Jackie Chan merupakan ikon film aksi dunia yang dikenal berkat kombinasi laga, komedi, dan aksi stunt berbahaya. Para era 90-an, Jackie Chan membintangi banyak film legendaris yang memperkuat statusnya sebagai aktor laga terbaik. Nah, berikut tujuh rekomendasi film aksi terbaik Jackie Chan dari era 90-an. Sudah nonton semua?
7 Film Aksi Terbaik Jackie Chan Era 90-an yang Wajib Kamu Tonton

Intinya sih...
Drunken Master II (1994): Jackie Chan menampilkan aksi laga dan komedi khasnya, disertai pesan moral tentang tanggung jawab dan kejujuran.
Police Story 3: Super Cop (1992): Adegan stunt ekstrem dan humor dalam drama polisi membuka jalan Jackie Chan di pasar internasional.
Rush Hour (1998): Kombinasi aksi, komedi antarbudaya, dan keberhasilan komersial mengukuhkan status Jackie Chan sebagai bintang global.
1. Drunken Master II (1994)
Film ini adalah sekuel dari Drunken Master yang melambungkan nama Jackie Chan di dunia seni bela diri. Mengusung gaya bertarung mabuk khas Wong Fei Hung, aksi Jackie sangat memukau berbalut komedi khasnya. Adegan klimaks di pabrik baja merupakan salah satu pertarungan terbaik dalam karier Jackie. Selain aksi, film ini juga menyampaikan pesan moral tentang tanggung jawab dan kejujuran. Tak heran, Drunken Master II dianggap sebagai salah satu film seni bela diri terbaik sepanjang masa.
2. Police Story 3: Super Cop (1992)
Sebagai bagian dari seri Police Story, film ini menampilkan Jackie Chan sebagai polisi tangguh Chan Ka Kui. Berkolaborasi dengan Michelle Yeoh, aksi mereka melibatkan adegan stunt ekstrem, seperti melompat dari helikopter ke kereta api. Film ini memadukan drama polisi dengan humor dan adegan aksi spektakuler. Keberhasilan Police Story 3: Super Cop membuka jalan bagi Jackie untuk mendapatkan pengakuan lebih luas di pasar internasional. Hingga kini, adegan-adegan menegangkan dalam film ini tetap menjadi ikon sinema aksi.
3. Rush Hour (1998)
Film ini adalah penampilan besar Jackie Chan di Hollywood. Dalam film ini, ia dipasangkan dengan Chris Tucker. Kombinasi aksi dan komedi antarbudaya menjadikan Rush Hour sukses besar secara komersial. Ceritanya mengikuti dua polisi yang tidak cocok satu sama lain. Mereka ditugaskan untuk menyelamatkan putri seorang diplomat Tiongkok yang diculik.
Jackie memamerkan gaya bertarung akrobatik yang khas, sementara Chris Tucker membawa humor Amerika yang segar. Film ini menjadi awal dari sebuah trilogi yang sangat disukai oleh penggemar di seluruh dunia. Keberhasilan Rush Hour mengukuhkan status Jackie Chan sebagai bintang global.
4. Armour of God II: Operation Condor (1991)
Film ini adalah petualangan penuh aksi dengan Jackie Chan yang berperan sebagai seorang pemburu harta karun, Asian Hawk. Jackie menampilkan aksi stunt berisiko tinggi, termasuk adegan di turbin angin raksasa yang ikonik. Berlatar di berbagai lokasi eksotis, film ini menggabungkan aksi, komedi, dan misteri. Koreografi pertarungan yang inovatif dan humor khas Jackie Chan membuat film ini begitu menghibur. Armour of God II: Operation Condor menjadi salah satu film Jackie Chan yang paling diingat sepanjang masa.
5. Rumble in the Bronx (1995)
Rumble in the Bronx menjadi salah satu film Jackie Chan yang sukses di pasar internasional, khususnya Amerika Serikat. Film ini pun memperkenalkannya ke audiens global. Jackie Chan berperan sebagai polisi Hong Kong, Keung, yang mengunjungi Bronx, New York, untuk menghadiri pernikahan pamannya, Bill. Namun, situasi berubah drastis ketika ia tidak sengaja terlibat dalam konflik dengan geng lokal yang brutal.
Di tengah kekacauan ini, Keung juga menemukan dirinya terlibat dengan sindikat kriminal yang lebih besar, termasuk pencurian berlian bernilai jutaan dolar. Dengan gaya khas Jackie Chan, film ini dipenuhi dengan aksi akrobatik, pertarungan tangan kosong yang menakjubkan, dan humor slapstick. Keung harus menggunakan kecerdasan, keahlian dalam seni bela diri, dan tekadnya untuk membawa kedamaian ke lingkungan yang kacau.
6. Crime Story (1993)
Berbeda dari kebanyakan film Jackie Chan yang penuh humor, Crime Story lebih gelap dan serius. Film ini diangkat dari kisah nyata penculikan seorang pengusaha kaya di Hong Kong. Jackie Chan memerankan seorang polisi yang terjebak dalam kasus korupsi dan pengkhianatan. Peran tersebut menunjukkan sisi dramatisnya sebagai aktor. Meski minim humor, aksi dalam film ini tetap intens dan realistis. Crime Story menunjukkan bahwa Jackie Chan juga mampu bersinar dalam peran yang lebih serius.
7. Who Am I? (1998)
Film ini menampilkan Jackie Chan sebagai agen rahasia yang kehilangan ingatan setelah misi berbahaya. Adegan pertarungan di atap gedung bertingkat dan aksi kejar-kejaran di jalanan menjadi sorotan utama. Dengan sentuhan misteri dan aksi yang khas, film ini memikat audiens dari berbagai kalangan. Karakter yang sering mempertanyakan diri sendiri ini menjadi salah satu peran Jackie Chan yang paling dikenang berkat elemen penuh emosi dan aksi yang luar biasa.
Jackie Chan telah menciptakan warisan abadi dengan aksi-aksi ikonisnya, terutama pada era 90-an. Tujuh film di atas tidak hanya memikat dengan aksi laga luar biasa, tetapi juga humor, kehangatan, dan pesan-pesan positif yang tetap relevan hingga kini. Mana saja yang belum kamu tonton?
FAQ seputar film aksi terbaik Jackie Chan tahun 90-an
Film apa yang menandai kesuksesan besar Jackie Chan di Hollywood pada era 90-an? | Rush Hour (1998). Film ini sangat ikonik karena memasangkan Jackie Chan dengan Chris Tucker. Perbedaan budaya dan komedi di antara keduanya membuat film ini sukses besar secara global dan melahirkan beberapa sekuel. |
Di film apa Jackie Chan beradu akting dengan Michelle Yeoh? | Police Story 3: Super Cop (1992). Dalam film ini, Jackie Chan (sebagai Inspektur Chan Ka-kui) bekerja sama dengan Inspektur Jessica Yang (Michelle Yeoh) untuk membongkar sindikat narkoba. Film ini penuh dengan aksi stunt gila seperti bergelantungan di helikopter. |
Mengapa film-film Jackie Chan di era 90-an tetap populer hingga sekarang? | Karena Jackie Chan menggunakan efek praktis dan aksi stunt asli tanpa bantuan CGI yang berlebihan. Penonton sangat menghargai risiko nyata yang ia ambil, yang sering kali diperlihatkan melalui cuplikan kegagalan syuting (bloopers) di akhir film. |