Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Home Alone 2: Lost in New York.
Home Alone 2: Lost in New York (dok. 20th Century Fox/Home Alone 2: Lost in New York)

Intinya sih...

  • Peran ikonik Catherine O’Hara dalam film Home Alone (1990) sebagai ibu yang panik dan penuh kasih

  • Kemampuan improv luar biasa Catherine O’Hara dalam film Best in Show (2000) membuat humornya mengalir tanpa dipaksakan

  • Penampilan eksentrik dan dramatis Catherine O’Hara sebagai Delia Deetz dalam film Beetlejuice (1988) membawa energi berlebihan yang menghidupkan suasana

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia perfilman kehilangan salah satu figur paling ikoniknya. Pada Jumat, 30 Januari, Catherine O’Hara dikabarkan meninggal dunia di usia 71 tahun setelah sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi serius akibat sakit singkat. Kabar ini mengejutkan banyak penggemar yang tumbuh bersama film-filmnya.

Sepanjang kariernya, Catherine O’Hara dikenal sebagai aktris yang mampu membuat tawa. Dari komedi keluarga hingga satire absurd, ia selalu meninggalkan kesan kuat lewat karakter-karakter yang eksentrik dan emosional. Mengenang kepergiannya, delapan film komedi berikut menjadi bukti betapa besarnya warisan yang ia tinggalkan di dunia hiburan.

1. Home Alone (1990)

Home Alone (dok. 20th Century Fox/Home Alone)

Peran Kate McCallister menjadikan Catherine O’Hara ikon komedi keluarga era 90-an. Dalam kekacauan liburan Natal, ia memerankan ibu yang secara tidak sengaja meninggalkan anaknya sendirian di rumah. Kepanikan, rasa bersalah, dan tekad untuk pulang secepat mungkin dieksekusi O’Hara dengan emosi yang terasa nyata.

Yang membuat performanya menonjol adalah keseimbangan antara drama dan komedi. Teriakan “KEVIN!” mungkin terdengar berlebihan, tapi justru menjadi ciri khas yang melekat di ingatan penonton. Di balik kekacauan itu, O’Hara berhasil menampilkan sosok ibu yang penuh kasih dan rela melakukan apa saja demi anaknya.

2. Best in Show (2000)

Best in Show (dok. Warner Bros/Best in Show)

Dalam mockumentary ini, O’Hara tampil sebagai Cookie Fleck, pemilik anjing yang super ambisius dan penuh gaya. Bersama Eugene Levy, ia membentuk pasangan absurd yang terasa sangat hidup berkat improvisasi alami mereka. Karakter Cookie begitu percaya diri, cerewet, dan sering kali tidak sadar betapa lucunya dirinya sendiri.

Kekuatan O’Hara di film ini terletak pada kemampuan improv yang luar biasa. Hampir setiap dialog terasa spontan dan jujur, membuat humornya mengalir tanpa terasa dipaksakan. Best in Show sering dianggap sebagai salah satu puncak karier komedi O’Hara karena keberaniannya dalam berekspresi.

3. Beetlejuice (1988)

Beetlejuice (dok. Warner Bros/Beetlejuice)

Sebagai Delia Deetz, O’Hara mencuri perhatian dengan gaya yang eksentrik dan dramatis. Ia memerankan ibu tiri Lydia yang terobsesi dengan seni, desain interior, dan segala hal yang terdengar artistik. Setiap kemunculannya selalu membawa energi berlebihan yang justru menghidupkan suasana.

Delia bukan sekadar karakter pendukung, melainkan sumber komedi yang konsisten. O’Hara memainkan perannya dengan ekspresi wajah ekstrem dan intonasi suara yang naik-turun tanpa ragu. Karakter ini membuktikan bahwa O’Hara sangat cocok berada di dunia absurd khas Tim Burton.

