Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Terbaik 2025 yang Gak Dapat Nominasi Oscar Sama Sekali

The Testament of Ann Lee
The Testament of Ann Lee (dok. Searchlight Pictures/The Testament of Ann Lee)
Intinya sih...
  • Film-film berkualitas tinggi tak dapat nominasi Oscar 2026
  • Dead Man’s Wire, Rental Family, Twinless, Sorry Baby, The Testament of Ann Lee
  • Kurangnya dukungan kampanye menjadi alasan film-film ini terlewatkan oleh The Academy
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ajang Oscar 2026 kembali memicu perdebatan. Bukan hanya soal siapa yang mendapatkan nominasi, tapi juga siapa saja yang sama sekali diabaikan. Setiap tahun selalu ada film-film berkualitas tinggi yang entah kenapa tak berhasil menembus radar The Academy, meski mendapat pujian kritikus dan sambutan hangat penonton.

Tahun 2025 terasa lebih menyakitkan, karena beberapa film ini bukan sekadar cukup bagus, melainkan benar-benar ambisius, emosional, dan menampilkan performa akting kelas atas. Dari drama spiritual berskala epik sampai film indie yang menyentuh isu personal dengan jujur, berikut deretan film terbaik yang tak dapat satu pun nominasi Oscar 2026!

1. Dead Man’s Wire

Dead Man’s Wire
Dead Man’s Wire (dok. Row K Entertaintment/Dead Man’s Wire)

Disutradarai Gus Van Sant, Dead Man’s Wire menjadi salah satu karya terbaik sang sutradara dalam beberapa dekade terakhir. Film ini mengangkat kisah nyata penyanderaan ekstrem pada 1977, dengan Bill Skarsgård memerankan Tony Kiritsis, pria rapuh dan berbahaya yang terjebak dalam delusi serta keputusasaan. Ceritanya tegang, gelap, dan sangat berfokus pada karakter.

Skarsgård memberikan performa yang kompleks dan tidak mudah disukai, tapi justru di situlah kekuatannya. Ia berhasil membuat Tony terasa manusiawi sekaligus mengancam. Sayangnya, meski film ini dipuji sebagai comeback Van Sant, hampir semua peluang Oscar kandas akibat minimnya dukungan kampanye.

2. Rental Family

Rental Family
Rental Family (dok. Searchlight Pictures/Rental Family)

Rental Family tampak seperti tipe film yang biasanya aman untuk Oscar. Dibintangi Brendan Fraser, film ini bercerita tentang seorang aktor Amerika yang bekerja di Jepang sebagai bagian dari agensi penyewaan keluarga, di mana ia berperan sebagai figur ayah, suami, atau kerabat bagi orang-orang asing. Premisnya sederhana, tapi sarat makna tentang kesepian.

Fraser tampil hangat dan penuh empati. Film ini juga mendapat ulasan positif dan masuk daftar Top 10 versi National Board of Review. Namun, seperti beberapa film Searchlight lainnya tahun ini, Rental Family tampaknya gagal mendapat dorongan kampanye yang cukup kuat. Hasilnya, film ini perlahan tenggelam di tengah hiruk-pikuk musim Oscar.

3. Twinless

Twinless
Twinless (dok. Lionsgate/Twinless)

Ditulis dan disutradarai James Sweeney, Twinless adalah film indie yang pelan tapi menghantam tepat di perasaan. Ceritanya mengikuti Dennis, seorang pria gay di Portland, yang menjalin hubungan unik dengan Roman, pria penuh luka batin yang kehilangan saudara kembarnya. Hubungan mereka berkembang menjadi sesuatu yang intens, rumit, dan kadang tidak nyaman untuk ditonton.

Film ini bergerak di antara komedi dan studi psikologis tentang kesepian serta obsesi. Naskahnya tajam, kadang sinis, dan tidak takut menampilkan sisi gelap karakter-karakternya. Dylan O’Brien tampil mengejutkan dengan performa paling kuat dalam kariernya sejauh ini. Meski film ini sukses di Sundance dan disukai penonton, gaungnya perlahan meredup sepanjang musim penghargaan.

4. Sorry, Baby

Sorry, Baby
Sorry, Baby (dok A24/Sorry, Baby)

Eva Victor melakukan segalanya di Sorry, Baby, dari menulis, menyutradarai, sekaligus menjadi pemeran utama. Film ini mengikuti Agnes, seorang dosen sastra yang hidup menyendiri sambil mencoba berdamai dengan trauma akibat kekerasan seksual. Alih-alih sensasional, film ini memilih pendekatan yang jujur dan penuh empati.

Kekuatan Sorry, Baby ada pada cara ceritanya memahami bahwa trauma bukan sesuatu yang sembuh begitu saja. Naskahnya terasa manusiawi dengan sentuhan humor kecil yang justru membuat ceritanya terasa lebih nyata. Sayangnya, film berukuran menengah seperti ini sering kesulitan menembus Oscar, meski secara penulisan dan penyutradaraan layak bersaing di kategori Skenario Orisinal.

5. The Testament of Ann Lee

The Testament of Ann Lee
The Testament of Ann Lee (dok. Searchlight Pictures/The Testament of Ann Lee)

Disutradarai Mona Fastvold, The Testament of Ann Lee adalah drama musikal historis yang berani dan penuh visi. Film ini mengikuti perjalanan spiritual Ann Lee, pendiri komunitas religius Shakers pada abad ke-18, dengan Amanda Seyfried tampil sebagai pusat emosional cerita.

Skala filmnya besar, temanya berat, dan pendekatannya tidak main aman alias semua ciri khas karya yang biasanya disukai Oscar. Yang membuat ketiadaan nominasi terasa ganjil adalah performa Seyfried yang luar biasa total. Ia benar-benar hidup sebagai Ann Lee yang menampilkan pergulatan iman dan penderitaan batin

Meski kategori Aktris Utama tahun ini sangat kompetitif, rasanya aneh melihat film seartistik ini bahkan tak mendapat nominasi. Mungkin saja kampanye yang kurang maksimal jadi penyebabnya, tapi secara kualitas, film ini hampir pasti akan dikenang lebih baik seiring waktu.

Oscar sering dianggap barometer kualitas film, tapi daftar ini membuktikan bahwa banyak karya luar biasa yang tetap terlewat. Menurut kamu, film mana yang paling pantas mendapat nominasi Oscar tahun ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Rekomendasi Film yang Tayang Terakhir di Netflix Februari 2026

02 Feb 2026, 19:17 WIBHype