Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Film Sci-Fi Underrated yang Pasti Diingat Anak Generasi 80an
The Rocketeer (dok. Disney/The Rocketeer)
  • Era 1980-an dikenal sebagai masa keemasan film sci-fi, menghadirkan banyak karya imajinatif yang tak semuanya mendapat sorotan besar namun tetap membekas di hati penontonnya.
  • Lima film seperti Slipstream, Earth Girls Are Easy, The Rocketeer, Alien Nation, dan Batteries Not Included dianggap underrated tapi punya konsep unik serta nuansa khas era tersebut.
  • Meski gagal jadi blockbuster, film-film ini meninggalkan kesan nostalgia kuat bagi generasi 80-an lewat tema futuristik, pesan sosial, hingga sentuhan emosional yang hangat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Era 1980-an sering disebut sebagai masa keemasan film fiksi ilmiah. Dari kisah alien sampai dunia distopia, semuanya terasa segar dan penuh imajinasi. Namun, tidak semua film sci-fi di masa itu mendapat sorotan besar atau bertahan sebagai blockbuster legendaris. Beberapa justru perlahan tenggelam, meski sebenarnya punya konsep unik dan berkesan.

Menariknya, justru film-film yang dianggap underrated inilah yang sering paling membekas di hati anak generasi 80-an. Entah karena ditonton televisi lokal atau bioskop kecil di kota, film-film ini punya sentuhan nostalgia yang sulit tergantikan. Berikut lima film sci-fi yang tidak selalu disebut dalam daftar terbaik, tapi pasti diingat oleh mereka yang tumbuh di era tersebut.

1. Slipstream (1989)

Slipstream (dok. Entertainment Film/Slipstream)

Slipstream adalah sci-fi berkonsep besar yang mungkin terlalu ambisius untuk zamannya. Berlatar masa depan distopia setelah krisis iklim besar, film ini mengikuti sekelompok karakter yang berjuang bertahan hidup di dunia yang kacau. Ide ceritanya cukup visioner dan terasa seperti sesuatu yang baru akan populer bertahun-tahun kemudian.

Film ini dibintangi oleh Mark Hamill dan Bill Paxton, dengan penyutradaraan oleh Steven Lisberger yang sebelumnya menggarap Tron (1982). Sayangnya, performa box office yang kurang memuaskan membuatnya cepat dilupakan. Padahal bagi anak 80-an, Slipstream terasa seperti petualangan sci-fi serius yang berbeda dari kebanyakan film lain di masanya.

2. Earth Girls Are Easy (1988)

Earth Girls Are Easy (dok. Cinecom International/Earth Girls Are Easy)

Judulnya saja sudah terdengar nyentrik, dan memang Earth Girls Are Easy adalah film sci-fi yang penuh warna dan energi. Film ini mengisahkan tiga alien yang mendarat di Bumi dan mencoba beradaptasi dengan kehidupan manusia, termasuk menjalin hubungan romantis.

Dibintangi oleh Jeff Goldblum dan Geena Davis, film ini mencampurkan komedi, musikal, dan romansa dalam satu paket aneh tapi menghibur. Warna-warnanya mencolok, kostumnya eksentrik, dan ceritanya terasa seperti mimpi aneh khas 80-an.

Walau tidak semua orang pernah menontonnya, mereka yang tumbuh di era itu kemungkinan besar masih mengingat keunikan film ini. Kini, film tersebut sering disebut sebagai klasik tersembunyi yang terlalu unik untuk dilupakan.

3. The Rocketeer (1991)

The Rocketeer (dok. Disney/The Rocketeer)

Walau dirilis di awal 90-an, The Rocketeer masih sangat lekat dengan semangat petualangan yang digemari anak 80-an. Film ini berkisah tentang seorang pilot muda yang menemukan jetpack rahasia dan berubah menjadi pahlawan bertopeng. Visualnya memadukan nuansa retro tahun 1930-an dengan aksi superhero yang seru.

Di masanya, film ini terasa segar dan berbeda dari film komik lain. Namun, tidak pernah benar-benar mencapai status blockbuster besar. Kini, The Rocketeer lebih sering disebut sebagai film cult yang underrated. Anak generasi 80-an yang menyaksikannya saat rilis pasti masih ingat sensasi melihat pahlawan terbang dengan jetpack, sesuatu yang terasa luar biasa di masa itu.

4. Alien Nation (1988)

Alien Nation (dok. 20th Century Studios/Alien Nation)

Alien Nation membawa konsep yang cukup berani untuk zamannya. Film ini menceritakan tentang ras alien yang disebut Newcomers yang datang ke Bumi sebagai pengungsi dan mencoba berbaur di Los Angeles. Di balik premis sci-fi dan adegan aksi, tersimpan tema diskriminasi dan prasangka sosial yang terasa relevan bahkan hingga sekarang.

Dibintangi oleh James Caan dan Mandy Patinkin, film ini sebenarnya cukup ambisius. Sayangnya, popularitasnya meredup dan kini lebih dikenal sebagai film cult. Meski begitu, generasi 80-an yang pernah menontonnya pasti ingat bagaimana film ini mencoba menyampaikan pesan sosial lewat balutan cerita detektif dan alien yang tidak biasa.

5. Batteries Not Included (1987)

Batteries Not Included (dok. Amblin Ent./Batteries Not Included)

Batteries Not Included adalah contoh sempurna sci-fi khas 80-an yang hangat dan penuh keajaiban. Film ini bercerita tentang sepasang lansia yang tinggal di apartemen tua di New York yang terancam digusur oleh pengembang properti serakah. Di tengah situasi sulit itu, mereka mendapat bantuan tak terduga dari makhluk alien kecil berbentuk mesin terbang yang menggemaskan.

Film ini memadukan drama keluarga dengan sentuhan fantasi ringan yang terasa magis. Nuansanya mengingatkan pada karya-karya yang diproduseri oleh Steven Spielberg, dengan sentuhan emosional yang lembut. Meski kini jarang dibicarakan, anak-anak 80-an pasti masih ingat betapa unik dan menyentuhnya kisah persahabatan manusia dan alien kecil ini.

Film-film fiksi ilmiah underrated era 80-an ini mungkin tidak selalu masuk daftar terbaik sepanjang masa, tetapi daya imajinasinya tetap kuat. Kalau kamu tumbuh di era tersebut, film mana yang paling membekas di ingatanmu sampai sekarang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team