Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Era 2020-an yang Minim Plot, tapi Tetap Menarik Ditonton
adegan dalam film Perfect Days (dok. Wenders Images/Perfect Days)
  • Artikel menyoroti lima film era 2020-an yang minim plot namun tetap menarik karena fokus pada karakter, atmosfer, dan emosi ketimbang konflik besar atau alur kompleks.
  • Film seperti Aftersun, Nomadland, Perfect Days, The Zone of Interest, dan Sasquatch Sunset menunjukkan bahwa narasi sederhana bisa menghadirkan pengalaman sinematik mendalam dan berkesan.
  • Kelima film ini menawarkan ritme tenang dengan detail visual serta akting kuat yang menggugah perasaan penonton tanpa perlu banyak kejutan atau aksi intens.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat nonton film, sebagian besar orang mungkin lebih suka jalan cerita yang penuh plot twist, konflik intens, atau aksi yang bikin jantungan. Gak heran kalau tontonan dengan alur lambat dan minim plot sering kali dicap membosankan. Padahal, anggapan tersebut gak selalu benar.

Nyatanya, ada banyak film era 2020-an yang sengaja mengesampingkan konflik besar demi berfokus pada karakter, atmosfer, dan emosi yang dibangun secara perlahan. Lewat detail-detail kecil, visual yang memikat, serta akting yang kuat, film-film ini tetap mampu meninggalkan kesan mendalam. Bahkan, beberapa di antaranya sukses membawa pulang piala Oscar.

Kalau sesekali ingin rehat dari film yang dipenuhi konflik dan plot twist, berikut lima rekomendasi film minim plot dari era 2020-an yang bisa kamu coba. Siapa tahu ada yang bakal jadi favorit barumu!

1. Aftersun (2022)

adegan dalam film Aftersun (dok. BBC Film/Aftersun)

Film karya Charlotte Wells ini jadi salah satu contoh sempurna dari film minim plot yang tetap menarik untuk diikuti. Berlatar era 90-an, Aftersun menceritakan liburan musim panas Sophie (Frankie Corio) bersama sang ayah, Calum (Paul Mescal), di sebuah resor di Turki. Hari-hari mereka diisi dengan aktivitas biasa, mulai dari berenang, karaoke, hingga merekam momen dengan kamera video.

Meski gak punya konflik besar maupun tujuan cerita yang jelas, Aftersun mampu membuat penonton terpaku pada detail-detail kecilnya. Kamu akan dibuat penasaran dengan siapa sebenarnya Calum dan apa yang sedang ia sembunyikan dari putrinya. Semua itu diungkap secara perlahan dan tersirat, tapi sukses meninggalkan emosi yang membekas lama setelah film selesai.

2. Nomadland (2020)

adegan dalam film Nomadland (dok. Searchlight Pictures/Nomadland)

Disutradarai oleh Chloé Zhao, Nomadland adalah satu dari sedikit film minim plot yang berhasil meraih Best Picture di ajang Oscar. Film ini mengikuti Fern (Frances McDormand), wanita yang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal setelah kotanya runtuh akibat krisis ekonomi. Ia kemudian mengubah van miliknya menjadi rumah berjalan dan berkeliling Amerika Serikat sambil menjalani berbagai pekerjaan untuk menyambung hidup.

Di sepanjang perjalanan, Fern bertemu banyak sesama pengembara. Setiap pertemuannya menghadirkan cerita, luka, sekaligus harapan yang membuat penonton semakin memahami perjalanan batinnya. Dengan fokus pada emosi dan suasana alih-alih plot utama, Nomadland menghadirkan pengalaman menonton yang tenang, hangat, sekaligus reflektif.

3. Perfect Days (2023)

adegan dalam film Perfect Days (dok. Wenders Images/Perfect Days)

Jika Nomadland mampu menghipnotis dengan tema mengembaranya, film karya Wim Wenders ini justru membuai penonton lewat keindahan hidup yang berjalan nyaris tanpa perubahan. Tokoh utama Perfect Days adalah Hirayama (Kōji Yakusho), petugas kebersihan toilet umum di Tokyo. Setiap hari, ia bangun pagi, menyiram tanaman, menyetel musik jadul, bekerja, lalu beristirahat di taman sambil memotret cahaya matahari yang menembus sela-sela pepohonan.

Meski hari-harinya tampak serupa, selalu ada detail kecil yang membuat setiap momen terasa berbeda. Rutinitas Hirayama sesekali terusik oleh kehadiran orang-orang di sekitarnya, termasuk keponakannya yang tiba-tiba datang menginap. Gak banyak kejadian penting yang mengubah hidup tokohnya secara drastis, tapi justru di situlah letak keistimewaan Perfect Days.

4. The Zone of Interest (2023)

adegan dalam film The Zone of Interest (dok. Film4/The Zone of Interest)

The Zone of Interest membuktikan kalau film minim plot juga bisa bikin perasaan gelisah. Disutradarai Jonathan Glazer, film pemenang Best International Feature Film Oscar 2024 ini berkutat pada kehidupan Rudolf Höss (Christian Friedel), komandan kamp konsentrasi Auschwitz, bersama istrinya, Hedwig (Sandra Hüller), dan kelima anak mereka pada 1943. Hari-hari mereka diisi dengan rutinitas layaknya keluarga biasa, mulai dari berkebun, bersantai di halaman, hingga menikmati waktu bersama.

Yang bikin semuanya terasa mengerikan, rumah mereka berdiri tepat di samping kamp konsentrasi tersebut. Namun, The Zone of Interest gak pernah memperlihatkan kekerasan yang terjadi di dalamnya secara gamblang. Sebaliknya, kamu akan diajak membayangkan sendiri lewat suara tembakan, jeritan, dan tungku krematorium yang terus terdengar di sela-sela aktivitas remeh keluarga Höss.

5. Sasquatch Sunset (2024)

adegan dalam film Sasquatch Sunset (dok. Square Peg/Sasquatch Sunset)

Kalau mau film minim plot yang lebih nyeleneh dari The Zone of Interest, Sasquatch Sunset adalah judul yang wajib kamu jajal. Film ini mengikuti kehidupan satu keluarga Sasquatch, makhluk legendaris mirip Bigfoot, selama setahun penuh di hutan belantara. Gak ada misi pemberontakan ala Planet of the Apes, hanya keseharian mereka mencari makan, berkembang biak, dan bertahan hidup di tengah alam yang perlahan berubah akibat ulah manusia.

Alur film garapan David dan Nathan Zellner ini mengalir layaknya dokumenter alam di National Geographic. Para Sasquatch pun diperankan oleh aktor-aktor manusia, di antaranya Jesse Eisenberg dan Riley Keough, yang tampil tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Seluruh emosi mereka sampaikan lewat gerak tubuh, ekspresi, dan suara-suara primitif, dan hasilnya mampu hadirkan momen-momen lucu sekaligus menyentuh.

Kalau selama ini kamu menganggap film yang minim plot pasti membosankan, lima judul di atas layak jadi pengecualian. Ritmenya memang tenang dan gak banyak kejutan, tapi mampu suguhkan pengalaman sinematik yang kuat lewat karakter, atmosfer, dan emosi yang subtil. Jadi, film mana yang paling bikin kamu penasaran untuk ditonton lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article