Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Paling Mengganggu Pikiran Penonton dan Sulit Dilupakan

Schindler's List.
Schindler's List (dok. Universal Pictures/Schindler's List)
Intinya sih...
  • Salò, or The 120 Days of Sodom (1975) - Film anti-fasis dan anti-perang yang kontroversial - Kontras antara penderitaan korban dan kehidupan nyaman para pelaku
  • A Serbian Film (2010) - Kritik sosial brutal dengan dampak psikologis berat - Cerita tentang praktik snuff film yang terlalu ekstrem
  • Schindler’s List (1993) - Menggambarkan Holocaust secara manusiawi tanpa romantisasi - Fokus pada perubahan Oskar Schindler dari oportunis menjadi penyelamat ratusan nyawa Yahudi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada film yang menghibur, ada film yang bikin mikir, dan ada juga film yang benar-benar mengganggu pikiran sampai lama setelah selesai ditonton. Bukan karena jumpscare atau adegan kejar-kejaran, tapi karena visual dan pesan yang terlalu gelap untuk diabaikan begitu saja.

Film-film seperti ini sering membuat penonton merasa tidak nyaman, gelisah, bahkan mempertanyakan sisi tergelap manusia. Menariknya, banyak film disturbing justru dibuat dengan tujuan serius, yakni sebagai kritik sosial, peringatan sejarah, atau refleksi moral.

Sayangnya, cara penyampaiannya sering kali terlalu ekstrem bagi penonton awam. Inilah deretan film yang dikenal mampu meninggalkan luka psikologis dan sulit dilupakan, bahkan oleh penonton yang sudah terbiasa dengan tontonan berat.

1. Salò, or The 120 Days of Sodom (1975)

Salò, or The 120 Days of Sodom.
Salò, or The 120 Days of Sodom (dok. CSC/Salò, or The 120 Days of Sodom)

Hal pertama yang perlu diketahui tentang Salò, or The 120 Days of Sodom adalah keterkaitannya dengan karya Marquis de Sade, tokoh yang namanya bahkan melahirkan istilah sadisme. Film ini memang dipenuhi kekerasan, penyiksaan, dan adegan ekstrem yang sangat sulit ditonton.

Berlatar masa Perang Dunia II di Italia, film ini sering disalahpahami sebagai sekadar tontonan kejam tanpa makna. Padahal, di balik semua kebrutalan itu, Salò adalah film anti-fasis dan anti-perang yang sangat frontal. Sutradara Pier Paolo Pasolini ingin menunjukkan bagaimana kekuasaan absolut mampu menghilangkan kemanusiaan sepenuhnya.

Yang membuatnya semakin mengganggu adalah kontras antara penderitaan korban dan kehidupan nyaman para pelaku. Tak heran film ini begitu kontroversial, namun tetap dianggap penting hingga masuk dalam koleksi Criterion.

2. A Serbian Film (2010)

A Serbian Film.
A Serbian Film (dok. Unearthed Films/A Serbian Film)

Judulnya terdengar biasa saja, tetapi A Serbian Film dikenal sebagai salah satu film paling mengganggu yang pernah dibuat. Banyak penonton yang mengira ini hanya film thriller ekstrem, padahal isinya jauh lebih gelap dari yang bisa dibayangkan. Ada yang menyebutnya sebagai kritik sosial brutal, ada pula yang menganggapnya sekadar eksploitasi.

Ceritanya mengikuti seorang mantan aktor film dewasa yang menerima tawaran proyek “film seni” demi uang. Perlahan, ia menyadari bahwa proyek tersebut melibatkan praktik snuff film. Meski sepenuhnya fiksi, ide dan visual yang ditampilkan terasa terlalu ekstrem untuk banyak orang. Film ini sering disarankan untuk dihindari karena dampak psikologisnya yang berat.

3. Schindler’s List (1993)

cuplikan film Schindler’s List (dok. Universal Pictures/Schindler’s List)
cuplikan film Schindler’s List (dok. Universal Pictures/Schindler’s List)

Berbeda dengan film lain di daftar ini, Schindler’s List mengganggu bukan karena eksploitasi visual, melainkan karena kejujurannya. Film karya Steven Spielberg ini menggambarkan Holocaust dengan cara yang sangat manusiawi dan tanpa romantisasi. Visual yang ditampilkan justru memperkuat rasa dingin dan kehilangan yang menyelimuti ceritanya.

Film ini berfokus pada Oskar Schindler, seorang pengusaha yang secara perlahan berubah dari oportunis menjadi penyelamat ratusan nyawa Yahudi. Adegan-adegan kekejaman Nazi ditampilkan apa adanya, membuat penonton sulit menahan emosi. Ini bukan tipe film yang akan ditonton berulang-ulang, tapi justru karena itu, dampaknya begitu kuat dan membekas.

4. The Human Centipede (First Sequence) (2009)

The Human Centipede (First Sequence).
The Human Centipede (First Sequence) (dok. Independent Film Company/The Human Centipede (First Sequence))

Sulit membicarakan film ini tanpa merasa sedikit mual. The Human Centipede sudah menjadi legenda urban di kalangan pencinta film horor ekstrem. Banyak orang mengenalnya bahkan tanpa pernah menonton, hanya dari konsepnya saja yang sudah cukup membuat merinding.

Ceritanya mengikuti seorang dokter gila yang terobsesi menciptakan centipede manusia dengan menyambung tubuh beberapa orang secara brutal. Film ini jarang dipuji dari sisi cerita atau sinematografi, tetapi dampaknya terhadap penonton tak bisa disangkal. The Human Centipede menganggu karena terasa terlalu menjijikkan untuk dicerna akal sehat.

5. Threads (1984)

Threads.
Threads (dok. BBC/Threads)

Threads adalah contoh film yang sangat sunyi tapi menghancurkan. Film televisi asal Inggris ini menggambarkan dampak perang nuklir secara realistis dan tanpa kompromi. Tidak ada pahlawan, tidak ada akhir yang melegakan, hanya kehancuran yang pelan tapi pasti.

Film ini bahkan menyiratkan bahwa mereka yang tewas seketika dalam ledakan nuklir adalah yang paling beruntung. Sisanya harus hidup dalam dunia yang runtuh secara sosial, biologis, dan moral. Threads bukan horor konvensional, tetapi ketakutannya jauh lebih nyata. Threads mampu mengubah cara pandang penonton terhadap perang dan masa depan umat manusia.

Film-film di atas bukan sekadar tontonan ekstrem, melainkan pengalaman emosional yang berat dan sering kali menyisakan rasa tidak nyaman. Dari semua film ini, mana yang paling membuat kamu ragu untuk menekan tombol play?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

10 Potret Keluarga Indah Kalalo Berkuda di Tepi Danau Humantay, Peru!

19 Jan 2026, 07:41 WIBHype