Artemis Fowl (dok. Disney/Artemis Fowl)
Diadaptasi dari novel populer karya Eoin Colfer, film ini sebenarnya sudah lama dinantikan oleh para penggemar. Disutradarai oleh Kenneth Branagh, ceritanya mengikuti seorang anak jenius bernama Artemis Fowl yang terlibat dalam dunia peri, teknologi canggih, dan petualangan penuh misteri. Premisnya terdengar unik, karena menggabungkan sci-fi dengan elemen fantasi modern.
Sayangnya, hasil akhirnya jauh dari harapan. Dengan bujet sekitar 125 juta dolar AS (Rp1,9 triliun), Artemis Flow justru mendapat banyak kritik karena alur cerita yang membingungkan dan perubahan besar dari versi novelnya. Bahkan, alih-alih tayang di bioskop, film ini langsung dirilis di platform streaming Disney+ karena berbagai pertimbangan.
Banyak penggemar merasa kecewa karena karakter Artemis yang seharusnya cerdas dan manipulatif justru terasa datar. Akibatnya, film ini dianggap sebagai salah satu adaptasi Disney yang paling gagal secara kualitas.
Kisah film-film ini membuktikan bahwa nama besar Disney dan sumber cerita dari novel populer tidak selalu menjamin kesuksesan. Banyak faktor yang menentukan keberhasilan sebuah film, mulai dari eksekusi cerita hingga strategi pemasaran yang tepat. Menurutmu, mana yang sebenarnya punya potensi besar tapi gagal karena eksekusi yang kurang maksimal?
Sumber artikel:
https://comicbook.com/movies/list/4-disney-sci-fi-movies-based-on-classic-books-that-became-box-office-bombs/
https://movieweb.com/john-carter-disney-flop-deserves-better/
https://www.thedailybeast.com/disneys-artemis-fowl-is-an-ugly-flop-that-will-infuriate-the-books-fans/