Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
poster film The Rip
poster film The Rip (dok. Netflix/The Rip)

Intinya sih...

  • The Rip (2026) sukses mencuri perhatian para pencinta genre action berkat chemistry Matt Damon dan Ben Affleck serta alur cerita yang menggigit.

  • Narc (2002) mengeksekusi atmosfer mencekam dengan teknik kamera hand-held, Smokin' Aces (2006) tawarkan aksi gila-gilaan, dan The Grey (2011) hadirkan refleksi mendalam tentang kematian.

  • Boss Level (2020) menyuguhkan time-loop dengan komedi gelap, sementara Not Without Hope (2025) racik atmosfer bertahan hidup yang mencekam.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak rilis pada 16 Januari lalu, The Rip (2026) sukses mencuri perhatian para pencinta genre action. Film Netflix ini menampilkan duet Matt Damon dan Ben Affleck sebagai detektif narkotika yang terjebak konspirasi maut setelah menemukan tumpukan uang kartel dalam sebuah penggerebekan. Berkat chemistry keduanya yang solid dan alur cerita yang menggigit, The Rip pun dengan cepat melesat ke puncak chart Netflix dan menuai banyak respons positif.

Kesuksesan The Rip tentu tak bisa dilepaskan dari tangan dingin sang sutradara, Joe Carnahan. Memulai kariernya lewat film indie berjudul Blood, Guts, Bullets and Octane (1998), ia kini dikenal sebagai salah satu sineas spesialis film aksi, kriminal, dan thriller penggedor jantung. Gaya penyutradaraannya yang berani dan lugas bikin setiap karyanya punya ciri khas maskulin yang kuat.

​Nah, setelah puas melihat The Rip, kamu wajib banget mengulik karya-karya Joe Carnahan yang lain. Berikut adalah lima rekomendasi film garapan sang sutradara yang dijamin bakal memacu adrenalinmu sampai titik maksimal!

1. Narc (2002)

adegan dalam film Narc (dok. Lionsgate/Narc)

Empat tahun setelah Blood, Guts, Bullets and Octane, Joe Carnahan mengejutkan dunia sinema lewat Narc. Ceritanya mengikuti Nick Tellis (Jason Patric), detektif narkotika yang kembali ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan rekan sejawatnya. Ia kemudian dipasangkan dengan Henry Oak (Ray Liotta), polisi veteran yang dikenal temperamental dan sangat terobsesi menemukan pembunuh partnernya tersebut.

Keberhasilannya mengeksekusi atmosfer yang mencekam dalam Narc membuat nama Carnahan langsung meroket sebagai sutradara spesialis thriller kriminal yang patut diperhitungkan. Di sini, ia menggunakan teknik kamera hand-held demi memberikan kesan "nyata" ala film-film klasik era 70-an. Gak heran kalau sampai sekarang Narc masih dianggap sebagai salah satu magnum opus dalam perjalanan karier Joe Carnahan.

2. Smokin' Aces (2006)

adegan dalam film Smokin' Aces (dok. Universal Pictures/Smokin' Aces)

Bukan karya Joe Carnahan yang dibanjiri pujian dari kritikus, tapi Smokin' Aces tetap layak masuk daftar ini karena intensitas aksinya yang gila-gilaan. Film ini menyajikan premis yang cukup unik, yakni tentang pesulap slebor bernama Aces (Jeremy Piven) yang nekat jadi informan FBI demi menjatuhkan seorang mafia Las Vegas. Nahas, aksinya ini memicu rombongan pembunuh bayaran untuk berlomba-lomba menghabisi nyawa sang pesulap.

​Gak cuma Jeremy Piven, Smokin' Aces juga bertabur bintang papan atas Hollywood lainnya yang memerankan karakter-karakter nyentrik. Kamu bakal melihat duet "maut" penuh improvisasi dialog antara dua agen FBI yang diperankan Ryan Reynolds dan Ray Liotta. Selain itu, Carnahan juga menggandeng Alicia Keys dan Chris Pine yang tampil gahar sebagai assassins mematikan. Dijamin keren banget, deh!

3. The Grey (2011)

adegan dalam film The Grey (dok. Open Road Films/The Grey)

Selanjutnya ada The Grey, yang menampilkan Liam Neeson dalam performa paling emosional sekaligus badass sebagai pemburu serigala bernama John Ottway. Plotnya bermula ketika pesawat yang mengangkut para pekerja tambang minyak jatuh di tengah belantara es. Ottway bersama segelintir penyintas pun harus berjuang melawan hipotermia hebat sambil terus diburu oleh kawanan serigala abu-abu yang haus darah.

Saat dirilis, banyak yang mengira kalau The Grey hanyalah aksi baku hantam antara manusia melawan hewan buas, padahal maknanya jauh lebih dalam dari itu. Joe Carnahan dengan cerdas menyisipkan refleksi mendalam tentang kematian, duka, hingga eksistensi manusia di hadapan alam dalam naskah yang ia tulis bersama Ian MacKenzie Jeffers. Jika kamu mencari film survival yang punya naskah berbobot dan sanggup membuat jantung berdebar kencang, karyanya satu ini jelas wajib masuk watchlist!

4. Boss Level (2020)

adegan dalam film Boss Level (dok. Ingenious Media/Boss Level)

​​Film yang dirilis pada 2020 silam ini menjadi bukti kebolehan Joe Carnahan dalam mengutak-atik genre aksi ke level selanjutnya. Berjudul Boss Level, film ini menyuguhkan elemen time-loop yang dibalut dengan komedi gelap dan visual estetis khas video game. Banyak kritikus bahkan memuji film ini sebagai perpaduan sempurna antara aksi ala John Wick dan konsep unik Edge of Tomorrow.

​Dalam Boss Level, kamu akan diajak mengikuti Roy Pulver (Frank Grillo), mantan tentara yang terjebak dalam hari kematiannya yang berulang-ulang secara brutal. Untuk menghentikan siklus ini, ia harus menghadapi gerombolan pembunuh bayaran unik dengan berbagai gaya bertarung yang mematikan. Ibarat bermain video game, Roy harus belajar dari setiap kematian konyolnya agar bisa mencapai "bos akhir" dan menyelamatkan keluarganya.

5. Not Without Hope (2025)

adegan dalam film Not Without Hope (dok. Volition Media/Not Without Hope)

Tahun lalu, Joe Carnahan juga merilis film survival thriller underrated bertajuk Not Without Hope. Mengambil inspirasi dari kisah nyata kecelakaan kapal tahun 2009 di Teluk Meksiko, film ini mengikuti Nick Schuyler (Zachary Levi) bersama tiga rekannya yang terombang-ambing di perairan Florida. Selama 43 jam yang menyiksa, mereka harus menghadapi ancaman hipotermia hingga serangan hiu yang mengintai dari kedalaman air yang gelap.

Carnahan memang jagonya meracik atmosfer bertahan hidup yang mencekam, mirip dengan apa yang ia lakukan di The Grey. Meski naskahnya sempat mendapat kritik karena dialog yang agak klise, eksekusi teknis dan sinematografi water-level di film ini patut diacungi jempol. Alhasil, penonton dibuat ikut merasakan keputusasaan para penyintas yang bertaruh nyawa sebelum bantuan tiba. Tertantang menontonnya?​

Itu dia deretan film garapan Joe Carnahan yang punya standar ketegangan kelas wahid dan pastinya gak bakal bikin kamu berkedip sedetik pun. Dari aksi survival yang emosional sampai baku hantam penuh komedi gelap, yuk, pilih satu yang mau kamu sikat duluan buat ngisi waktu akhir pekan nanti!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team