Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Pasang Film Sci-Fi Berkonsep Mirip yang Rilis Berdekatan

poster film Totally Killer dan Upside Down
poster film Totally Killer dan Upside Down (dok. Amazon Prime Video/Totally Killer | dok. Warner Bros. Pictures/Upside Down)
Intinya sih...
  • Mission to Mars (2000) dan Red Planet (2000)
    • Keduanya rilis tahun 2000 dengan konsep misi manusia ke Mars yang berujung bencana.
    • Mission to Mars lebih misterius, sementara Red Planet lebih fokus pada survival.
    • Terpuruk di box office, tapi tetap seru untuk bernostalgia.
    • Gamer (2009) dan Surrogates (2009)
      • Bertema kontrol tubuh, keduanya rilis tahun 2009 dengan visi distopia yang selaras.
      • Gamer menggunakan manusia asli yang dikendalikan, sementara Surrogates memanfaatkan teknologi robotik sebagai perantara.
      • <
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa seperti menonton film yang ceritanya sudah pernah kamu lihat sebelumnya, padahal judulnya berbeda? Fenomena dua film dengan konsep nyaris identik ternyata bukan hal langka di dunia perfilman. Hal ini paling sering terjadi di genre fiksi ilmiah yang ide besarnya begitu luas hingga bisa terpikirkan oleh banyak kreator di waktu yang hampir bersamaan.

Kasus seperti Deep Impact dan Armageddon di akhir 90-an jadi contoh klasik yang sering dibahas penggemar film. Begitu pula dengan The Matrix dan The Thirteenth Floor yang sama-sama mengangkat tema realitas semu di tahun yang sama. Kemiripan semacam ini sering memunculkan tudingan saling meniru, padahal banyak di antaranya dikembangkan secara terpisah.

Selain dua pasang judul tersebut, masih ada deretan film sci-fi lain yang mengalami “kebetulan” serupa di waktu berbeda. Berikut lima pasang film fiksi ilmiah yang rilisnya cuma terpaut bulan, bahkan minggu, dengan konsep yang nyaris sulit dibedakan. Salah satunya mungkin favoritmu!

1. Mission to Mars (2000) dan Red Planet (2000)

poster film Mission to Mars dan Red Planet
poster film Mission to Mars dan Red Planet (dok. Buena Vista Pictures Distribution/Mission to Mars | dok. Warner Bros. Pictures/Red Planet)

Sama-sama rilis di tahun 2000, Mission to Mars dan Red Planet seolah jadi bukti betapa Hollywood sedang sangat terobsesi dengan Planet Merah kala itu. Keduanya menawarkan premis serupa tentang misi manusia pertama ke Mars yang berujung bencana dan perjuangan bertahan hidup di sana. Meski mirip, keduanya menempuh pendekatan berbeda dalam mengeksekusi elemen sci-fi dan ketegangannya.

Mission to Mars besutan Brian De Palma hadir lebih dulu dengan sentuhan misteri yang kental. Ceritanya berfokus pada misi penyelamatan astronot yang hilang setelah menemukan struktur wajah misterius yang ternyata menyimpan rahasia asal-usul manusia. Di sisi lain, Red Planet justru tampil dengan nuansa survival yang jauh lebih keras dan menitikberatkan pada ancaman teknologi yang lepas kendali.

Sayangnya, dua film ambisius ini harus menerima kenyataan pahit sebagai proyek yang kurang bersinar di box office. Mission to Mars mungkin sedikit lebih beruntung secara finansial, tapi Red Planet terpuruk hingga dicap sebagai salah satu film paling merugi di tahun tersebut. Kendati begitu, menonton keduanya secara maraton tetaplah seru untuk bernostalgia. Tertarik?

