Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Lautan Shinsekai di One Piece, Gerbang Menuju Raftel!

lautan terakhir di One Piece
lautan Shinsekai (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya sih...
  • Log pose tiga jarum wajib digunakan untuk navigasi
  • Wilayah Shinsekai dikuasai oleh Yonko dan tanpa hukum
  • Markas besar Angkatan Laut dipindahkan ke Shinsekai sebagai pernyataan perang terbuka
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi para penggemar One Piece, istilah Shinsekai atau Dunia Baru pasti sudah tidak asing lagi. Ini adalah paruh kedua dari Grand Line yang menjadi panggung utama petualangan Luffy dan krunya setelah jeda waktu dua tahun. Berbeda jauh dengan paruh pertama yang sering disebut sebagai surga, lautan ini dikenal sebagai kuburan bagi para bajak laut yang hanya bermodal nekat tanpa kekuatan mumpuni atau strategi matang.

Oda Sensei menggambarkan wilayah ini sebagai tempat di mana akal sehat sering kali tidak berlaku sama sekali. Mulai dari cuaca ekstrem yang bisa membunuh dalam sekejap hingga dominasi para kaisar lautan yang mencekam, semuanya bercampur menjadi satu di sini. Jika kamu penasaran seberapa mengerikannya jalur terakhir menuju harta karun legendaris tersebut, simak beberapa fakta menarik tentang Shinsekai berikut ini.

1. Wajib menggunakan log pose tiga jarum

Log Pose dengan tiga jarum
Log Pose terbaru (dok. Toei Animation/One Piece)

Melupakan alat navigasi standar adalah aturan pertama jika ingin selamat di perairan ini. Medan magnet antar pulau di Shinsekai sangat tidak stabil dan bisa berubah atau menghilang kapan saja, sehingga log pose biasa dengan satu jarum tidak akan berguna. Navigator kapal wajib menggunakan log pose khusus yang memiliki tiga jarum sekaligus untuk memantau pergerakan magnet dari tiga pulau berbeda secara bersamaan.

Uniknya, jarum-jarum ini juga berfungsi sebagai indikator bahaya. Semakin liar pergerakan jarumnya, semakin tidak stabil dan berbahaya kondisi di pulau yang ditunjuk. Namun, sering kali jalur yang paling berbahaya itulah yang justru harus ditempuh agar tidak kehilangan arah. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi navigator seperti Nami yang harus membuat keputusan cepat antara keselamatan kru dan ketepatan rute.

2. Wilayah kekuasaan mutlak para Yonko

para Yonko terbaru di One Piece
Yonko di One Piece (dok. Shueisha/One Piece)

Berbeda dengan lautan lain yang masih berada dalam jangkauan hukum Pemerintah Dunia, Shinsekai beroperasi layaknya wilayah jajahan feodal. Hampir setiap pulau di sini mengibarkan bendera salah satu dari Empat Kaisar Lautan atau Yonko sebagai tanda perlindungan. Penduduk pulau harus membayar upeti, baik berupa harta, makanan, atau bahkan tenaga kerja, demi mendapatkan jaminan keamanan dari serangan bajak laut lain.

Bagi pendatang baru, pilihannya sangat terbatas dan brutal. Kamu harus memilih untuk menundukkan kepala dan bergabung menjadi bawahan salah satu Yonko, atau mencoba peruntungan gila dengan menantang mereka berperang. Tidak ada tempat netral di sini, karena setiap jengkal lautan diawasi oleh armada tempur terkuat di dunia yang siap menghancurkan siapa saja yang berani melanggar batas wilayah mereka.

3. Lokasi markas besar angkatan laut yang baru

markas Marineford terbaru
New Marineford (dok. Toei Animation/One Piece)

Melihat betapa kacaunya situasi di Dunia Baru, Sakazuki atau Akainu mengambil langkah strategis yang sangat agresif setelah perang besar Marineford. Ia memindahkan Markas Besar Angkatan Laut dari lokasi lamanya ke jantung Shinsekai. Keputusan ini merupakan pernyataan perang terbuka bahwa Angkatan Laut tidak lagi sekadar bertahan, melainkan siap memburu para bajak laut elit langsung di kandang mereka.

Keberadaan markas baru ini mengubah dinamika kekuatan secara drastis. Shinsekai kini menjadi arena pertempuran paling panas dan berdarah antara pihak keadilan dan kriminal. Patroli kapal perang canggih semakin sering terlihat, dan bentrokan antara Admiral melawan komandan bajak laut kelas atas menjadi pemandangan yang jauh lebih sering terjadi dibandingkan di era sebelumnya.

4. Gerbang menuju Laugh Tale

Gol D. Roger
Gol D. Roger (dok. Toei Animation/One Piece)

Terlepas dari segala bahaya mematikan yang mengintai, Shinsekai tetap menjadi tujuan akhir impian semua bajak laut. Alasan utamanya sederhana, pulau terakhir yang menyimpan harta karun One Piece dan rahasia sejarah dunia, Laugh Tale, tersembunyi di suatu tempat di ujung lautan ini. Ini adalah garis finis dari perlombaan besar yang dimulai sejak era Gol D. Roger.

Mencapai pulau ini bukan sekadar masalah kekuatan tempur, tetapi juga teka-teki intelektual karena lokasinya hanya bisa ditemukan dengan mengumpulkan empat Road Poneglyph. Sejauh ini, hanya kru Roger yang tercatat dalam sejarah berhasil menaklukkan ganasnya ombak Shinsekai hingga titik terakhir. Hal inilah yang membuat persaingan di Dunia Baru begitu ketat, karena setiap kapten kapal percaya bahwa merekalah yang akan menjadi Raja Bajak Laut berikutnya.

5. Cuaca dan anomali alam yang ekstrem

lautan Shinsekai yang mengerikan
lautan Shinsekai (dok. Toei Animation/One Piece)

Jika kamu berpikir cuaca di paruh pertama Grand Line sudah kacau, maka Shinsekai adalah mimpi buruk. Di sini, Oda Sensei menampilkan fenomena alam yang menentang logika fisika, seperti pulau yang terus-menerus disambar petir atau lautan yang permukaannya terbakar api abadi. Bukan hal aneh jika kamu menemukan kapal yang tiba-tiba tersedot oleh bola gravitasi raksasa di langit atau diterjang hujan es sebesar kepalan tangan.

Kondisi alam yang ganas ini menjadi saringan alami bagi para bajak laut amatir. Hanya mereka yang memiliki kapal tangguh, fisik prima, dan keberuntungan tinggilah yang bisa bertahan hidup lebih dari seminggu. Bisa dibilang, lautan ini memaksa setiap pelaut untuk selalu waspada karena maut bisa datang dari langit maupun dari dasar laut tanpa peringatan sama sekali.

Kejamnya lautan Shinsekai membuktikan bahwa perjalanan menuju takhta Raja Bajak Laut bukanlah hal yang mudah bagi siapa pun di dunia One Piece. Oda Sensei sengaja merancang wilayah ini sebagai ujian terakhir untuk memisahkan para pemimpi biasa dari calon penguasa lautan yang sesungguhnya. Kamu bisa melihat sendiri bahwa hanya mereka dengan tekad baja dan kekuatan luar biasa yang mampu bertahan hidup di perairan mematikan ini hingga mencapai pulau terakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Potret Lee Won Jung Hadir di Pesta Ulang Tahun Anak Syahnaz

13 Jan 2026, 10:24 WIBHype