Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Film Biopik yang Sempat Kena Kritik Pedas selain Michael

6 Film Biopik yang Sempat Kena Kritik Pedas selain Michael
Michael (dok. Univeral Pictures/Michael)
Intinya Sih
  • Film biopik Michael (2026) menuai kritik karena dianggap terlalu aman dan tidak menawarkan sudut pandang baru dalam menggambarkan perjalanan karier Michael Jackson.
  • Enam film biopik lain seperti Gotti, Stardust, Back to Black, The Iron Lady, Mommie Dearest, dan Judy juga mendapat kritik pedas karena gagal menangkap esensi tokoh aslinya.
  • Artikel menyoroti bahwa membuat biopik bukan hanya soal akurasi fakta, tapi juga kemampuan menghadirkan emosi dan perspektif segar agar kisah tokoh terasa hidup dan bermakna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Belakangan ini, film biopik tentang Michael Jackson, Michael (2026), cukup ramai dibahas. Film ini mencoba mengangkat perjalanan karier sang King of Pop dari masa kecil hingga puncak popularitasnya pada era 1980-an. Sayangnya, banyak yang merasa film ini terlalu aman, mengikuti formula biopik musik yang itu-itu saja tanpa memberikan sudut pandang baru yang segar.

Padahal, genre biopik punya potensi besar untuk menjadi sesuatu yang mendalam dan berani. Namun, kenyataannya, gak semua film biopik berhasil mengeksekusinya dengan baik. Ada yang terasa datar, terlalu dramatis, atau bahkan gagal menangkap esensi tokoh aslinya. Nah, selain Michael, berikut ini enam film biopik lain yang juga sempat kena kritik pedas dari penonton dan kritikus.

1. Gotti (2018)

Gotti
Gotti (dok. Lionsgate/Gotti)

Film Gotti mengisahkan kehidupan gangster terkenal John Gotti. Dengan tema kriminal, film ini seharusnya bisa menjadi tontonan seru seperti film mafia klasik. Namun, kenyataannya justru jauh dari harapan.

Penampilan John Travolta sebagai Gotti terasa aneh dan tidak konsisten. Alur ceritanya juga berantakan, dengan editing yang membingungkan. Bukannya menegangkan, film ini malah sering terasa tidak sengaja lucu. Banyak yang bahkan menyebutnya sebagai salah satu biopik terburuk sepanjang masa.

2. Stardust (2020)

Stardust
Stardust (dok. IFC/Stardust)

Stardust mencoba menggambarkan fase awal karier David Bowie sebelum era Ziggy Stardust. Ini sebenarnya periode penting yang bisa digali lebih dalam. Namun, masalah besar muncul karena film ini tidak mendapat izin penggunaan lagu-lagu Bowie.

Tanpa musiknya, film ini terasa kehilangan jiwa. Selain itu, ceritanya juga kurang fokus dan tidak berhasil menangkap keunikan Bowie sebagai seniman. Hasilnya adalah biopik yang terasa setengah matang, bukan ambisius, tapi tidak pernah benar-benar berhasil.

3. Back to Black (2024)

Back to Black
Back to Black (dok. Focus Features/Back to Black)

Back to Black mencoba menceritakan kehidupan Amy Winehouse yang penuh gejolak. Sayangnya, film ini dinilai gagal menangkap kompleksitas sosok Winehouse yang sebenarnya. Ceritanya terasa dangkal dan terlalu mengikuti pola biopik standar.

Banyak penonton membandingkannya dengan dokumenter Amy yang justru jauh lebih kuat secara emosional. Alih-alih memberikan perspektif baru, film ini malah terasa seperti pengulangan tanpa kedalaman. Akhirnya, yang tersisa hanyalah kisah yang kurang menggugah dari sosok yang seharusnya sangat menarik.

4. The Iron Lady (2011)

The Iron Lady
The Iron Lady (dok. 20th Century Studios/The Iron Lady)

The Iron Lady mengangkat kisah Margaret Thatcher, sosok penting yang penuh kontroversi. Dengan bahan cerita yang kuat, film ini sebenarnya punya potensi besar untuk menjadi biopik yang tajam dan berani. Sayangnya, hasil akhirnya justru terasa datar dan kurang menggali sisi menarik dari tokohnya.

Meski Meryl Streep berhasil membawa pulang penghargaan Oscar, banyak yang merasa aktingnya hanya sebatas meniru, bukan menghidupkan karakter. Film ini juga minim konflik yang benar-benar menggigit, sehingga terasa seperti rangkuman sejarah yang membosankan. Alih-alih mendalam, film ini justru terasa kosong.

5. Mommie Dearest (1981)

Mommie Dearest
Mommie Dearest (dok. Paramount Pictures/Mommie Dearest)

Mommie Dearest mengisahkan kehidupan Joan Crawford dari sudut pandang anak angkatnya. Secara tema, film ini cukup gelap karena menyoroti hubungan keluarga yang penuh konflik. Namun, cara penyampaiannya justru terasa berlebihan dan cenderung tidak konsisten.

Akting Faye Dunaway menjadi sorotan utama dan juga sumber kontroversi. Di satu sisi, dia total dalam memerankan karakter, tapi di sisi lain terasa terlalu teatrikal sampai sulit dianggap serius. Film ini akhirnya jadi campuran aneh antara drama gelap dan komedi tidak sengaja, yang bikin penonton bingung harus bereaksi seperti apa.

6. Judy (2019)

Judy
Judy (dok. LD Ent./Judy)

Judy mencoba mengangkat kisah akhir hidup Judy Garland, tepatnya pada 1969 saat ia mencoba bangkit kembali di dunia hiburan. Fokus cerita yang sempit ini sebenarnya menarik karena memperlihatkan sisi rapuh seorang legenda yang pernah bersinar terang lewat The Wizard of Oz. Namun, eksekusinya justru terasa monoton dan kurang menggugah.

Penampilan Renée Zellweger memang menuai pujian, bahkan membawanya meraih Oscar. Namun, banyak yang merasa aktingnya terlalu berlebihan, seperti karikatur ketimbang representasi nyata. Alhasil, film ini terasa berat tapi tidak emosional, dramatis tapi kurang menyentuh. Niatnya mungkin ingin menghormati Garland, tapi hasil akhirnya malah terasa hambar.

Pada akhirnya, membuat film biopik memang bukan perkara mudah. Selain harus akurat secara fakta, film juga harus mampu menghadirkan emosi dan perspektif yang menarik. Sayangnya, tidak semua film berhasil menyeimbangkan keduanya. Jadi, dari daftar ini, menurut kamu film mana yang paling mengecewakan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More