4 Film Terbaik Yandy Laurens yang Tayang Kembali di Netflix, Semuanya Menarik!

Industri perfilman Indonesia patut berbangga, karena memiliki salah satu sutradara terbaik bernama Yandy Laurens. Memulai debut dengan menggarap beberapa film pendek hingga serial web, kini Yandi lebih dikenal sebagai sutradara yang sukses melahirkan film-film panjang paling fenomenal hingga tembus jutaan penonton.
Hampir semua karyanya berhasil mencuri pehatian nasional dan internasional, hingga beberapa di antaranya menjadi perwakilan Indonesia ke ajang Oscar. Bagi kalian yang ingin menikmati film yang unggul dalam banyak aspek, berikut ada 4 film Yandy Laurens yang bisa ditonton ulang dan berkali-kali lewat Netflix.
1. Keluarga Cemara (2018)

Memulai debut penyutradaraan, Yandy langsung menggarap film adaptasi sinetron legendaris di tahun 90-an, Keluarga Cemara. Film ini mendulang kesuksesan 1,7 juta penonton, mendapat penghargaan Piala Maya, Indonesian Movie Actors Awards, hingga Piala Citra.
Keluarga Cemara dibintangi Nirina Zubir dan Ringgo Agus Rahman, sebagai pasangan suami istri. Ceritanya pun, berpusat kepada satu keluarga yang tiba-tiba harus mengalami kebangkrutan hingga harus berpulang ke kampung halaman, setelah ditipu saudara sendiri.
Film ini tidak hanya menghadirkan cerita tentang drama keluarga biasa. Namun perjuangan dari semua anggota keluarga untuk kembali bangkit dari keterpurukan, menjadi hal yang patut untuk diapresiasi dan tentunya sulit ditemukan di era saat ini.
Keluarga Cemara sangat layak untuk menjadi rekomendasi tontonan, karena unggul dalam segi cerita, penokohan, hingga lagu tema yang mendukung terhadap cerita yang dihadirkan.
2. Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023)

Lima tahun beselang setelah kesuksesan film pertamanya, Yandy kembali berkarya lewat Jatuh Cinta Seperti di Film-Film. Menjadi film paling unik dengan konsep hitam putih, film ini sukses mencuri pehatian hingga menjadi film panjang terbaik Piala Citra.
Jatuh Cinta Seperti di Film-Film menceritakan tentang perjuangan dari seoang penulis skenario film bernama Bagus, untuk mencuri hati wanita pujaan, yang baru saja ditinggal mati suaminya. Tanpa berpikiir panjang, kisah hidup bagus dengan wanita yang selama ini dia cintai, diabadaikan ke dalam skenario sebuah film.
Meskipun memiliki konsep yang cukup berbeda dari film lainnya, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film terbilang cukup unggul dalam banyak aspek. Dimulai dengan cerita yang membuat emosi penonton terbawa suasana, hingga sinematografi yang mampu memanjakan mata.
Seolah-olah menjadi aktor dan aktris langganan film Yandy, Ringgo Agus Ramhan dan Niina Zubir kembali di dapuk di Jatuh Cinta Seperti di Film-Film.
3. 1 Kakak 7 Ponakan (2025)
Masuk ke dalam daftar box office di tahun 2025, 1 Kakak 7 Ponakan telah tayang kembali di Netflix. Film menjadi film kedua bagi Yandy, yang diadaptasi dari sinetron legendaris. Sebelum tayang di bioskop dan Netflix, film ini pedana tayang di JAFF 2024.
1 Kakak 7 Ponakan menceritakan tentang mimpi buruk yang harus dialami seorang remaja bernama Moko, ketika sang kakak meninggal dunia. Secara tiba-tiba, dia harus mengenyampingkan mimpi dan asmara, demi merawat beberapa ponakan yang masih kecil-kecil.
Saat melihat karakter Moko di 1 Kakak 7 Ponakan, semua penonton akan dibuat secara tidak sadara untuk mengeluarkan air mata. Hal ini tentunya berkat akting dari karakter utama yang diperankan
Chicco Kurniawan, hingga alur cerita yang related dengan generasi saat ini, yang banyak menjadi sandwich generation.
4. Sore: Istri dari Masa Depan (2025)

Masih dari karya Yandy yang rilis di tahun 2025, selanjutnya adalah
Sore: Istri dari Masa Depan. Film ini merupakan adaptasi dari series yang juga digarap hingga ditulis Yandy. Selain itu, Sore: Istri dari Masa Depan diramaikan oleh Dion Wiyoko dan Sheila Dara.
Sore: Istri dari Masa Depan merupakan drama romantis fantasi, yang berpusat pada karakter laki-laki yang tengah memiliki kehidupan berantakan bernama Jonathan. Secara tiba-tiba, dia dibuat bingung dengan kehadiran seorang wanita bernama Sore, yang mengaku sebagai istri masa depan Jonathan.
Cerita yang dihadirkan dari film yang telah tayang kembali di Netflix sejak 8 Januari 2026 ini, terbilang tidak biasa. Penonton akan dibuat menerka-nerka tentang asal usul Sore, masa lalu Jonathan, hingga kelanjutkan dari kisah asmara antara Sore dan Jonathan.
Dari keempat film garapan Yandy, Sore: Istri dari Masa Depan memiliki sinematografi yang paling apik. Maka wajar saja, jika film ini menjadi perwakilan Indonesia ke ajang Oscar, hingga tembus di 3 juta penonton, selama tayang di bioskop Indonesia.
Semua film karya Yandy Laurens, memiliki cerita yang selalu membuat emosi penonton berantakan. Namun meskipun begitu, penceritaannya sangat baik, sehingga tidak terkesan memaksa penonton untuk bersedih atau menjual cerita kesedihan yang biasa.


















