Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Twilight 2008
Twilight (dok. Summit Entertainment/Twilight)

Seiring perkembangan peradaban manusia, banyak hal yang dahulu dianggap normal, kini justru dicap problematik. Ini terjadi pula di industri film, terutama saat kamu nonton film-film lawas yang usia rilisnya sudah lebih dari 1 dekade. Bahkan, cap negatif ini tak jarang disematkan kepada film yang sukses secara komersial alias laris. Di mana letak problematikanya? Mari bahas lewat film laris yang tidak menua secara elegan berikut!

1. Twilight (2008)

Twilight (dok. Summit Entertainment/Twilight)

Twilight bisa dibilang salah satu film yang bikin banyak remaja 2000-an terhipnotis. Kamu mungkin salah satu yang pernah rela mengantre panjang demi bisa nonton filmnya di bioskop kala itu. Saking larisnya, Twilight Saga yang harusnya cuma tetralogi diproduksi jadi 5 film dengan sekuel terakhir yang dikemas dalam 2 bagian. Namun, pada 2020-an, Twilight justru jadi bulan-bulanan warganet yang menyadari berbagai kekurangan film ini. Mulai dari akting yang kurang natural, kecenderungannya meromantisasi hubungan toksik dan cinta beda usia, sampai efek visual yang tidak maksimal.

  • Genre: drama romantis, fantasi

  • Pemain: Kristen Stewart, Robert Pattinson

  • Sutradara: Catherine Hardwicke

2. Buffalo '66 (1998)

Buffalo '66 (dok. Lionsgate/Buffalo '66)

Buffalo '66 juga jadi salah satu film laris klasik yang kalau tayang sekarang bakal kena cancel. Bagaimana tidak? Filmnya, sih komedi, tetapi berfokus kepada balada seorang napi yang menculik remaja perempuan dan memaksanya berpura-pura menjadi istri sahnya. Bukannya memberontak dan membela diri, si remaja justru digambarkan bersimpati dan submisif terhadap penculiknya. Problematika lain jelas perbedaan usia dua protagonis utamanya. Christina Ricci masih berusia 17 tahun saat proses syuting. Ia berusia 19 tahun lebih muda dari Vincent Gallo yang memerankan si napi sekaligus merangkap sutradara.

  • Genre: komedi romantis

  • Pemain: Christina Ricci, Vincent Gallo

  • Sutradara: Vincent Gallo

3. Bully (2001)

Bully (dok. Lionsgate/Bully)

Bully memang tidak selaris Twilight secara komersial. Berstatus indie, film ini minim publisitas pada awal perilisannya. Namun, film garapan Larry Clark ini berhasil mendapat pujian dari banyak penonton dan kritikus atas pendekatan naturalistiknya. Sayangnya, kalau kamu perhatikan lebih detail, tidak sedikit yang curiga kalau Larry Clark sengaja mengeksploitasi aktor-aktor muda yang direkrut sebagai cast. Caranya meletakkan kamera dan mengekspos tubuh mereka lewat adegan-adegan eksplisit dirasa berlebihan.

  • Genre: drama, thriller, kriminal

  • Pemain: Brad Renfro, Nick Stahl, Bijou Phillips

  • Sutradara: Larry Clark

4. American Beauty (1999)

American Beauty (dok. DreamWorks Pictures/American Beauty)

Berstatus film pemenang Oscar, American Beauty yang dulu diglorifikasi banyak orang kini dilihat dengan kacamata berbeda. Film ini memang dibikin untuk mengkritik kehidupan suburban Amerika yang diisi keluarga kelas menengah atas dengan segala privilese dan kemunafikannya. Namun, orang tidak bisa melepaskan film ini dari si pemeran utamanya, Kevin Spacey, aktor yang sudah masuk daftar hitam gara-gara kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Seperti Spacey di dunia nyata, karakternya di film ini diceritakan terobsesi kepada remaja di bawah umur.

  • Genre: drama, satire

  • Pemain: Mena Suvari, Thora Birch, Kevin Spacey

  • Sutradara: Sam Mendes

5. There's Something About Mary (1998)

There's Something About Mary (dok. 20th Century Studios/There's Something About Mary)

Laris saat awal rilis, There’s Something About Mary mungkin sekilas seperti film romcom biasa. Namun, dilihat dari kacamata penonton progresif masa kini, film ini punya banyak isu yang perlu dibicarakan. Sebagai konteks, film ini berkutat pada Ted yang gagal move-on dari pacar pertamanya saat SMA, Mary. Ia kemudian merekrut detektif untuk menyelidiki keberadaan dan kondisi Mary saat ini. Namun, sang detektif justru jatuh cinta kepada targetnya dan hendak menjauhkan Ted dari Mary. Gongnya, tidak hanya dua pria itu yang terobsesi kepada Mary. Ada beberapa sosok lain yang bikin film ini seolah dipenuhi karakter incel (komunitas pria yang frustrasi dengan kehidupan percintaannya dan punya kecenderungan misogini) di luar sana.

  • Genre: komedi romantis

  • Pemain: Ben Stiller, Cameron Diaz, Matt Dillon

  • Sutradara: Bobby Farrelly, Peter Farrelly

Tentu ada banyak film lain yang bisa masuk daftar ini mengingat pemikiran kita terus berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Apakah menurutmu lima film tadi memang problematik atau penonton masa kini saja yang kelewat sensitif?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team