things)
Intinya sih...
  • Meski Stranger Things akan berakhir pada musim kelima, semestanya dipastikan berlanjut lewat berbagai proyek spin-off.
  • Lima ide serial spin-off yang paling potensial mencakup prekuel Henry Creel, kisah lanjutan Nancy/Jonathan, perjalanan Kali, adaptasi novel, hingga format antologi.
  • Setiap konsep menawarkan cara baru memperluas mitologi Upside Down tanpa bergantung pada cerita utama Hawkins.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hampir sedekade menemani, gak heran jika perilisan Stranger Things Season 5 Volume 1 pada Kamis (26/11/2025) waktu Indonesia langsung memicu hype masif hingga sempat bikin server Netflix tumbang. Respons kritikus pun gak kalah heboh. Apalagi, klimaks ala blockbuster-nya dianggap paling epik sejauh ini.

Namun, di balik euforia tersebut, fans juga dihantui rasa campur aduk karena musim kelima ini menjadi penutup perjalanan Eleven (Millie Bobby Brown) dkk. Apalagi, Volume 2 baru akan tayang 26 Desember dan episode finalnya dirilis tepat pada tahun baru, 1 Januari 2026. Untungnya, Duffer Brothers, sebagai kreator, sudah mengonfirmasi bahwa semesta Stranger Things akan berlanjut lewat beberapa proyek spin-off.

Daripada terus larut dalam kesedihan, gak ada salahnya berandai-andai sebentar. Kira-kira cerita seperti apa yang paling pantas dieksplorasi dalam waralaba ini selanjutnya? Tanpa berlama-lama lagi, berikut lima cerita Stranger Things yang layak dibikin serial spin-off versi IDN Times!

Artikel ini mengandung spoiler bagi yang belum menonton serial Stranger Things Season 5 Volume 1!

1. Adaptasi Stranger Things: The First Shadow

adegan dalam serial Stranger Things
adegan dalam serial Stranger Things (dok. Netflix/Stranger Things)

Mungkin banyak yang belum tahu kalau Stranger Things sudah merambah format teater lewat Stranger Things: The First Shadow pada 2023 lalu. Mengambil latar 1959, jauh sebelum peristiwa dalam serial utamanya dimulai, drama panggung ini berfokus pada keluarga Creel, terutama Henry Creel yang bergulat dengan kekuatan psikisnya. Gak cuma Henry, The First Shadow juga menampilkan versi remaja beberapa karakter yang kelak jadi tokoh penting, seperti Hopper (David Harbour), Joyce (Winona Ryder), hingga Karen Wheeler (Cara Buono).

Karena penting bagi fans untuk memahami keseluruhan saga, adaptasi drama panggung ini ke dalam serial spin-off terasa seperti keharusan. Serialnya dapat mengeksplorasi secara detail masa-masa gelap Henry (Jamie Campbell Bower) sebelum berubah jadi Vecna, termasuk kisah kepindahan keluarganya ke Hawkins. Kisah masa muda Hopper dkk. juga bisa memberi konteks mendalam soal pilihan hidup mereka pada masa mendatang.

Menariknya, Stranger Things Season 5 Volume 1 seolah memberikan "lampu hijau" untuk proyek adaptasi ini dengan menghubungkannya langsung ke alur cerita utama. Dalam salah satu adegan, Max (Sadie Sink), yang koma dan terjebak di alam pikiran Vecna, masuk ke Hawkins High pada 1959 yang merupakan memori sang villain. Visi ini menampilkan Joyce muda dan nama Henry Creel yang tercantum dalam pamflet drama panggung sekolah.

2. Kisah Nancy dan Jonathan di dunia kerja

adegan dalam serial Stranger Things
adegan dalam serial Stranger Things (dok. Netflix/Stranger Things)

Dari sekian karakter manusia tanpa kekuatan super dalam Stranger Things, Nancy Wheeler (Natalia Dyer) dan Jonathan Byers (Charlie Heaton) punya vibe yang paling matang untuk dijadikan fokus utama cerita spin-off yang seru. Pasangan kekasih ini awalnya adalah dua remaja dari kubu berbeda yang disatukan oleh misi berbahaya untuk mengungkap hilangnya Will (Noah Schnapp), adik Jonathan, dan misteri Upside Down dalam musim pertama. Peran keduanya kian solid ketika mereka magang sebagai jurnalis dan fotografer di Hawkins Post pada musim ketiga.

Melihat perjalanan profesional keduanya, serial spin-off bertema "monster-of-the-week" ala The X-Files terasa sangat potensial untuk digarap. Bayangkan Nancy dan Jonathan pindah ke kota besar, bekerja di media yang lebih kompetitif, lalu gak sengaja terseret ke dalam misteri baru yang segelap Hawkins. Kombinasi investigasi jurnalistik, drama kantor, dan petualangan supernatural bakal jadi paket komplet yang memuaskan fans Stranger Things maupun penonton baru!