Mission to Mars

  • Sutradara: Brian De Palma
  • Pemain: Gary Sinise, Tim Robbins, Don Cheadle
  • Tanggal rilis: 10 Maret 2000

Red Planet

  • Sutradara: Anthony Hoffman
  • Pemain: Val Kilmer, Carrie-Anne Moss, Tom Sizemore
  • Tanggal rilis: 10 November 2000

2. Gamer (2009) dan Surrogates (2009)

poster film Gamer dan Surrogates
poster film Gamer dan Surrogates (dok. Lionsgate/Gamer | dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Surrogates)

Bayangkan ada dua film fiksi ilmiah bertema kontrol tubuh yang sama-sama dibintangi oleh aktor spesialis laga dan rilis di tahun yang sama. Tujuh belas tahun lalu, hal ini terwujud lewat Gamer dan Surrogates yang dibintangi oleh Gerard Butler dan Bruce Willis. Kedua film ini kompak mengeksplorasi sisi gelap masyarakat modern yang mulai enggan berinteraksi secara fisik dan lebih memilih hidup lewat perantara digital.

Gamer berpusat pada narapidana bernama Kable (Butler) yang dikendalikan oleh pemain remaja dalam sebuah gim brutal. Di sisi lain, Surrogates menggambarkan kehidupan manusia yang menggunakan android pengganti untuk beraktivitas sehari-hari. Willis berperan sebagai agen FBI yang menangani sebuah kasus pembunuhan misterius yang mengancam para pengguna robot tersebut.

Perbedaan mencolok antara keduanya hanya terletak pada cara manusia "meminjam" raga. Gamer menggunakan manusia asli yang dikendalikan, sementara Surrogates memanfaatkan teknologi robotik sebagai perantara. Di luar itu, kedua film ini bak dua sisi koin dengan visi distopia yang selaras!

Gamer

  • Sutradara: Mark Neveldine & Brian Taylor
  • Pemain: Gerard Butler, Logan Lerman, Amber Valletta
  • Tanggal rilis: 4 September 2009

Surrogates

  • Sutradara: Jonathan Mostow
  • Pemain: Bruce Willis, Rosamund Pike, Radha Mitchell
  • Tanggal rilis: 25 September 2009

3. Skyline (2010) dan Battle: Los Angeles (2011)

poster film Skyline dan Battle: Los Angeles
poster film Skyline dan Battle: Los Angeles (dok. Universal Pictures/Skyline | dok. Columbia Pictures/Battle: Los Angeles)

Bahkan dalam urusan invasi alien, Hollywood juga punya dua film yang seolah balapan untuk “menghancurkan” Los Angeles di waktu yang hampir bersamaan. Skyline mengajak penonton merasakan kengerian terjebak di dalam apartemen mewah di LA saat cahaya biru misterius mulai menculik manusia satu per satu. Meski diproduksi dengan bujet irit, film garapan The Brothers Strause ini punya efek visual yang memanjakan mata sekaligus bikin merinding.

Gak berselang lama, Battle: Los Angeles muncul dengan amunisi yang jauh lebih besar dan berisik lewat perspektif militer. Jika Skyline fokus pada upaya warga sipil untuk bertahan hidup dari serbuan alien, film yang dibintangi Aaron Eckhart ini justru memamerkan aksi baku tembak melawan sang "tamu asing" di garis depan. Atmosfernya pun sangat kontras, di mana Skyline terasa sangat klaustrofobik, sementara Battle: Los Angeles penuh dengan ledakan ala film perang yang heroik.

Uniknya, kedua film ini juga sempat memicu drama di balik layar karena keterlibatan studio efek visual yang sama dalam proses produksinya. Di balik itu, harus diakui kalau Skyline dan Battle: Los Angeles sama-sama sukses di box office. Skyline bahkan telah menelurkan tiga sekuel yang memperluas semestanya.

Skyline

  • Sutradara: The Brothers Strause
  • Pemain: Eric Balfour, Scottie Thompson, Brittany Daniel
  • Tanggal rilis: 12 November 2010

Battle: Los Angeles

  • Sutradara: Jonathan Liebesman
  • Pemain: Aaron Eckhart, Michelle Rodriguez, Ne-Yo
  • Tanggal rilis: 11 Maret 2011

4. Upside Down (2012) dan Patema Inverted (2013)

poster film Upside Down dan Patema Inverted
poster film Upside Down dan Patema Inverted (dok. Warner Bros. Pictures/Upside Down | dok. Studio Rikka/Patema Inverted)

Pasangan film satu ini cukup unik karena menyuguhkan premis yang hampir identik di balik perbedaan mediumnya. Upside Down adalah film live-action yang mengemas ulang kisah klasik Romeo & Juliet ke dalam balutan fiksi ilmiah nan ambisius. Dibintangi oleh Jim Sturgess dan Kirsten Dunst, ceritanya berpusat pada dua sejoli dari planet kembar dengan gravitasi berlawanan yang berjuang melampaui batas sosial dan hukum alam demi cinta.

