Paths of Glory, Film Masterpiece Anti-Perang Pertama Stanley Kubrick

Tahun 1950-an merupakan masa kritis bagi Stanley Kubrick, seorang fotografer yang beralih menjadi pembuat film. Dua film fitur pertamanya, Fear and Desire (1952) dan Killer's Kiss (1955) yang kurang dihargai, menunjukkan keunikan Kubrick dalam memandang film sebagai media visual. Nah, filmnya yang berjudul The Killing (1956) merupakan sebuah film thriller perampokan yang fatalistik, dan dianggap sebagai film hebat pertamanya.
Namun, Stanley Kubrick mengukuhkan kariernya sebagai sutradara dalam sejarah perfilman, adalah dengan dibuatnya film Paths of Glory (1957), sebuah film anti-perang. Film ini bercerita tentang korupsi dan para pengecut di parit-parit Perang Dunia I. Nah, penasaran, kan, seperti apa ceritanya.
1. Paths of Glory bercerita tentang para tentara yang pengecut

Paths of Glory bercerita tentang Mayor Jenderal Broulard (diperankan Adolphe Menjou) yang memberi perintah kepada Jenderal Mireau (diperankan George Macready) untuk melaksanakan tugas yang hampir mustahil, yaitu merebut posisi yang dibentengi Jerman dan dikenal sebagai Anthill. Sayangnya, misi tersebut gagal. Alhasil, tiga tentara Mireau: Prajurit Pierre Arnaud (diperanan Joe Turkel), Prajurit Maurice Ferol (diperankan Timothy Carey), dan Kopral Philippe Paris (diperankan Ralph Meeker) diadili di pengadilan militer karena dianggap pengecut dan gak berhasil dalam misi tersebut. Meskipun sebenarnya mereka gak bersalah, nih, karena misi tersebut memang gak masuk akal dan dianggap mustahil. Kolonel Dax (diperankan Kirk Douglas), Komandan Resimen Infanteri ke-701, ditugaskan sebagai penasihat.
Film ini sebenarnya diadaptasi dari kisah nyata. Pada tahun 1915, 24 tentara dari semua posisi di kompi ke-21 dari Angkatan Darat Prancis diadili di pengadilan militer karena menolak menyerang pos terdepan Jerman. Mereka ketakutan karena dihujani gelombang serangan artileri yang dahsyat. Dari keempat orang itu, empat kopral dijatuhi hukuman mati oleh regu tembak di Souain. Rupanya, ketidakadilan yang memalukan dari para prajurit tersebut ditulis dalam novel Humphrey Cobb berjudul Paths of Glory (1935), yang diadaptasi oleh Stanley Kubrick ke layar lebar. Rupanya, Kubrick suka membaca buku ini saat remaja.
Paths of Glory ternyata selalu ditonton dan diingat selama 69 tahun sejak dirilis di bioskop. Film ini punya kritikan tajam dan menjengkelkan terhadap kejahatan birokrasi pemerintahan, khususnya di militer. Yap, daya tarik film ini terletak pada peristiwa-peristiwa dalam film tersebut yang ada dalam catatan sejarah.
2. Paths of Glory adalah masterpiece anti-perang pertama Stanley Kubrick

Film Paths of Glory dianggap berisiko oleh United Artists, terutama dengan tema yang diangkatnya. Namun, film ini akhirnya dibuat karena ketertarikan Kirk Douglas pada skenarionya, yang ditulis oleh Calder Willingham, Jim Thompson, dan Kubrick. Adapun, Paths of Glory punya kemiripan dengan karya Stanley Kubrick selanjutnya, yaitu Full Metal Jacket (1987). Film ini sendiri dibagi menjadi dua bagian yang berbeda.
Konflik dalam Paths of Glory dikisahkan dengan menakjubkan tentang para tentara Prancis yang terperangkap di parit-parit sempit, yang dipenuhi kuburan berlumpur di tanah tak bertuan. Stanley Kubrick kemudian membuat perbandingan yang brilian dengan kastil mewah abad ke-18 yang menjadi tempat persidangan ketiga tentara tersebut, di samping pesta meriah sang mayor jenderal. Sebuah sindiran keras tentang ketidakadilan di militer antara tentara dengan pemimpunnya. Kamu bisa melihat benang merah dari kebodohan birokrasi yang kejam ini, dan disempurnakan Kubrick dalam film satirenya di tahun 1964 berjudul Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb.
3. Paths of Glory Paths of Glory membahas kepemimpinan yang gagal dan pertanggungjawaban yang keliru

Gak heran, nih, kalau Paths of Glory dianggap sebagai salah satu film terbaik dalam karier Kirk Douglas, mengingat ia mampu menguasai layar dengan kebencian yang membara terhadap ketidakadilan yang menjadi inti cerita. Adapun, Kirk Douglas berperan sebagai Kolonel Dax yang membela tiga prajurit Prancis yang mau dihukum mati tersebut.
Di antara hal-hal lain, penggambaran fiktif tentang kekejaman terhadap tentara Prancis ini membuat film tersebut dilarang di Prancis, selain di beberapa negara lain. Namun hal ini mereda dalam beberapa dekade sejak itu. Kini, Paths of Glory diakui sebagai salah satu film anti-perang terbaik yang pernah dibuat.
Perang yang saat ini berkecamuk antara Amerika-Israel dan Iran di Timur Tengah sana, menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama sineas. Itulah kenapa, film bertema anti-perang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Nah, salah satunya film bersejarah Paths of Glory yang membahas tentang Perang Dunia I. Tertarik buat menonton salah satu karya terbaik Stanley Kubrick?














![[QUIZ] Bantu Upin Ipin Lihat Wajah Orangtuanya Yuk!](https://image.idntimes.com/post/20260302/upload_74de71e7d9406b754afd7bd289825e9b_34eb7320-52b9-42dd-9b04-45664f9a3ec2.png)



