Film biopik sering dianggap sebagai jendela untuk melihat kehidupan tokoh nyata dari sudut pandang yang lebih dekat. Namun, sayangnya, gak semua film biopik benar-benar setia pada fakta. Banyak di antaranya justru memilih mempercantik cerita demi drama, emosi, atau bahkan agenda tertentu. Akibatnya, penonton jadi sulit membedakan mana yang benar-benar terjadi dan mana yang sekadar tambahan demi kepentingan film.
Di Hollywood, fenomena ini bukan hal baru. Demi membuat cerita lebih menarik atau lebih ramah untuk audiens, beberapa film sengaja mengubah, menyederhanakan, bahkan menghilangkan bagian penting dari kisah asli. Hasilnya, biopik yang terasa manipulatif bukan karena sepenuhnya salah, tetapi karena terlalu dipoles hingga realitanya jadi kabur. Berikut tujuh film yang dianggap melakukan hal tersebut.