Beralih ke Patema Inverted, anime garapan Yasuhiro Yoshiura ini menawarkan pendekatan yang sarat petualangan. Ceritanya mengikuti Patema, putri dari peradaban bawah tanah yang "terjatuh" ke permukaan dunia di mana gravitasi membuatnya terancam terlempar ke angkasa. Beruntung, ia bertemu remaja lelaki bernama Eiji yang kemudian membantunya mengungkap rahasia besar di balik perbedaan dunia mereka.

Meskipun punya kemiripan konsep yang sangat spesifik, ternyata kedua karya ini dikembangkan secara independen tanpa saling memengaruhi satu sama lain. Nasib keduanya di mata kritikus pun terbilang kontras. Upside Down harus puas dengan respons dingin karena dianggap hanya menang di visual, sementara Patema Inverted justru banjir apresiasi di festival internasional.

Upside Down

  • Sutradara: Juan Diego Solanas
  • Pemain: Jim Sturgess, Kirsten Dunst
  • Tanggal rilis: 15 Maret 2013 (AS)

Patema Inverted

  • Sutradara: Yasuhiro Yoshiura
  • Pengisi suara: Yukiyo Fuji, Nobuhiko Okamoto
  • Tanggal rilis: 9 November 2013 (Jepang)

5. Totally Killer (2023) dan Time Cut (2024)

poster film Totally Killer dan Time Cut
poster film Totally Killer dan Time Cut (dok. Amazon Prime Video/Totally Killer | dok. Netflix/Time Cut)

Daftar ini ditutup dengan Totally Killer dan Time Cut, rilisan dua platform streaming raksasa, Prime Video dan Netflix. Mungkin masih segar di ingatanmu bagaimana kedua film sci-fi horror ini sempat ramai diperbincangkan karena kemiripan plotnya. Keduanya sama-sama berpusat pada upaya seorang protagonis menyelamatkan orang terdekat dari teror pembunuh berantai bertopeng dengan kembali ke masa lalu.

Mengambil latar tahun 1987, Totally Killer mengikuti aksi Jamie (Kiernan Shipka) yang berusaha menyelamatkan ibunya dari incaran pembunuh berantai. Di sisi lain, Time Cut berlatar tahun 2003 dan berfokus pada Lucy (Madison Bailey) yang berusaha mencegah pembunuhan kakak perempuannya. Sayangnya, meski membawa konflik paradoks waktu yang cukup emosional, film ini dinilai kurang menggigit jika dibandingkan dengan Totally Killer.

Salah satu faktor yang memengaruhi adalah eksekusi tensi dan kualitas naskah yang ditawarkan oleh masing-masing judul. Totally Killer menang telak lewat komitmennya pada rating dewasa yang penuh aksi berdarah dan plot twist yang sulit ditebak. Kamu sendiri tim vibes 80-an di Totally Killer atau nostalgia Y2K di Time Cut, nih?

Totally Killer

  • Sutradara: Nahnatchka Khan
  • Pemain: Kiernan Shipka, Olivia Holt, Charlie Gillespie
  • Tanggal rilis: 6 Oktober 2023

Time Cut

  • Sutradara: Hannah MacPherson
  • Pemain: Madison Bailey, Antonia Gentry
  • Tanggal rilis: 30 Oktober 2024

Fenomena twin films ini membuktikan kalau ide brilian memang bisa muncul di kepala siapa saja secara bersamaan, terlepas dari siapa yang lebih dulu mendarat di layar lebar. Jadi, daripada pusing mikirin siapa yang meniru siapa, mending langsung gas nonton lima pasang film di atas buat bandingin mana yang paling sesuai dengan seleramu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Meme Kebelet BAB, Mulas Suka Gak Tau Waktu!

12 Feb 2026, 19:44 WIBHype