3. Petualangan Kali

adegan dalam serial Stranger Things
adegan dalam serial Stranger Things (dok. Netflix/Stranger Things)

Sebagian besar fans pasti setuju kalau Kali Prasad alias Eight (Linnea Berthelsen) adalah karakter yang meninggalkan kesan campur aduk dalam Stranger Things Season 2. Dalam episode 7, "The Lost Sister", penyintas eksperimen Hawkins Lab ini muncul sebagai pemimpin geng punk di Chicago yang membawa Eleven memburu para pelaku yang merenggut masa kecil mereka. Sayangnya, banyak kritikus dan penonton menilai arc-nya terasa janggal serta gak diberi ruang untuk berkembang.

Setelah sempat menghilang dari radar selama beberapa musim, Kali secara mengejutkan muncul dalam klimaks Stranger Things Season 5 Volume 1. Ia ditemukan Eleven dan Hopper dalam keadaan terikat di ruangan rahasia laboratorium milik militer yang berada di Upside Down. Tentu ini memunculkan pertanyaan. Bagaimana ia bisa tertangkap, apa yang terjadi selama tahun-tahun pelariannya, dan seberapa penting ia bagi akhir cerita?

Misteri "tahun-tahun yang hilang" ini jelas merupakan amunisi emas bagi sebuah serial spin-off. Versi spin-off ini bisa menggali perjalanan Kali cilik melarikan diri dari Hawkins, memahami kekuatan ilusinya, dan bertemu serta membentuk geng punk yang jadi keluarganya. Selain itu, tiap kota yang ia singgahi bisa jadi arena konflik baru yang memperluas semesta Stranger Things tanpa harus bergantung pada tokoh-tokoh inti Hawkins.

4. Adaptasi Stranger Things: Suspicious Minds

adegan dalam serial Stranger Things
adegan dalam serial Stranger Things (dok. Netflix/Stranger Things)

Gak cuma drama panggung, sejak 2019 Stranger Things juga menelurkan banyak novel yang berada dalam satu semesta serialnya. Kalau penulis boleh memilih satu yang paling layak dijadikan serial spin-off, jawabannya adalah Stranger Things: Suspicious Minds. Novel pertama dalam seri literasi Stranger Things karya Gwenda Bond ini layak dieksplorasi lebih jauh karena menghadirkan sosok Terry Ives muda, yang merupakan ibu kandung Eleven, sebagai pusat emosional dan moral kisahnya.

Suspicious Minds membawa pembaca kembali ke akhir 1960-an. Saat itu, gelombang protes antiperang hingga perubahan budaya bergejolak di Amerika. Di tengah situasi itu, Terry digambarkan sebagai mahasiswi cerdas yang haus tantangan dan penasaran dengan eksperimen pemerintah yang terdengar misterius. Nahas, ketertarikannya pada perubahan bikin ia terjebak dalam proyek MKUltra, eksperimen jahat yang diam-diam dijalankan Dr. Brenner (Matthew Modine) di Hawkins Lab.

5. Antologi dengan karakter dan latar baru, tapi tetap berkaitan dengan Upside Down

adegan dalam serial Stranger Things
adegan dalam serial Stranger Things (dok. Netflix/Stranger Things)

Ide untuk menghadirkan serial spin-off Stranger Things dalam format antologi juga bisa jadi alternatif menarik selanjutnya untuk memperluas semesta serial Netflix satu ini. Lepas dari geng orisinal Hawkins, pendekatan ini memungkinkan penonton untuk melihat karakter dan latar baru dalam setiap episodenya. Meski begitu, benang merahnya tetap sama: misteri Upside Down yang terus menghantui berbagai era dan tempat.

Bayangkan cerita yang berlatar di Kyoto era Bakumatsu. Saat itu, seorang samurai muda menemukan kuil kuno yang terhubung dengan Upside Down. Bisa juga ada kisah di New York era 1950-an tentang seorang seniman yang gak sengaja membuka celah portal dunia terkutuk itu di studionya. Menaruh kisahnya di Siberia setelah insiden Tunguska pada 1908—asal-usul Upside Down?—juga bisa sangat menjanjikan.

Format antologi semacam ini juga bisa memuat eksplorasi genre yang lebih kaya, dari horor historis hingga thriller fiksi ilmiah. Bahkan, serial ini juga bisa memanfaatkan mitologi lokal masing-masing wilayah untuk menciptakan sentuhan horor yang lebih variatif. Berhubung ada kabar spin-off dari live-action-nya memang akan berformat antologi dengan karakter baru, kira-kira Duffer Brothers bakal mengambil inspirasi cerita lintas zaman seperti ini, gak, ya?

Ada segudang potensi cerita yang masih tersisa. Semesta Stranger Things jelas belum kehabisan napas untuk terus hidup lewat berbagai spin-off yang lebih liar dan kreatif. Apa pun yang dipilih duo kreatornya nanti, semoga hasil akhirnya tetap menghadirkan rasa hangat dan nostalgia yang bikin fans jatuh cinta sejak musim pertama!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Hype

See More

8 Meme Kartun tentang Es Krim, Digigit Bikin Ngilu!

29 Nov 2025, 19:24 WIBHype