Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Film Sejarah yang Terasa Relevan Sekarang, Ngeri Juga!
The Zone of Interest (dok. House Production/The Zone of Interest)
  • Lima film sejarah seperti The Zone of Interests hingga Bicycle Thieves menunjukkan bagaimana pola kekuasaan, ketimpangan, dan konflik masa lalu masih terasa relevan dengan kondisi dunia saat ini.
  • Film-film tersebut menyoroti isu besar seperti genosida, manipulasi politik, korupsi media, eksploitasi kapitalis terhadap kaum minoritas, serta kerentanan pekerja di tengah sistem ekonomi modern.
  • Melalui kisah nyata maupun fiksi historis, artikel ini mengingatkan bahwa banyak peristiwa sosial dan politik masa kini hanyalah pengulangan dari kesalahan manusia di masa lampau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu mendengar ungkapan yang berbunyi “Sejarah mengulang dirinya sendiri”? Ungkapan ini bukan hasil asbun (asal bunyi), tetapi memang pola yang terbaca dari waktu ke waktu. Bukannya belajar dan memperbaiki diri, kerap kali manusia mengulang pola yang sama, terlepas dari adil dan tidaknya pola tersebut.

Imperialisme adalah salah satu contohnya. Meski sudah dihapus bertahun-tahun lalu, legasinya masih terasa dan lestari. Kalau kamu belum bisa membaca pola sejarah yang terulang seperti itu, kelima rekomendasi film sejarah ini patut kamu tonton. Ngerinya, kisah di dalamnya terasa relevan, lho!

1. The Zone of Interests (2023)

The Zone of Interest (dok. House Production/The Zone of Interest)

The Zone of Interests terasa makin relevan sejak Israel melancarkan operasi militer yang memenuhi kriteria genosida di Gaza, Palestina pada 2023. Meski gencatan senjata sudah disepakati, Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, kembali menciptakan instabilitas di Asia Barat dengan menyerang Iran dan Lebanon.

Mirisnya, selama itu pula penduduk Israel dan Amerika Serikat bisa dibilang tak banyak terdampak hidupnya gara-gara konflik ini. Mirip dengan yang terjadi di Jerman selama Perang Dunia II, terutama yang dicerminkan dalam film The Zone of Interests. Meski tinggal di dekat kamp konsentrasi, keluarga petinggi Nazi bisa hidup “normal” di rumah mewah mereka.

  • Genre: thriller-psikologi

  • Pemain: Sandra Huller, Christian Friedel

  • Sutradara: Jonathan Glazer

2. Wag the Dog (1997)

Wag the Dog (dok. IFC Films/Wag the Dog)

Wag the Dog berlatarkan tahun 90-an menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat. Sial, salah satu capres terjegal skandal grooming terhadap anak di bawah umur. Beritanya tercium media dan berpotensi menggagalkan upayanya untuk memenangkan pemilu.

Partainya tak tinggal diam, mereka merekrut seorang spin (ahli propaganda) untuk mendistraksi publik dari kasus ini. Pengalihan isu macam ini ternyata bukan sekali dua kali dilakukan politisi, bahkan sudah jadi strategi universal yang diadopsi banyak tokoh politik dan parpol di seluruh dunia sampai sekarang.

  • Genre: satir-politik

  • Pemain: Dustin Hoffman, Robert de Niro

  • Sutradara: Barry Levinson

3. Network (1976)

Network (dok. Criterion/Network)

Network adalah film klasik yang mengeksplorasi korupsi dalam arti sesungguhnya. Bukan cuma penggelapan uang, tetapi cara-cara licik untuk mencapai kepentingan juga bisa masuk kategori korupsi.

Fokus film ini pun bukan politisi, tetapi para pekerja dan petinggi media yang mencari untung lewat sensasi. Ini bermula dari pembawa acara berita bernama Howard Beale yang dapat kabar kalau acaranya bakal dihentikan karena rating-nya anjlok. Tak terima, Beale mengancam bakal bunuh diri pada siaran langsung terakhirnya. Ancamannya efektif, para petinggi justru dapat ide dari kemarahan Beale ini dan memanfaatkannya untuk meraup profit.

Network memang fiktif, tetapi sebagian ceritanya terinspirasi dari sebuah tragedi bunuh diri yang dilakukan reporter TV Amerika Serikat, Christine Chubbuck.

  • Genre: satir

  • Pemain:  Faye Dunaway, William Holden

  • Sutradara: Sidney Lumet

4. Killers of the Flower Moon (2023)

Killers of the Flower Moon (dok. Apple TV+/Killers of the Flower Moon)

Killers of the Flower Moon juga terasa relevan dengan situasi sekarang walau mendeskripsikan kejadian yang sudah berlalu satu abad lamanya. Film ini pada intinya mengulang kasus pembunuhan berencana dan sistematis yang dilakukan sejumlah kapitalis kulit putih terhadap warga pribumi yang menguasai lahan potensial.

Pelakunya memang tertangkap, tetapi sebuah adegan di penjara antara Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro menghantui penonton selamanya. Saat itu, karakter De Niro menenangkan karakter DiCaprio kalau tak bakal ada yang berubah meski ia dipenjara.

Setelah keluar dari penjara, orang akan lupa kasus itu dan membiarkannya hidup normal. Persis seperti yang banyak terjadi saat ini, terbaru tentu orang-orang yang disebut dan terbukti terlibat dalam jaringan pedofilia dan perdagangan manusia Jeffrey Epstein.

  • Genre: thriller, drama sejarah

  • Pemain:  Leonardo DiCaprio, Lily Gladstone

  • Sutradara: Martin Scorsese

5. Bicycle Thieves (1948)

Bicycle Thieves (dok. Janus Films/Bicycle Thieves)

Bicycle Thieves adalah film berlatar Italia beberapa tahun setelah Perang Dunia II. Banyak warga jatuh miskin karena krisis ekonomi yang parah saat itu. Salah satunya Antonio yang jadi tokoh sentral di sini. Ia adalah ayah satu anak yang setelah menganggur beberapa waktu dapat pekerjaan sebagai kurir. Pekerjaan ini didapatkannya setelah ia berhasil menabung dan membeli sebuah sepeda. Namun, pada hari pertamanya bekerja, sepeda itu dicuri dan ia terancam kehilangan mata pencahariannya.

Meski berlatar 1940-an, kerentanan yang dialami Antonio sangat erat dengan pasar kerja saat ini. Bukannya difasilitasi oleh pemberi kerja, kita kerap harus punya modal alat/perangkat (seperti kendaraan dan gawai) untuk bekerja. Jaring pengaman untuk para pekerja pun makin tipis dan tak bisa diandalkan.

  • Genre: drama, neorealisme

  • Pemain:  Lamberto Maggiorani, Enzo Staiola

  • Sutradara: Vittorio de Sica

Setelah nonton kelima film sejarah tadi, mungkin kamu bakal tersadarkan kalau banyak hal yang ternyata gak serta-merta baru. Hampir semuanya pernah terjadi dan hanya berulang dalam bentuk berbeda. Setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team