Mengadaptasi buku ke layar lebar selalu jadi pekerjaan penuh risiko. Pembaca punya imajinasi sendiri, sementara film harus memadatkan ratusan halaman menjadi dua jam cerita. Tak jarang, hasil akhirnya malah mengecewakan karena terasa dangkal atau kehilangan esensi aslinya.
Namun, ada juga momen langka ketika film justru berhasil melampaui sumbernya. Entah karena kekuatan visual, akting yang ikonik, atau keberanian sutradara mengubah pendekatan cerita, beberapa adaptasi ini malah membuat versi bukunya terasa kurang nendang. Berikut deretan film yang membuktikan bahwa kadang layar lebar bisa jadi medium yang lebih kuat daripada halaman buku.
