perjalanan iQIYI di Indonesia (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
Di sisi lain, iQIYI punya visi yang jelas soal karakter di konten lokal mereka. Mengingat 80 persen penontonnya adalah perempuan, semua serial Indonesia yang mereka produksi dirancang dengan karakter utama perempuan yang kuat dan bukan tipe yang diam saat diperlakukan buruk.
"(Karakter) perempuannya tidak menye-menye. Tapi mereka ketika mereka punya goals, punya impian, mereka akan kejar impiannya," ungkap Ikhsan.
Ia lalu berkelakar, "Kalau misalnya di drama-drama sinetron, perempuan-perempuan ini ditampar, tapi tidak berani menampar balik. Di sini perempuannya ditampar, mereka tabrak pakai mobil truk gitu ya."
Konsep ini diharapkan menjadi sebuah angin segar di tengah lanskap drama Indonesia yang selama ini didominasi karakter perempuan pasif. Adapun dua judul yang sudah dibagikan adalah Bunga di Tepi Jurang dan Bercinta dengan Maut. Siap menyaksikan karya lokal di platform ini?