Kira-kira apa yang harus dilakukan seorang prajurit ketika ia bisa ditembak oleh pihak sendiri maupun musuh? Inilah pertanyaan utama dari film epik Perang Dunia I karya Stanley Kubrick, Paths of Glory (1957). Film ini bisa dibilang sebagai salah satu film anti-perang terbaik yang pernah dibuat, karya salah satu sutradara paling berbakat dalam sejarah, dan dibintangi oleh aktor papan atas era 50-an dan 60-an, Kirk Douglas. Hingga kini, Paths of Glory masih dihormati karena masuk dalam daftar 250 film terbaik sepanjang masa versi IMDb.
Paths of Glory sendiri menceritakan kisah tragis dari sekelompok tentara Prancis yang gak mematuhi perintah selama Perang Dunia I. Nah, meski saat ini ada banyak film perang yang mengkritik perwira senior dari era tersebut, seperti 1917 (2019) dan War Horse (2011), kritik dalam film Paths of Glory jauh lebih blak-blakan dan mengecam.
Ketika Paths of Glory pertama kali dirilis pada tahun 50-an, Perang Dunia I masih menjadi topik yang sensitif. Nah, karena geram dengan karya Stanley Kubrick ini, Paths of Glory pun dilarang di Swis. Sementara di Prancis, distributor menolak untuk menayangkan film tersebut hingga tahun 1970-an, seperti yang dikutip The New York Times. Film ini menceritakan kebenaran yang didasarkan pada Peristiwa Kopral Souain tahun 1915.