4. Waiting for Guffman (1996)

Waiting for Guffman (dok. Warner Bros/Waiting for Guffman)

Dalam film ini, O’Hara berperan sebagai Sheila Albertson, agen real estat yang ikut terlibat dalam produksi teater amatir kota kecil. Ia tampil sebagai sosok biasa yang perlahan menunjukkan sisi konyolnya seiring ambisi besar sang sutradara. Perannya terasa manusiawi, tapi tetap sarat humor halus.

Film ini menonjolkan kemampuan O’Hara beradaptasi dengan gaya deadpan comedy. Tanpa banyak ekspresi berlebihan, ia tetap mampu mencuri tawa lewat dialog canggung dan situasi serba tanggung. Waiting for Guffman menjadi bukti bahwa O’Hara tak selalu harus meledak-ledak untuk menjadi lucu.

5. A Mighty Wind (2003)

A Mighty Wind (dok. Warner Bros/A Mighty Wind)

Di sini, Catherine O’Hara menunjukkan sisi lain dari bakatnya yakni musikal. Ia berperan sebagai Mickey, bagian dari duo folk legendaris bersama Eugene Levy. Selain berakting, O’Hara juga menyanyi secara langsung, menambah kedalaman emosional pada karakternya.

Humor di film ini terasa lebih lembut dan melankolis dibanding karya mockumentary lainnya. O’Hara membawa kehangatan dan rasa nostalgia yang kuat, tanpa kehilangan sentuhan komedi khasnya. Perannya di A Mighty Wind sering dipuji karena berhasil menggabungkan tawa dan rasa haru.

6. Penelope (2006)

Penelope (dok. Summit Ent./Penelope)

Dalam film dongeng modern ini, O’Hara memerankan Jessica, ibu yang obsesif terhadap status sosial dan masa depan anaknya. Karakternya tidak sepenuhnya jahat, tapi sering kali membuat keputusan yang salah demi ambisi pribadi. O’Hara memainkan sisi abu-abu ini dengan sangat meyakinkan.

Ia berhasil membuat karakter ibu yang menyebalkan tetap terasa manusiawi. Ada kepedulian tulus di balik kontrol berlebihan yang ia tunjukkan. Berkat O’Hara, Penelope terasa lebih hidup dan emosional, bukan sekadar rom-com fantasi biasa.

7. Home Alone 2: Lost in New York (1992)

Home Alone (dok. 20th Century Fox/Home Alone)

Kembali sebagai Kate McCallister, O’Hara mengulang perannya dengan energi yang sama kuatnya. Meski premisnya mirip film pertama, ia tetap berhasil membuat karakter Kate terasa segar. Kepanikan yang ditampilkan kali ini dibumbui dengan humor yang lebih berani.

Di tengah rasa cemas sepanjang film, O’Hara masih menyelipkan momen komedi yang ikonik, termasuk adegan legendaris bersama Tim Curry. Perannya sekali lagi menegaskan bahwa Kate McCallister adalah salah satu figur ibu paling berkesan dalam film komedi keluarga.

8. Beetlejuice Beetlejuice (2024)

Beetlejuice Beetlejuice (dok. Warner Bros/Beetlejuice Beetlejuice)

Puluhan tahun setelah film pertamanya, O’Hara kembali sebagai Delia Deetz dengan semangat yang sama gilanya. Meski waktu berlalu, karakternya tetap terasa autentik dan tidak kehilangan pesona. Ia membawa sentuhan nostalgia sekaligus perkembangan emosional yang lebih matang.

Dalam sekuel ini, Delia tidak hanya tampil sebagai karakter konyol, tetapi juga menunjukkan sisi lebih lembut sebagai ibu tiri. O’Hara membuktikan bahwa ia mampu menghidupkan kembali karakter lama tanpa terasa usang. Kehadirannya menjadi salah satu daya tarik utama film ini.

Kepergian Catherine O’Hara menutup satu bab penting dalam sejarah komedi film, tetapi karya-karyanya akan terus hidup dan ditonton lintas generasi. Dari daftar film di atas, penampilan Catherine O’Hara mana yang paling membekas di ingatanmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team