Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DJ Bravy (instagram.com/bravyson.vconk)
DJ Bravy (@aldosinarta via instagram.com/bravyson.vconk)

DJ Bravy memutuskan mengambil langkah hukum setelah namanya disebut dalam dugaan penyalahgunaan Whip Pink yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Isu tersebut berawal dari unggahan akun Threads @syiifaachria, yang menyinggung nama Bravy dan Aloy dalam kaitannya dengan dugaan kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Bravy langsung memberikan klarifikasi dan menyatakan tidak tinggal diam atas tuduhan yang menimpanya. Berikut informasi selengkapnya.

1. Bravy dan kuasa hukumnya siap melaporkan akun-akun yang memfitnahnya

DJ Bravy (instagram.com/bravyson.vconk)

Dalam siaran resmi akun Instagramnya, Bravy menulis bahwa dirinya dan kuasa hukum akan mengambil tindakan atas akun-akun yang telah memfitnahnya. Keputusan ini datang karena kerugian yang dialami karena berita tidak benar.

"Selamat siang guys, hope u guys doing well. Gue sudah konsul sama tim dan jg kuasa hukum. Kita sudah sepakat akan mengurus ke jalur hukum buat semua akun yg memberitakan hal2 tidak benar atau fitnah dengan membawa nama gue dan tmn2 gue," tulisnya pada Senin (26/1/2026).

2. Meminta bantuan netizen untuk memberitahu akun-akun lainnya

DJ Bravy (@aldosinarta via instagram.com/bravyson.vconk)

Tak hanya itu, DJ Bravy juga meminta netizen untuk melaporkan akun-akun lain yang dianggap turut menyebarkan informasi tidak benar mengenai dirinya. Ia menegaskan langkah tersebut diperlukan agar penyebaran kabar keliru dapat segera dihentikan.

“Buat tmn2 yg msh liat itu di socmed, boleh kabarin gue yah. Thank you so much, guys. Mari kita basmi kera main hp,” tulis Bravy menambahkan imbauan agar publik lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.

3. Kekecewaan DJ Bravy terhadap etika bermedia sosial

DJ Bravy (instagram.com/bravyson.vconk)

Mantan pacar Erika Carlina juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan informasi tidak benar tanpa mempertimbangkan dampaknya. Ia merasa semakin kehilangan kepercayaan terhadap etika bermedia sosial.

"Gue makin percaya, banyak orang yg gak pantes disebut manusia. Bahkan gue sampe gak enak mau nyebut mereka kera, takut keranya tersinggung," tutupnya.

Dari kejadian ini, kita perlu lebih berhati-hati saat bermedia sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Editorial Team