Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
fallen angels 1995
Fallen Angels (dok. Jet Tone Productions/Fallen Angels)

Intinya sih...

  • Fallen Angels (1995)

  • Sleepless Town (1998)

  • First Love (2019)

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perpaduan antara noir dan romance ternyata bukan sesuatu yang sulit ditemukan dalam industri film. Apalagi dalam konteks semesta sinematik Asia, kombinasi itu cukup umum dipakai dalam penulisan naskah film. Beberapa bahkan cukup terkenal sampai jadi legenda seperti Chungking Express (1994), Oldboy (2013) dan Decision to Leave (2022)

Namun, kalau boleh memilih judul lain yang mungkin terlewat dari ingatan dan radar, film-film berikut bisa masuk prioritas tontonanmu kali ini. Datang dari beragam era, mari menjelajahi sinema Asia yang mungkin belum pernah kamu dengar.

1. Fallen Angels (1995)

Fallen Angels (dok. Criterion/Fallen Angels)

Fallen Angels sebenarnya tak bisa disebut underrated. Namun, gara-gara kesuksesan Chungking Express yang lebih dulu rilis dan populer, film fitur lain Wong Kar Wai ini jadi kerap tersisih. Apalagi, banyak pula beberapa kemiripan dalam dua film tadi, seperti genre, struktur plot paralel sampai sudut kameranya yang unik. Bedanya, Fallen Angels lebih terasa neo-noirnya, sebagian besar latarnya malam hari dengan lampu neon yang menghiasi jalanan Hong Kong. Dari segi plot kriminal dan aksinya, Fallen Angels juga lebih kuat. Salah satu karakter utamanya pembunuh bayaran yang terlibat cinta segitiga dengan atasannya. Sementara, protagonis satunya adalah pemuda yang bertahan hidup dengan cara gak etis, tapi kocak.

  • Genre: neo-noir, komedi, romantis

  • Pemain: Charlie Yeung, Takeshi Kaneshiro, Leon Lai

  • Sutradara: Wong Kar Wai

2. Sleepless Town (1998)

Sleepless Town (dok. Toei Company/Sleepless Town)

Kalau Fallen Angels masih bernuansa komedi, jangan harap kamu menemukannya dalam film neo-noir Asia lain berjudul Sleepless Town. Proyek kerja sama Hong-Kong dan Jepang ini berhasil memotret area berjuluk Kabukichō yang dikenal sebagai kawasan hiburan malam di Shinjuku, Jepang yang juga jadi rumah komunitas China di negeri itu. Film berfokus pada Kenichi, anggota geng kriminal berlatarbelakang Jepang-Taiwan yang menemukan dirinya dalam bahaya setelah salah satu kawan dekatnya berkhianat. Filmnya seru dengan plot twist di sana-sini, dilengkapi pula dengan konteks kultur dan sejarah yang menarik.

  • Genre: neo-noir, romantis

  • Pemain: Takeshi Kaneshiro, Mirai Yamamoto, Kippei Shiina

  • Sutradara: Lee Chi-ngai

3. First Love (2019)

First Love (dok. Hanway Films/First Love)

Bagaimana jadinya ketika kisah cinta terjalin di tengah sengitnya perang Yakuza? Ini pengalaman yang ditawarkan fim neo-noir Jepang, First Love. Film dimulai dengan memperkenalkan kita pada sesosok petinju muda yang didiagnosa mengidap tumor otak. Depresi dan kesepian, ia justru tak sengaja berpapasan dengan perempuan yang gak kalah apesnya karena dilibatkan dalam sebuah perang antarkelompok kriminal. Bersama, mereka pun berusaha keluar dari masalah ini. Latarnya cuma semalam, tapi kocak, seru, dan manisnya dapat.

  • Genre: neo-noir, romantis

  • Pemain: Sakurako Konishi, Masataka Kubota, Shota Sometani

  • Sutradara: Takashi Miike

4. Dust of Angels (1992)

Dust of Angels (dok. City Films/Dust of Angels)

Dust of Angels sebenarnya berfokus pada dua sekawan bernama A-Guo dan A-Dou. Sebagai remaja yang besar di tengah kelompok masyarakat yang tidak sepenuhnya menikmati perkembangan pesat ekonomi Taiwan, mereka cukup mudah terjebak dalam kriminalitas. Satu hari, ketika sebuah insiden menimpa salah satu kawan alias mentor mereka, keduanya seolah dipaksa masuk lebih dalam ke skena kriminal bawah tanah Taiwan. Pertemanan dan aksi memang jadi fokus utama film ini, tetapi ada subplot romantis yang mewarnai film ini.

  • Genre: neo-noir, coming-of-age, romantis

  • Pemain: Yen Cheng-kuo, Tan Chih-kang, Vicky Wei

  • Sutradara: Hsu Hsiao-ming

5. Ash is the Purest White (2018)

Ash is the Purest White (dok. IFC Films/Ash is the Purest White)

Cerita film neo-noir romantis ini membentang selama beberapa tahun dari 2001 hingga 2017. Fokusnya, Qiao dan Bin, duo petinggi geng kriminal yang juga pasangan romantis. Sayang, saat mereka terlibat masalah, Qiao yang mengorbankan dirinya untuk dipenjara demi menyelamatkan Bin justru tak dapat apresiasi yang seharusnya. Ironisnya, ini tidak membuat Qiao menyerah begitu saja untuk meminta penjelasan mantannya itu.

  • Genre: neo-noir, romantis

  • Pemain: Zhao Tao, Liao Fan

  • Sutradara: Jia Zhangke

6. Black Coal, Thin Ice (2014)

Black Coal, Thin Ice (dok. Omnijoi Media/Black Coal, Thin Ice)

Black Coal, Thin Ice adalah kisah polisi yang keluar dari pekerjaannya setelah misinya menangkap terduga pelaku sebuah kasus pembunuhan gagal total. Lima tahun setelah insiden itu, memori kelam soal kasus itu seolah dibangkitkan kembali ketika sebuah kasus baru muncul dengan pola serupa. Meski tak lagi bertugas, kasus ini membuatnya penasaran. Apalagi salah satu petunjuknya adalah janda yang menurutnya punya lore tak biasa.

  • Genre: neo-noir, romantis

  • Pemain: Liao Fan, Gwei Lun-mei

  • Sutradara: Diao Yinan

Perpaduan neo-noir dengan romance memang cukup ampuh untuk sebuah film. Ia bikin intrikasi ceritanya makin tinggi. Elemen cinta bikin karakter dalam film-film noir jadi lebih hidup dan realistis, karena manusia juga punya sisi rentan yang tak bisa terelakkan terlepas dari profesi mereka yang dekat dengan risiko dan bahaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team