Film Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)
Ghost in the Cell berpusat di Lapas Labuhan Angsana, sebuah penjara yang dipenuhi korupsi, konflik antargeng, dan ketegangan antarnarapidana. Situasi semakin mencekam ketika seorang mantan jurnalis bernama Dimas, (Endy Arfian), masuk ke dalam blok tahanan. Kehadiran Dimas menjadi titik awal munculnya berbagai kejadian aneh. Teror supranatural mulai terjadi, termasuk kasus pembunuhan brutal dengan kondisi jasad korban yang tidak biasa.
Seiring waktu, rahasia kelam penjara tersebut mulai terungkap. Ternyata, tempat itu dihantui oleh sosok gaib yang hanya mengincar orang-orang dengan aura negatif. Dalam kondisi terancam, para narapidana yang sebelumnya saling bermusuhan justru dipaksa untuk berubah. Mereka harus menahan emosi, mereka terpaksa berbuat baik, dan menjaga hati tetap bersih demi bertahan hidup dan tidak menjadi korban berikutnya.
Deretan film-film Indonesia berlatar penjara di atas memiliki genre yang beragam. Mulai dari aksi, drama, hingga horor, dan thriller, masing-masing dari keempat film di atas menawarkan cerita yang sama menariknya.