- 640 gram Bali: Rp650.000
- 640 gram Jakarta: Rp530.000
- 950 gram Jakarta: Rp805.000
Apa itu Whip Pink? Ini Fungsi, Harga, dan Efek Sampingnya

- Whip Pink adalah whipped cream charger dengan nitrous oxide untuk kebutuhan dapur.
- Harga Whip Pink bervariasi berdasarkan ukuran dan wilayah penjualan.
- Penyalahgunaan nitrous oxide melalui inhalasi memiliki risiko kesehatan serius.
Nama Whip Pink belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya di platform X. Produk ini menarik perhatian publik setelah sejumlah unggahan warganet membahas kegunaannya, harga, serta potensi penyalahgunaan yang dinilai menyimpang dari fungsi awalnya sebagai produk kuliner.
Whip Pink adalah merek whipped cream charger berbasis nitrous oxide (N₂O), atau yang dalam istilah umum dikenal sebagai gas pengocok krim. Meski secara resmi diperuntukkan untuk kebutuhan dapur, diskusi warganet memperlihatkan adanya kebingungan publik soal fungsi, kategori produk, hingga risiko penggunaan yang tidak sesuai peruntukannya.
1. Apa itu Whip Pink?

Whip Pink adalah merek whipped cream charger dan whipped cream dispenser yang didirikan di Indonesia dan dikelola oleh PT Suplaindo Sukses Sejahtera. Dilansir laman resminya, Whip Pink mengeklaim dirinya sebagai brand yang menyediakan perangkat kuliner untuk meningkatkan pengalaman memasak, khususnya dalam pembuatan krim kocok.
Dalam laman resminya, Whip Pink menuliskan disclaimer, “Produk WHIP-PINK secara eksklusif ditujukan untuk penggunaan kuliner. Menghirup atau menggunakan dengan cara yang salah sama sekali dilarang.” Produk ini menggunakan nitrous oxide (N₂O) sebagai gas pendorong untuk menghasilkan tekstur krim yang stabil dan lembut pada makanan maupun minuman.
2. Fungsi Whip Pink sebagai whipped cream charger

Secara fungsi, Whip Pink bekerja sebagai whipped cream charger, yakni tabung logam berisi nitrous oxide yang digunakan bersama whipped cream dispenser. Gas N₂O dilepaskan ke dalam krim cair untuk membantu proses pengembangan dan stabilisasi tekstur.
Nitrous oxide memungkinkan krim menjadi lebih mengembang, ringan, dan tidak mudah mencair. Dalam praktik kuliner, alat ini lazim digunakan di restoran, kafe, dan dapur rumahan untuk membuat topping dessert, isian kue, mousse, hingga minuman tertentu. Penggunaan ini bersifat teknis dan tidak melibatkan inhalasi langsung gas oleh manusia.
3. Cara kerja whipped cream charger

Whipped cream charger bekerja dengan cara melepaskan gas nitrous oxide ke dalam dispenser berisi krim. Tabung dipasang ke kepala dispenser, lalu gas dilepaskan dan tercampur dengan krim melalui proses pengocokan.
Setelah gas terlarut, krim dapat langsung dikeluarkan melalui nozzle dispenser. Nitrous oxide akan cepat menguap saat krim keluar, menghasilkan tekstur lembut dan mengembang. Jika tidak langsung digunakan, krim dapat disimpan di lemari pendingin hingga 24 jam, meski kualitasnya akan menurun seiring waktu.
4. Harga Whip Pink yang beredar di pasaran

Harga Whip Pink sempat menjadi sorotan setelah warganet membagikan tangkapan layar kategori produk berdasarkan wilayah. Dalam unggahan media sosial, terlihat produk dengan label wilayah tertentu seperti Bali dan Jakarta.
Berdasarkan pantauan laman resmi Whip Pink per 25 Januari 2026 pukul 13.30 WIB, harga yang tercantum adalah:
Produk dengan ukuran lain yang sebelumnya beredar tidak lagi ditampilkan di laman resmi.
5. Kenapa Whip Pink ramai dibahas di media sosial?

Perbincangan soal Whip Pink menguat setelah salah satu unggahan di X menyoroti kategori wilayah produk dan potensi penyalahgunaan. Unggahan tersebut menyebut bahwa gas tertawa atau nitrous oxide sejatinya diperuntukkan untuk kebutuhan kuliner, namun berisiko disalahgunakan.
Salah satu warganet menuliskan, “Gas tertawa alias Nitrous Oxide (N₂O) — yang sering ada di whipped cream cartridge — sebenernya bukan narkotika klasik, tapi di banyak negara diposisikan sebagai zat adiktif/psikoaktif karena efeknya ke otak dan potensi penyalahgunaannya.” Adapula unggahan lain menyoroti narasi pemasaran produk yang dikaitkan dengan aktivitas non-kuliner.
6. Efek samping nitrous oxide dalam Whip Pink jika disalahgunakan

Nitrous oxide dikenal di dunia medis sebagai anestesi ringan dan pereda nyeri. Namun, menghirup gas ini di luar pengawasan tenaga kesehatan termasuk bentuk penyalahgunaan. Praktik ini biasanya dilakukan dengan mengalirkan gas ke balon lalu dihirup.
Efek jangka pendek yang dapat muncul meliputi pusing, mual, gangguan koordinasi, pingsan, dan kekurangan oksigen. Dalam penggunaan berulang, risiko yang tercatat mencakup defisiensi vitamin B12, kerusakan saraf, gangguan sumsum tulang, hingga risiko kematian akibat asfiksia. Risiko ini tidak berkaitan dengan penggunaan kuliner yang sesuai prosedur.
Whip Pink merupakan produk kuliner berbasis nitrous oxide yang secara resmi ditujukan untuk pembuatan whipped cream dan kebutuhan dapur lainnya. Perbincangan publik yang muncul belakangan menyoroti pentingnya pemahaman fungsi, harga, serta risiko jika produk ini digunakan di luar peruntukannya.
FAQ seputar Whip Pink
| Whip Pink tabung untuk apa? | Whip Pink adalah merek whipped cream charger berbasis nitrous oxide untuk kebutuhan kuliner. |
| Berapa harga Whip Pink? | Harga Whip Pink berkisar antara Rp530.000 hingga Rp805.000 tergantung ukuran dan wilayah. |
| Apakah Whip Pink aman digunakan? | Aman jika digunakan sesuai fungsi kuliner dan tidak untuk inhalasi. |
| Apa efek samping dari Whip Pink? | nitrous oxide dalam Whip Pink memiliki efek samping jika disalahgunakan. Nitrous oxide dikenal di dunia medis sebagai anestesi ringan dan pereda nyeri. Namun, menghirup gas ini di luar pengawasan tenaga kesehatan termasuk bentuk penyalahgunaan. Efek jangka pendek yang dapat muncul meliputi pusing, mual, gangguan koordinasi, pingsan, dan kekurangan oksigen. |

















