Akan Produksi Konten Lokal Indonesia, iQIYI: Harus Selalu Ada Romance

- iQIYI akan merilis konten orisinal Indonesia dengan elemen romance sebagai ciri utama, karena data menunjukkan penonton lokal paling menyukai kisah romantis dibanding genre lain.
- Tiga kriteria utama cerita yang diproduksi iQIYI Indonesia adalah keunikan, kekuatan naskah, dan kedekatan dengan budaya serta kebiasaan masyarakat Indonesia.
- Meski tren drama pendek sedang naik di media sosial, iQIYI memilih fokus pada format series panjang karena dinilai lebih sesuai dengan preferensi penonton Indonesia.
Jakarta, IDN Times 0 iQIYI siap merilis konten asli buatan Indonesia. Dari jajaran proyek yang akan diluncurkan, platform streaming yang dikenal dengan drama-drama China ini mantap memasukkan genre romansa ke dalam setiap kontennya. Bukan tanpa alasan, iQIYI yakin orang Indonesia sangat menyukai cerita-cerita romantis.
Bukan cuma itu. iQIYI juga menyebut tidak akan fokus pada unsur-unsur gore, meski banyak film dan serial Indonesia dengan adegan seperti itu. Ini penjelasan iQIYI terkait fokus konten orisinalnya di Indonesia.
1. Kenapa harus ada genre romance?

iQIYI menjelaskan alasan kenapa akan menjadikan romance sebagai elemen wajib konten mereka apa pun genre-nya. Menurut hasil analisa data mereka terkait perilaku penonton Indonesia, romance rupanya masih yang paling difavoritkan.
"Data yang kami kumpulkan, kami tahu bahwa orang-orang Indonesia sukanya romance, tidak suka yang terlalu gore sehingga hanya dengan seperti itu kami menyeleksi mana yang kami tambahkan," ungkap Ikhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia iQIYI saat ditemui media pada Rabu (29/4/2026).
"Makanya hal yang paling penting harus ada romance. Ini paling penting sekali, yang selalu kita coba masukkan di series-nya," ia menambahkan.
2. Cerita yang dipastikan lolos untuk rilis di iQIYI?

Ikhsan juga menjelaskan tiga kriteria utama yang harus dipenuhi sebuah cerita sebelum diproduksi atau ditayangkan di iQIYI Indonesia. Selain keunikan dan cerita yang kuat, naskah yang terpilih harus familier dengan masyarakat Indonesia.
"Familiarity adalah bagaimana caranya cerita-cerita ini dibawakan ke roots-nya orang Indonesia, baik secara agama, kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orang Indonesia," katanya.
3. Kenapa iQIYI gak fokus bikin short drama?

Di tengah drama pendek China yang sedang jadi tren di media sosial, Ikhsan mengaku tak mau terburu-buru mengikutinya. Meski dikenal banyak orang, salah satunya melalui drama China, Ikhsan menyebut, iQIYI akan tetap fokus di format series panjang yang sudah terbukti disukai penonton Indonesia.
"Kami melihat ada potensi itu (short drama), tapi kelihatannya potensinya masih belum sebesar itu untuk kami terlalu agresif sehingga akhirnya kami menahan diri untuk masuk terlalu jauh dan kami wait-and-see dulu, karena kami melihat datanya masih belum signifikan," ujarnya.
Nah, makin banyak pilihan tontonan buat warga, nih!


















