Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Film Jepang karya Nobuhiko Obayashi, Coming of Age tapi Absurd
Lonely Heart (dok. Toho/Lonely Heart)
  • Nobuhiko Obayashi dikenal sebagai sutradara Jepang yang mengusung gaya surealisme dan avant-garde, menghadirkan nuansa absurd dalam genre coming of age sejak era 1960-an hingga wafat pada 2020.
  • Lima filmnya seperti The Rocking Horsemen, Lonely Heart, House, His Motorbike Her Island, dan Bound for Fields the Mountains and the Seacoast menampilkan tema remaja dengan sentuhan fantasi dan eksperimentasi visual.
  • Melalui karya-karyanya, Obayashi menonjolkan pesan kemanusiaan, antiperang, serta perpaduan seni tradisional dengan teknologi modern yang meninggalkan warisan sinema unik bagi generasi berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tertarik nonton lebih banyak sinema Jepang tahun ini? Coba keluar dari zona nyaman Hirokazu Koreeda dan Hayao Miyazaki dengan menilik karya-karya lawasnya Nobuhiko Obayashi. Aktif sejak 1960-an dan masih berkarya sampai ia tutup usia pada 2020, Obayashi setia mengusung genre surealisme dan avant-garde. Termasuk saat membuat film-film coming of age yang biasanya identik dengan genre realisme.

Penasaran bagaimana absurdnya film-film Jepang karya Nobuhiko Obayashi? Silakan mulai dengan nonton 5 judul berikut. Awas ketagihan!

1. The Rocking Horsemen (1992)

The Rocking Horsemen (dok. Toei Company/The Rocking Horsemen)

The Rocking Horsemen diambil dari nama band yang didirikan 3 remaja SMA di sebuah kota pesisir di Jepang. Tak punya garasi dengan peredam suara, mereka pun sering disemprot tetangga dan orang serumah yang terganggu. Alhasil, mereka pun latihan di alam bebas demi menghindari konflik. Kocak, dipadu dengan elemen romansa, Obayashi tak lupa menyisipkan sentuhan surealisme dan fantasi yang unik tanpa mengganggu jalan cerita. Dalam film ini, kamu bisa menyaksikan performa Tadanobu Asano (Ichi the Killer, Shogun, 47 Ronin) saat belia.

  • Genre: coming of age, musikal, komedi

  • Pemain: Tadanobu Asano, Yasufumi Hayashi, Yoshiyuki Omori

2. Lonely Heart (1985)

Lonely Heart (dok. Toho/Lonely Heart)

Lonely Heart berkutat pada Hiroki, remaja yang masih meraba-raba masa depannya. Ibunya punya ekspektasi tinggi terhadap Hiroki yang sayangnya tak sejalan dengan sang putra. Di tengah kegalauannya, Hiroki menyimpan rasa pada teman sekelas yang tinggal tak jauh darinya. Ia menamainya Miss Lonely. Saat sedang mengintip pujaan hatinya dengan teropong, sesosok hantu berwajah mirip dengan gadis yang ia taksir muncul di depannya. Tak manis seperti bayangannya, sang hantu ternyata jahil dan penuh tipu daya. Namun, lewat sosok itu pula, Hiroki dapat pelajaran berharga yang dibawanya sampai dewasa.

  • Genre: coming of age, fantasi, romance

  • Pemain: Yasuko Tomita, Toshinori Omi, Yumiko Fujita

3. House (1977)

House (dok. Janus Films/House)

Jangan lewatkan film coming of age absurd lain dari Nobuhiko Obayashi yang berjudul House. Dirilis tahun 1977, film ini direkomendasikan banyak sinefil karena keunikannya. Film bermula dari Gorgeous, pelajar SMA yang mengajak rekan-rekan segengnya untuk liburan di rumah masa kecil mendiang ibunya. Rumah itu kini dihuni bibi Gorgeous yang ternyata nyentrik. Sejak sampai di rumah itu pula, keganjilan demi keganjilan terjadi dan menghantui mereka. Secara visual, film ini amat unik dan layak dipelajari. Obayashi memasukkan beberapa ilustrasi tradisional (digambar dengan tangan di atas kertas atau media fisik lain) sebagai latar.

  • Genre: coming of age, horor, fantasi

  • Pemain: Kimiko Ikegami, Kumiko Ohba, Ai Matsubara

4. His Motorbike, Her Island (1986)

His Motorbike, Her Island (dok. Terracotta Distribution/His Motorbike, Her Island)

Sesuai judulnya, film ini berkutat pada Koh, pemuda yang bekerja jadi kurir koran dengan mengendari mogenya. Baru putus dari kekasihnya, ia pun nekat berkendara ke luar kota tanpa tujuan. Di situlah, ia tak sengaja bertemu dengan warlok bernama Miyo yang mencuri hatinya. Mereka jatuh cinta dan menariknya Miyo ternyata punya bakat berkendara yang bahkan lebih mumpuni dari Koh. Agak absurd, tetapi kaya elemen nostalgia, ini film romansa yang cukup unik.

  • Genre: coming of age, romance

  • Pemain: Kiwako Harada, Riki Takeuchi, Noriko Watanabe

5. Bound for Fields, the Mountains, and the Seacoast (1986)

Bound for the Fields, the Mountains, and the Seacoast (dok. NTV/Bound for the Fields, the Mountains, and the Seacoast(

Seperti Hayao Miyazaki, Nobuhiko Obayashi juga seorang pasifis. Ia mencoba mengampanyekan gerakan antiperang lewat film coming of age-nya yang satu ini. Sinema Jepang ini memakai POV bocah laki-laki bernama Soutaroh yang pindah ke kota baru untuk tinggal bersama ayah dan saudara perempuan tirinya. Berlatar beberapa tahun jelang Perang Dunia II, ketika invasi Jepang ke negara-negara tetangganya makin intens, ia tak habis pikir dengan orang dewasa yang menerima dan justru mendukung militerisasi di sekitarnya. Di sisi lain, ia makin gusar ketika ayahnya tega mengirim saudari tirinya untuk jadi pekerja seks demi membayar utang.

  • Genre: coming of age, antiperang

  • Pemain: Yasufumi Hayashi, Izumi Hara, Isako Washio

Nobuhiko Obayashi memang telah tiada, tetapi film-filmnya meninggalkan legasi yang luar biasa. Ia seolah mengingatkan kita kalau seni tradisional bisa dipadu dengan teknologi. Ia juga mengonfirmasi kalau ide-ide gilamu, bila dieksekusi dengan benar, bisa jadi mahakarya yang dikenang tanpa batas zaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team