Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Brian De Palma (dok. Touchstone Pictures/Mission To Mars)
Brian De Palma (dok. Touchstone Pictures/Mission To Mars)

Intinya sih...

  • Blow Out (1981) - Film thriller politik dengan nuansa paranoia yang kental, sinematografi dan ending yang membekas lama di pikiran.

  • Mission: Impossible (1996) - De Palma membuka waralaba dengan gaya elegan, adegan ikonik, dan atmosfer cerdas.

  • The Untouchables (1987) - Kisah pertempuran melawan gangster legendaris dengan adegan penuh ketegangan dan visual khas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Brian De Palma dikenal sebagai salah satu sutradara paling berani dan penuh gaya dalam sejarah perfilman Hollywood. Kariernya dipenuhi dengan film-film yang memadukan ketegangan, visual khas, serta keberanian dalam mengeksplorasi tema kontroversial. Dari horor, thriller politik, hingga gangster epik, De Palma selalu meninggalkan ciri khasnya yang kuat.

Setiap film De Palma terasa seperti sebuah pernyataan artistik. Dia tidak hanya bercerita, tapi juga bermain dengan bahasa sinema untuk membuat penonton ikut merasakan ketegangan, kebingungan, bahkan paranoia. Tak heran jika banyak karyanya berikut yang kemudian dianggap klasik dan jadi inspirasi bagi sineas setelahnya.

Kalau penasaran, ini beberapa film karya Brian De Palma yang wajib kamu tonton minimal sekali seumur hidup. Salah satunya cult classic yang pasti kamu sukai, nih!

1. Blow Out (1981)

Blow Out (dok. Filmways Pictures/Blow Out)

Film ini dibintangi John Travolta sebagai teknisi suara film yang tanpa sengaja merekam bukti pembunuhan politik. De Palma mengemas ceritanya dengan nuansa paranoia yang kental, sehingga membuat penonton ikut merasakan ketegangan yang dialami karakter utama. Unsur suara bukan hanya hiasan, tetapi menjadi inti cerita yang mendorong alur semakin menegangkan.

Kehebatan film ini terletak pada sinematografi dan ending yang membekas lama di pikiran. Blow Out dianggap sebagai salah satu film thriller politik terbaik era 1980-an. Ini membuktikan bahwa De Palma ahli dalam menggabungkan gaya visual yang mencolok dengan cerita penuh intrik.

2. Mission: Impossible (1996)

Mission: Impossible (dok. Paramount Pictures/Mission: Impossible)

Brian De Palma membuka waralaba Mission: Impossible dengan gaya yang elegan dan penuh ketegangan. Ia menetapkan nuansa visual dan atmosfer cerdas yang kemudian menjadi ciri khas seri ini. Penampilan Tom Cruise sebagai Ethan Hunt juga begitu meyakinkan dan kharismatik.

Film ini menampilkan salah satu adegan ikonik sepanjang sejarah film laga, yakni peretasan di ruang vault CIA. Dengan teknik khas De Palma dalam membangun suspense, penonton dibuat menahan napas sepanjang adegan berlangsung. Tak heran, film ini menjadi fondasi kokoh untuk salah satu waralaba terbesar Hollywood.

3. The Untouchables (1987)

The Untouchables (dok. Paramount Pictures/The Untouchables)

Kisah pertempuran Eliot Ness (Kevin Costner) melawan gangster legendaris Al Capone (Robert De Niro) menjadi salah satu karya terbesar De Palma. Naskah garapan David Mamet yang tajam, ditambah akting brilian Sean Connery yang meraih Oscar, membuat film ini sukses besar secara komersial maupun kritik.

Salah satu adegan paling diingat adalah baku tembak di stasiun kereta yang terinspirasi dari Battleship Potemkin. Dengan gaya visual yang khas dan pengaturan adegan penuh ketegangan, De Palma berhasil menjadikan The Untouchables sebagai film gangster klasik yang tetap menawan hingga kini.

4. Carrie (1976)

Carrie (dok. MGM/Carrie)

Adaptasi dari novel pertama Stephen King ini membawa De Palma ke arus utama Hollywood. Ceritanya mengikuti seorang remaja perempuan bernama Carrie yang ditekan oleh ibunya yang fanatik agama dan diejek oleh teman-temannya di sekolah. Film ini bukan hanya horor, tetapi juga potret menyedihkan tentang penderitaan seorang gadis muda.

Adegan prom night yang ikonik menggunakan teknik split-screen adalah bukti keberanian De Palma bereksperimen. Carrie menjadi horor klasik yang menyentuh sekaligus menakutkan, menunjukkan bahwa De Palma mampu memadukan kengerian visual dengan kedalaman emosi.

5. Scarface (1983)

Scarface (dok. Universal Pictures/Scarface)

Scarface bukan sekadar film gangster, tapi sudah menjadi ikon budaya pop. Kisah Tony Montana, imigran Kuba yang ingin menguasai Miami, ditampilkan dengan brutal dan penuh ambisi. Al Pacino memberikan penampilan legendaris yang hingga kini masih diparodikan dan dikutip di berbagai media.

Dengan naskah garapan Oliver Stone, film ini mengeksplorasi sisi gelap American Dream. Meski awalnya menuai kritik karena dianggap terlalu penuh kekerasan, Scarface kini dipandang sebagai karya berani yang memengaruhi banyak generasi pembuat film dan musisi.

6. Femme Fatale (2002)

Femme Fatale (dok. Warner Bros/Femme Fatale)

Film ini bisa dibilang hidden gem dalam karier De Palma. Femme Fatale Mengisahkan seorang pencuri perhiasan (Rebecca Romijn) yang mencoba memulai hidup baru, tetapi masa lalunya selalu menghantui. Kisahnya penuh intrik dengan nuansa neo-noir yang khas.

Adegan pembuka di Festival Film Cannes yang hampir tanpa dialog menjadi contoh kepiawaian De Palma dalam bercerita lewat gambar. Femme Fatale adalah film penuh gaya, plot twist, dan sebuah perayaan terhadap obsesi sinematik sang sutradara sendiri.

7. Carlito’s Way (1993)

Carlito’s Way (dok. Universal Pictures/Carlito’s Way)

Bekerja sama lagi dengan Al Pacino, De Palma menghadirkan kisah gangster yang lebih emosional. Pacino memerankan Carlito Brigante, seorang mantan gembong narkoba yang berusaha hidup lurus setelah keluar penjara. Di sisi lain, Sean Penn tampil luar biasa sebagai pengacara licik yang menjadi sumber masalah.

Film ini lebih melankolis dibanding Scarface, karena fokus pada perjuangan seorang pria yang ingin menebus kesalahannya. Adegan klimaks di Grand Central Station adalah salah satu karya penyutradaraan terbaik De Palma. Film ini memperkuat reputasinya sebagai maestro dalam membangun ketegangan. 

Jika kamu ingin memahami bagaimana sinema bisa digunakan untuk bermain-main dengan persepsi penonton, karya De Palma adalah pintu masuk yang tepat. Jadi, dari semua film garapannya, menurutmu yang mana paling berkesan? Tulis di kolom komentar, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team